Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten

"Mari kita jalin rasa kekeluargaan diantara kita"

Warga Mundon, Burikan Terancam Longsor Batu, BPBD Hanya Bisa Mengimbau

Solopos.com, KLATEN — Longsor batu tengah mengancam keselamatan warga Mundon, Burikan, Cawas, yang tinggal di bawah bukit kapur. Namun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten tidak berbuat bisa banyak dan hanya mengimbau warga agar selalu waspada.

Pasalnya, bukit kapur yang longsor itu sudah masuk wilayah Kabupaten Gunung Kidul yang berbatasan langsung dengan Cawas, Klaten. Kepala BPBD Klaten, Sri Winoto, mengaku tidak bisa berbuat banyak dengan bencana batu seukuran rumah yang longsor tersebut. “Kami hanya meminta warga agar selalu waspada terhadap ancaman longsor susulan, terutama saat hujan deras,” katanya di Klaten, Jumat (17/1/2014).

Dalam waktu dekat ini, pihaknya mengaku akan mengirimkan surat kepada Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Klaten. Pengiriman surat itu bertujuan agar Bappeda segera berkoordinasi dengan Pemkab Gunung Kidul sebagai pemangku wilayah di sekitar bukit kapur yang longsor.

“Karena bukit kapur itu berada di wilayah lain, dalam hal ini Gunung Kidul, kami harus berkoordinasi terlebih dahulu. Sebab, bukit kapur yang ada di Tancep, Ngawen, Gunung kidul itu adalah wilayah perbatasan, harus dibicarakan antarkabupaten,” paparnya.

Hingga kini, BPBD belum menerima surat resmi dari pemerintah Desa Burikan, Cawas, terkait bantuan yang mereka butuhkan. Pihaknya mengaku siap memberikan bantuan jika dibutuhkan. Total, untuk penanganan kedaruratan, BPBD telah menyiapkan anggaran tidak terduga senilai Rp500 juta.

Sementara, Kepala Desa Burikan, Maryadi, mengaku berencana membangun parit supaya batu bisa terhenti saat terjadi longsoran susulan. Kendati demikian, dia belum mengetahui secara pasti kapan akan dimulai pembuatan parit tersebut. “Rencana kami membangun parit, tapi masih kami koordinasikan lagi,” katanya kepada wartawan, Kamis (16/1/2014).

Hingga saat ini, kata dia, di wilayah itu tidak ada kegiatan ronda malam. Hal itu membuat warga semakin waswas karena tidak ada warga yang berjaga saat malam hari. “Namun, yang paling membuat waswas adalah ketika terjadi hujan deras,” imbuhnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, batu seukuran rumah longsor dari tebing kapur yang ada di perbatasan Kabupaten Gunung Kidul dengan Klaten. Akibatnya, longsoran batu yang sangat besar itu mengancam keselamatan 15 warga Mundon, Burikan, Cawas, yang tinggal dibawah bukit.

Batu yang longsor itu memiliki panjang sekitar 8 m dan tinggi lebih dari 3 m. Batu yang jatuh dari tebing kapur setinggi 100-an m itu berhenti di balik rimbunnya semak-semak. Sementara, jarak batu yang longsor dengan rumah warga ada sekitar 300 meter.

18 Januari 2014 - Posted by | Bencana, Burikan | , , ,

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: