Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten

"Mari kita jalin rasa kekeluargaan diantara kita"

Mantan Kades naik peringkat

Nama Edy Sasongko sudah mengorbit sebagai pejabat publik sekitar 21 bulan lalu. Saat itu, dia terpilih sebagai Kepala Desa (Kades) Gombang, Cawas, mengalahkan para pesaingnya. Saat itu, dia mendapatkan amanah warga desa untuk memimpin desa mereka.

Namun, kini, namanya kembali mengorbit masuk jajaran pejabat publik dengan lingkup lebih luas, yakni anggota DPRD Klaten. Kepercayaan lebih besar masyarakat Daerah Pemilihan (Dapil) V yang meliputi Pedan, Trucuk, Karangdowo, Bayat, Cawas didapat Edy sebelum berakhir masa jabatannya sebagai Kades. Berbekal 5.441 suara dukungan, dia melaju duduk di Gedung Dewan sebagai legislator.
Jabatan Kades pun terpaksa dia tinggalkan. “Intinya sama-sama mengabdi. Kalau di Dewan bisa ikut langsung menentukan pembangunan di tingkat Klaten,” kata dia kepada Espos di Gedung Dewan belum lama ini.

Nama : Edy Sasongko
Tempat, tanggal lahir : Klaten, 7 September 1970
Alamat : RT 1/RW I Desa Gombang Cawas, Klaten
Istri : Marwanti
Anak : Ardyansah Evan Sasongko
Ismail Sasongko Buwono
Pendidikan terakhir : SMA I Cawas angkatan 1987

Sumber: Hasil wawancara. – Oleh : Heriyono Adi A

30 Agustus 2009 Posted by | Gombang | , | Tinggalkan komentar

Wayang kulit di Pasar Cawas

Cawas (Espos) Pertunjukan wayang kulit semalam suntuk dengan lakon Kresna duta disuguhkan dalang Ki Klelur dari Boyolali di Pasar Cawas, Klaten, Rabu (19/8) malam hingga Kamis (20/8) dini hari.

Camat Cawas, Sutrisno, mengatakan, pergelaran wayang tersebut guna memeriahkan peringatan HUT ke-64 RI. Selain itu guna memberikan hiburan kepada masyarakat yang beberapa bulan terakhir dibuat tegang dengan agenda politik Pemilu legislatif dan Pemilu presiden (Pilpres). ”Masyarakat sangat antusias dengan acara ini. Apalagi saat ini jarang digelar pertunjukan wayang kulit,” paparnya kepada Espos. – Oleh : kur

21 Agustus 2009 Posted by | Cawas | Tinggalkan komentar

Hilangnya 179 bilik suara Camat Cawas mengaku tak tahu

Cawas (Espos) Jajaran Polsek Cawas, Klaten, memfokuskan penyelidikan kasus hilangnya 179 bilik suara terhadap pihak-pihak yang selama ini bisa mengakses tempat penyimpanan logistik pemilu tersebut.

Camat Cawas, Sutrisno maupun saksi lain mengaku tak tahu-menahu.
“Belum ada titik terang. Penyelidikan kami lanjutkan dengan mengumpulkan keterangan dari pihak-pihak yang bisa akses ke tempat penyimpanan logistik bilik suara,” ujar Kapolsek Cawas AKP Frans Minarso SH MH mewakili Kapolres Klaten AKBP Tri Warno Atmojo, akhir pekan lalu.
Sejauh ini, aku Frans Minarso, telah menghimpun keterangan Camat Cawas, Sutrisno; tukang kebun kompleks kantor Pemerintah Kecamatan Cawas, Bejo; serta beberapa anggota panitia pemilihan kecamatan (PPK) setempat. Rencananya, polisi akan menambah keterangan dari sejumlah anggota PPK yang belum diperiksa. “Bejo mengaku tidak tahu menahu, begitu juga Camat dan PPK yang sudah dimintai keterangan. Belum ada progres signifikan,” katanya.
Pada bagian lain, Camat Sutrisno menyoroti tidak adanya kerusakan pada pintu maupun jendela rumah dinas (Rumdin) maupun aula kantor pemerintah kecamatan yang merupakan tempat penyimpanan logistik pemilu tersebut. Saat ditanya mengenai kemungkinan pelaku adalah orang dalam yang dapat mengakses secara bebas Rumdin dan aula kecamatan, Sutrisno enggan berspekulasi. “Sudah ditangani polisi, kita tunggu saja kerja mereka. Saya tidak mau berspekulasi,” ucap dia.
Sutrisno mengaku telah dimintai keterangan polisi Rabu (5/8) pekan lalu terkait hilangnya 179 bilik suara pemilu. – Oleh : kur

11 Agustus 2009 Posted by | Cawas, Politik | | 1 Komentar

Puskesmas Cawas rawat 4 pasien kusta

Cawas (Espos) Puskesmas 1 Cawas, Klaten, sejak beberapa bulan terakhir merawat empat orang pasien kusta. Pengobatan penyakit yang pada waktu lalu sangat ditakuti masyarakat itu dilakukan dengan pendekatan multi drug therapy yang direncanakan berlangsung selama 12 bulan sejak dimulainya pengobatan.

Paramedis Puskesmas 1 Cawas, Endang DR saat ditemui wartawan di kantornya, akhir pekan lalu, merasa yakin, keempat penderita kusta tersebut bakal sembuh. ”Sebelumnya sudah ada empat penderita kusta yang menjalani terapi di Puskesmas kami dan saat ini sudah sembuh. Selanjutnya empat penderita kusta yang saat ini masih menjalani pengobatan kami perkirakan juga bakal sembuh,” ujarnya.
Endang menolak membeberkan identitas para pasiennya dengan pertimbangan menjaga psikis mereka. Diingatkannya, saat ini, sebagian masyarakat masih menganggap kusta sebagai penyakit kutukan yang tak tersembuhkan.
Kenyataan itu diakuinya sebagai kendala penanganan kusta di wilayah kerjanya. Masyarakat kerap kali memilih tak memeriksakan atau berobat ke Puskesmas atau rumah sakit apabila menderita gejala kusta. “Pandangan salah itu menjadi kendala bagi kami,” ujarnya.
Endang dalam penyuluhan penyakit kusta di aula Kantor Pemerintah Kecamatan Pedan, belum lama ini. menjelaskan, penyakit kusta dapat dipicu oleh budaya hidup tak sehat seperti tinggal di lingkungan yang kotor. Untuk itu dia mengajak seluruh masyarakat menerapkan pola hidup bersih seperti mengonsumsi air yang sehat, mandi teratur, serta makan makanan sehat.
Seperti diberitakan SOLOPOS (2/6), sembilan warga Kecamatan Pedan sebelumnya sempat dikabarkan terjangkit penyakit penyakit kusta sepanjang tahun 2009 ini. “Apabila tidak diobati, penyakit ini bisa menyebabkan bagian tubuh yang terjangkiti penyakit putus setelah sebelumnya mengalami mati rasa,” kata dokter Puskesmas Pedan, Teguh. – Oleh : kur

10 Agustus 2009 Posted by | Cawas, Kesehatan | , | Tinggalkan komentar

Warga padati arena lomba mancing

Klaten (Espos) Ribuan peserta menghadiri lomba memancing di Dam Tukuman, Cawas, Sabtu (8/8) dan Minggu (9/8).

Lomba mancing yang digelar dan diramaikan oleh Harian Umum SOLOPOS sebagai salah satu pendukung acara itu juga dihadiri Bupati Klaten Sunarna dan Ketua DPRD Klaten Harri Pramono. Salah seorang panitia lomba, Margono mengatakan, lomba digelar dua hari dengan ribuan peserta dari Klaten dan sekitarnya.
Lomba memperebutkan hadiah utama sepeda motor Kawasaki. Pada hari pertama, sepeda motor itu direbut oleh Yosi, warga Tegalpatihan, Bareng, Klaten, dengan berat ikan yang dipancing 3,020 kilogram. ”Hari kedua dimenangkan oleh Suryadi, warga Dukuh Gamelan, Desa Grejeg, Karanganom dengan berat ikan terpancing 3,060 kg. Jenis ikan adalah bawal dan lele. Lomba digelar untuk meramaikan keberadaan sungai setempat,” kata dia. – Oleh : haa

10 Agustus 2009 Posted by | Cawas | , | Tinggalkan komentar