Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten

"Mari kita jalin rasa kekeluargaan diantara kita"

Ngaku TNI AU, Pengangguran Kibuli Pedagang Soto

dok.merdeka.com

dok.merdeka.com

Ilustrasi kriminal

Klaten – Komando Rayon Militer (Koramil) Cawas, Klaten mengamankan Heri Susilo (37), warga Kalideres RT 11 RW 05, Barepan, Cawas mengaku sebagai anggota TNI Angkatan Udara (AU), Sabtu (27/9).

Pelaku merupakan anak pensiunan tentara asal Madiun, Jawa Timur ini ditangkap lantaran telah menipu Sumini (40), warga Gowangsan, Bawak, Cawas, sehari-hari berdagang soto di Desa Tugu, Cawas dengan modus menjanjikan pekerjaan kepada putranya agar menjadi karyawan PT Kereta Api Indonesia (KAI) Madiun.

“Saya kenal korban karena sering nongkrong di warung sotonya selama sebulan terahir ini. Uang korban sebanyak Rp 3,5 juta untuk pelicin kepada salah seorang teman saya yang kerja di KAI Madiun. Ternyata dia sudah keluar kerja, jadi uangnya saya habiskan,” kilah pemuda pengangguran beristrikan seorang pegawai negeri sipil (PNS) di sebuah rumah sakit di Klaten ini.

Sementara Danramil Cawas Kapten Inf Supardi, menjelaskan pelaku ditangkap salah seorang Bintara Pembina Desa (Babinsa) Tugu, dibantu Intel Kodim berkat laporan dari korban di mana telah menyetorkan uang berkali-kali hingga total mencapai Rp 3,5 juta. Pelaku telah mencoreng nama TNI dengan melakukan pemerasan berkedok anggota TNI AU.

“Pelaku bukan anggota TNI. Aksi ini murni kriminal dan sekarang pelaku telah diamankan Polsek Cawas untuk pemeriksaan lebih dalam,” tandas Kapten Inf. Supardi, saat ditemui Timlo.net.

28 September 2014 Posted by | Barepan, Bawak, Tugu | , | Tinggalkan komentar

Klaten Mulai Berlakukan Siaga Darurat Kekeringan

Dok.Timlo.net/ Rori

Dok.Timlo.net/ Rori

Kekeringan di Klaten, petani jual tanah untuk batu bata.

Klaten –  Mulai hari ini, Selasa (16/9), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten memberlakukan status Siaga Darurat Kekeringan menyusul makin sulitnya air bersih di beberapa wilayah di Klaten.

Kepala Pelaksana BPBD Klaten, Sri Winoto mengatakan, Senin (15/9), surat penetapan darurat kekeringan sudah ditandatangi Bupati Klaten. Pasalnya, darurat kekeringan ini terjadi lantaran imbas musim kemarau tahun ini lebih luas dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

“Pada 2013, terdapat 28 desa yang mengalami krisis air bersih. Sedangkan tahun ini meningkat menjadi 34 desa. Desa-desa itu berada di wilayah Kecamatan Kemalang, Jatinom, Manisrenggo, Karangnongko, Tulung, dan Kecamatan Cawas,” urai Sri Winoto, Selasa, (16/9).

Sri Winoto menambahkan, dengan status siaga darurat kekeringan itu, maka BPBD Klaten bisa mengambil tindakan lebih luas, selain rutinitas mendroping air bersih kepada warga.

“Setelah penaikan status ini, kami tidak hanya melakukan pendistribusi air saja, tapi juga melakukan perbaikan sumur maupun pipanisasi terguntung prioritasnya nanti,” tambahnya.

17 September 2014 Posted by | Bencana, Pertanian | , | Tinggalkan komentar