Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten

"Mari kita jalin rasa kekeluargaan diantara kita"

Pemuda Cawas, Klaten Terseret Ombak di Pantai Pulang Sawal

Tepus,(sorotgunungkidul.com)–Hamid Abdullah (22) wisatawan yang berasal dari Desa Karangasem, Cawas, Klaten terseret ombak sejauh 150 meter ke tengah laut di Pantai Pulang Sawal, Tepus, Rabu (09/04/2014). Namun beruntung dirinya berhasil diselamatkan nelayan Pantai Ngandong.

Koordinator SAR Pantai Baron, Marjono menjelaskan, awalnya korban bermain air laut dengan kawan-kawannya. Meski sudah diberi himbauan lewat pengeras suara, namun korban tidak menghiraukan.

“Anggota kita sudah memperingatkan tetapi juga tidak diperhatikan,” katanya.

Menurut Marjono, ketika diperingatkan Hamid justru makin menengah, dan akhirnya terseret ombak hingga 150 meter dari bibir pantai. Tetapi masih beruntung dirinya bisa berenang sehingga mampu bertahan meski terkena hantaman ombak laut.

“Lalu korban yang masih nampak di tengah laut mampu dievakuasi seorang nelayan menggunakan perahu. Dan berhasil diselamatkan lalu dibawa ke tepi pantai untuk mendapatkan perawatan dari tim SAR,” ucapnya.

10 April 2014 Posted by | Karangasem | , | Tinggalkan komentar

Sawah Terendam, Puluhan Petani Desa Karangasem Kebingungan

KLATEN, suaramerdeka.com – Puluhan petani di Desa Karangasem, Kecamatan Cawas kebingungan. Pasalnya, mereka tidak punya uang lagi untuk menanam padi setelah lahan terendam air bah Minggu malam. Singgih, petani Dusun Jonggo, Desa Karangasem mengatakan petani hanya bisa pasrah.” Untuk tanam ulang uangnya dari mana,” katanya, Selasa (8/4).

Menurutnya kerugian petani pada satu petak lahan yang terendam saja sekitar Rp 3 juta. Padahal ada yang punya dua atau tiga petak. Kerugian sejumlah itu dihitung dari biaya olah lahan, benih dan pupuk. Bagi petani perbatasan yang minim penghasilan uang sejumlah itu sangat sulit didapat.

Petani hanya berharap ada bantuan dari pemerintah. Tanpa bantuan petani tidak akan tanam ulang. Bantuan diharapkan langsung ke petani sebab berdasar pengalaman sebelumnya bantuan tidak merata di petani. Bahkan ada yang tidak menerima dan bantuan tidak jelas ke mana.

Toyo, petani lain mengaku pasrah dan tidak akan mampu tanam ulang sebab hanya hidup sendirian dan menggarap sawah sendiri. “Untuk makan saja susah apalagi kalau tanam lagi,” jelasnya.

Terlebih di sawahnya air bah membawa pasir dan ranting pohon. Untuk membersihkan pun dia tidak sanggup dan tanaman padinya yang umur dua pekan dipastikan mati tertimbun pasir.

Air bah itu datang Minggu malam sebab tanggul jebol 25 meter. Jebolan tanggul menyebabkan air menerjang lahan. Kabid tanaman pangan dan hortikultura Dinas Pertanian Pemkab Klaten, Ir Joko Siswanto mengatakan petani bisa mengajukan bantuan dan nantinya akan disampaikan ke pemerintah pusat.

( Achmad Hussain / CN26 / SMNetwork

10 April 2014 Posted by | Bencana, Karangasem | , | Tinggalkan komentar

Ratusan Hektare Sawah Klaten Jadi Danau Dadakan

Salah satu petani memantau kondisi sawah di Desa Karangasem, Kecamatan Cawas, Senin (7/4/2014) pagi. Ratusan hektare sawah di desa setempat terendam karena tanggul Kali Gamping jebol karena tidak kuat menahan derasnya aliran air.  (Shoqib Angriawan/JIBI/Solopos)Salah satu petani memantau kondisi sawah di Desa Karangasem, Kecamatan Cawas, Senin (7/4/2014) pagi. Ratusan hektare sawah di desa setempat terendam karena tanggul Kali Gamping jebol karena tidak kuat menahan derasnya aliran air. (Shoqib Angriawan/JIBI/Solopos)

Solopos.com, KLATEN — Ratusan hektare (ha) lahan pertanian di tiga kecamatan di Klaten mendadak berubah menjadi danau, Senin (7/4/2014). Pasalnya, sejumlah anak Kali Dengkeng di wilayah tersebut meluap hingga membanjiri sawah milik warga pada Minggu (6/4/2014) petang.

Ketiga kecamatan yang lahan pertaniannya terendam air tersebut adalah Cawas, Bayat dan Wedi. Sedikitnya, ada delapan desa di tiga kecamatan yang lahan pertaniannya terendam air. Informasi yang dihimpun Solopos.com, musibah tersebut berawal saat kawasan Klaten dan sekitarnya diguyur hujan lebat sekitar pukul 15.00 WIB. Tingginya intensitas hujan di berbagai wilayah praktis membuat sejumlah anak Kali Dengkeng meluap.

Di Desa Karangasem, Kecamatan Cawas, luapan Kali Gamping bahkan sampai menyebabkan tanggul yang masih terbuat dari tanah jebol. Pantauan Solopos.com di lokasi, Senin, tanggul yang jebol tersebut panjangnya sekitar 30 meter. Akibatnya, lahan pertanian yang ada di sebelah selatan kali berubah menjadi danau karena terendam air. Meski sawah masih terendam, namun puluhan petani tetap bergotong royong membersihkan sampah yang terbawa aliran air.

Salah satu petani dari Dusun Namengan, Desa Karangasem, Harno Suwiryo, 85, mengaku baru selesai menanam padi pada Minggu siang. Namun, sekitar pukul 18.00 WIB, tanggul sudah jebol dan menggenangi sawah seluas 5.400 meter persegi miliknya. “Padahal saya baru selesai menanam padi sekitar pukul 13.00 WIB, namun saat magrib itu tanggulnya jebol dan sawahnya terendam air,” jelasnya kepada wartawan di lokasi, Senin.

Dia pun memastikan ribuan meter persegi tanaman padi miliknya akan mati. “Tanaman padi jelas akan mati kalau terendam air. Apalagi baru beberapa jam selesai ditanam dan sampai Senin belum surut,” katanya. Akibat musibah tersebut, dia memastikan kerugian mencapai sekitar Rp2,2 juta.

Sementara itu, Kepala Desa Karangasem, Surono, mengatakan pada awal tahun ini tanggul di kawasan tersebut telah jebol dua kali. “Pertama, tanggul Kali Gamping tersebut jebol pada akhir Februari. Kemudian, kemarin [Minggu] petang kembali jebol di sebelah timurnya,” katanya kepada wartawan di ruang kerjanya, Senin.

Akibat musibah tersebut, sambung Surono, seluas 100-an Ha lahan pertanian terendam air. “Sekitar 100 Ha lahan pertanian terkena dampak banjir dan kerugian mencapai sekitar Rp300 juta,” imbuhnya.

Sementara, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten, jajaran Kodim, Koramil, Muspika Cawas dan Polsek sudah meninjau lokasi tanggul yang jebol pada Minggu malam. Kepala BPBD klaten, Sri Winoto, mengatakan akan membuat membuat tanggul darurat dari karung sak. “Kami juga berencana mengirimkan logistik untuk kerja bakti pembuatan tanggul darurat,” jelas Sri Winoto.

Tanggul jebol juga terjadi di Desa Jambakan, Kecamatan Bayat. Akibatnya, ratusan hektar sawah juga terendam air. Di Kecamatan Wedi, banjir juga menggenangi ruas jalan alternatif Jogja-Pacitan-Wonogiri yang melintasi Bayat. Bahkan, tidak sedikit pengendara bermotor yang menuntut karena kendaraannya mogok. Pasalnya, ketiggian air mencapai lebih dari 50 cm.

8 April 2014 Posted by | Bencana, Karangasem | , , | Tinggalkan komentar