Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten

"Mari kita jalin rasa kekeluargaan diantara kita"

Tiga tanggul Kali Dengkeng jebol ancam permukiman warga

Klaten (Espos)--Ratusan permukiman dan pertanian warga di Kecamatan Wedi, Gantiwarno dan Cawas Klaten terancam terendam banjir lagi dari luapan Kali Dengkeng.

Penyebabnya, tanggul yang menjadi pertahanan akhir warga telah jebol diterjang hujan deras beberapa waktu lalu.

“Saat ini,warga hanya bisa menutupi dengan pasir yang dibungkus sak secara bergotong royong. Kalau hujan deras kembali terulang, dipastikan jebol lagi,” kata Kepala Kesbangpolinmas Klaten, Sri Winoto kepada Espos di Pemkab Klaten, Selasa (28/9).

Tiga titik tanggul itu berada di Desa Katethekan Gantiwarno dengan kerusakan tanggul sepanjang delapan meter. Tanggul kedua berada di Pesu Wedi dan tanggul ketiga di Bawak Cawas.

Selain jebol, tanggul sepanjang 1 kilometer di Cawas juga sudah tak mampu lagi menampung aliran air sungai ketika turun hujan lantaran tebalnya sedimentasi. Kondisi tersebut membuat aliran sungai melimpas ke persawahan dan permukiman warga.

“Akhirnya, air merendam sawah-sawah, jalan-jalan, serta pasar yang membuat aktivitas pasar lumpuh,” paparnya.

Kepala DPU Klaten, Tajudin Akbar mengaku telah mengalokasikan anggaran senilai Rp 100 juta untuk perbaikan tanggul di Kethekan Gantiwarno.

Namun, tanggul-tanggul lainnya yang berada di Kali Dengkeng, pihaknya meminta keterlibatan Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS).

“Kalau diserahkan semua ke Pemkab, ya kami tak mampu. Harapan kami BBWSBS bisa membantu, sebab sungai itu adalah anak sungai Bengawan Solo,” terangnya.

asa

29 September 2010 Posted by | Bawak, Bencana, Umum | , , | Tinggalkan komentar

IPHI Cawas gelar pamitan calon haji

Klaten (Espos)–Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Cawas menggelar pamitan jemaah calon haji 1431 Hijriah di kecamatan setempat, Sabtu (25/9).

Acara yang menghadirkan pembicara dari Kartasura ustadz Muhadi
tersebut dihadiri oleh 1800-an tamu undangan dari berbagai kalangan.

“Jumlah calon haji dari Cawas mencapai 68 orang. Harapannya, mereka
yang dipanggil ke Tanah Suci itu benar-benar menjadi haji yang
mabrur,” kata Camat Cawas Pri Harsanto kepada Espos, Sabtu.

asa

28 September 2010 Posted by | Umum | , , | Tinggalkan komentar

Gempa, pemudik tewas

Klaten (Espos)–Gempa yang membuat panik warga Klaten, Minggu (12/9) malam, menelan satu korban jiwa, Sumiyo, 40, warga RT 05/ RW II Betro Burikan Cawas Klaten.

Diduga, Sumiyo tewas lantaran mengalami shock ketika gempa menggetarkan rumahnya. “Sebab, sorenya korban sudah diperiksakan ke rumah sakit atas sakit lemah jantungnya. Nah, pas kejadian gempa itulah, diduga korban kaget dan langsung meninggal,” kata Bayan Burikan, Suroyo kepada Espos, Senin (13/9).

Informasi yang dihimpun Espos, Senin, gempa terjadi sekitar pukul 23.30 WIB. Saat kejadian, sebagian besar warga rata-rata sudah terlelap tidur. Guncangan gempa juga sempat dirasakan warga di Klaten Kota. Meski tak besar, namun gempa membuat panik warga hingga berhamburan ke luar rumah.

Suroyo mengungkapkan bahwa saat gempa warga berteriak-teriak dalam kepanikan. Mereka yang terbangun langsung keluar rumah dan membangunkan saudara-saudaranya. “Nah, pada kasus warga kami yang meninggal di tempat tidurnya, saat itu keluarganya tak kepikiran membangunkannya,” paparnya.

Pada saat keluar rumah, kata dia, mereka baru teringat salah satu keluarganya yang menderita sakit lemah jantung. Saat itulah, warga langsung menjenguk ke dalam kamarnya. Namun, kondisi korban tersebut sudah tak bernyawa dengan keringat di sekujur tubuhnya. “Warga sudah mencoba membangunkannya, namun sudah tak bergerak,” paparnya.

Camat Cawas, Pri Harsanto kepada Espos menuturkan bahwa saat itu korban dalam rangka mudik ke rumah orangtuanya, Parto Sular. Kejadian tersebut sudah dilaporkan kepadanya. Senin siang sekitar pukul 14.00 WIB, warga yang tewas tersebut langsung dikebumikan di desa setempat. “Hingga saat ini, penyebab kematian karena korban mengalami sakit lemah jantung. Sehingga, gempa membuatnya kaget dan berujung mati,” terangnya.

asa

16 September 2010 Posted by | Bencana, Burikan | , | Tinggalkan komentar