Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten

"Mari kita jalin rasa kekeluargaan diantara kita"

Kios Fotocopy Sumber Ilmu Cawas Ludes Terbakar

Sumber ilmu terbakarRori – Timlo.net

Klaten — Sebuah kios fotocopy yang berlokasi di Dusun Brangkal, Desa Barepan, Kecamatan Cawas, Klaten, Kamis (26/9) malam terbakar. Dalam waktu sekitar 1 jam sijago merah langsung membakar kios yang berlokasi di sebelah timur lapangan Barepan itu.

Menurut Kapolsek Cawas, AKP Frans Minarso, peristiwa kebakaran terjadi sekitar pukul 20.30 WIB. Kebakaran kali pertama diketahui Hardi Mulyono (60) warga Noyotrunan, Cawas, yang juga mengontrak di kios
tersebut.

“Begitu melihat api keluar dari bagian dapur, saksi terkejut dan langsung keluar kios untuk meminta pertolongan. Api baru bisa dipadamkan atas bantuan tiga unit mobil pemadam kebakaran (PMK) yang datang ke TKP,” ungkap AKP Frans Minarso kepada Timlo.net, Jumat (27/9).

Akibat kebakaran itu, pemilik Kios Sumber Ilmu, Sidik Harso Purnomo, warga Ngemplak, Tambak Boyo, Pedan menderita kerugian lebih dari Rp 300 juta. Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran itu, sedangkan penyebab kebakaran masih diselidiki petugas.

28 September 2013 Posted by | Barepan, Bencana | , | Tinggalkan komentar

Kios Penjual Miras di Kompleks Terminal Cawas Digerebeg Polisi

Dok.Timlo.net/ Rori

Dok.Timlo.net/ Rori
Miras.

Klaten — Sebuah kios kelontong penjual minuman keras (miras) milik Sri Sayekti (51) yang berlokasi di kompleks terminal Cawas, Klaten berhasil digerebeg petugas Satreskrim Polres Klaten. Dari kios milik warga Dusun Noyotrunan, Desa Cawas, Kecamatan Cawas itu polisi berhasil mengamankan puluhan botol miras dari berbagai merk, diantaranya Topi Miring dan miras oplosan.

Kapolres Klaten AKBP Nazirwan Adji Wibowo melalui Kasubag Humas AKP Sugiyanto mengungkapkan, penggerebegan kios penjual miras di Cawas bermula pada Senin (23/9) sore, petugas yang mendapat informasi toko milik pelaku menjual Miras langsung melakukan penggerebegan.

“Dari keterangan warga, petugas kemudian melakukan penyelidikan dan malamnya langsung dilakukan penggerebekan,” ungkap Sugiyanto kepada Timlo.net, Selasa (24/9).

Awalnya pemilik kios sempat mengelak namun setelah digeledah ditemukan puluhan botol Miras. Antara lain delapan botol Miras oplosan, satu botol Miras jenis ciu, 20 botol Topi Miring warna biru ukuran satu liter, 11 botol merk Topi Miring warna merah ukuran satu liter, dan 28 merk Topi Miring ukuran setengah liter.

Semua barang bukti saat ini diamankan di Mapolres Klaten dan tersangka pemilik kios diperiksa di Mapolres. Akibat perbuatannya, pemilik kios bakal dijerat dengan Perda 28/ 2002 tentang Minuman Beralkohol.

25 September 2013 Posted by | Cawas, Kriminalitas | , , , , , , | Tinggalkan komentar

Kawal Penanganan Kasus, Warga Gombang Grudug Polsek Trucuk

Rori – Timlo.net

Klaten — Puluhan warga Desa Gombang, Kecamatan Cawas, Klaten, Selasa (27/8) sore mendatangi Mapolsek Trucuk. Warga mendesak polisi segera menangkap pelaku pembacokan salah satu tetangganya, Febri (22) pekan lalu.

“Pelakunya sudah jelas identitasnya, kenapa polisi hingga kini belum menangkapnya,” ujar salah seorang warga yang enggan disebut namanya kepada Timlo.net.

Warga datang ke Mapolsek Trucuk dengan sepeda motor dan mobil. Kedatangan warga untuk mengawal kasus penganiayaan sampai selesai.
Kades Gombang, Kecamatan Cawas, Timbul Cahyono yang ikut mendampingi warga mengungkapkan pihaknya akan mengawal kasus itu sampai tuntas.

“Warga datang untuk memberikan dukungan moral kepada aparat keamanan agar proses hukum kasus itu dituntaskan. Warga datang tidak untuk demo tetapi sekadar menuntut hak atas keadilan,” tandas Timbul.

Timbul menambahkan Pemerintah desa tetap menghimbau kepada warga untuk tetap mempercayakan penanganan masalah itu pada proses hukum. Warga diminta tidak berbuat main hakim sendiri dan tetap menjunjung tinggi aturan hukum negara.

Menanggapi kedatangan warga, Brigadir Sugino mewakili Kapolsek Trucuk AKP Teguh Yuwono menyatakan, kasus penganiayaan yang dipersoalkan warga sudah ditangani serius.

“Kasus itu sudah menjadi prioritas penanganan polisi. Beberapa saksi sudah dimintai keterangan dan pelaku terus kami buru,” ungkap Sugino.

25 September 2013 Posted by | Gombang, Kriminalitas | Tinggalkan komentar

Turnamen Sepak Bola Matador Cup 2013

Turnamen Sepak Bola

Matador Cup 2013

28 September 2013 – 13 Oktober 2013

di Lapangan Desa Cawas

 

Matador Cup

Harga Tiket Masuk :

Penyisihan : Rp. 2000,-

Semifinal : Menyusul

Final : Menyusul

 

Tiket Terusan : Rp. 20.000,- (Bisa Free Sampai Final)

24 September 2013 Posted by | Cawas, Sepakbola | , , , | Tinggalkan komentar

CAWAS TRAIL ADVENTURE-Serunya Ngetrail di Kali Dengkeng Klaten

Pereli dari C-Trax beraksi di Kali Dengkeng, Plosowangi, Cawas yang mengering, Jumat (20/9/2013) sore. Aksi nekat komunitas pencinta motor trail dari Cawas itu menjadi tontonan gratis warga setempat. (Shoqib Angriawan/JIBI/Solopos) Pereli dari C-Trax beraksi di Kali Dengkeng, Plosowangi, Cawas yang mengering, Jumat (20/9/2013) sore. Aksi nekat komunitas pencinta motor trail dari Cawas itu menjadi tontonan gratis warga setempat. (Shoqib Angriawan/JIBI/Solopos)

Ratusan orang tampak berkerumun di sekitar talut Kali Dengkeng yang ada di Tukuman, Desa Plosowangi, Kecamatan Cawas, Klaten, Jumat (20/9/2013) sore.  Bahkan, puluhan pengendara motor yang melintas di jembatan  Kali Dengkeng pun ikut berhenti. Mereka penasaran pada apa yang ada di dasar Kali Dengkeng yang tengah kering.

Sementara, di dasar kali tersebut terdengar  suara puluhan sepeda motor yang menderu. Keringnya Kali Dengkeng dimanfaatkan oleh C-Trax (Cawas Trail Adventure), sebuah komunitas pencinta motor trail dari Cawas. Masyarakat benar-benar dibuat kagum dengan aksi kreatif para pecinta motor trail tersebut.

Biasanya Kali Dengkeng nyaris banjir saat musim penghujan dan kering saat musim kemarau. Namun di musim kemarau ini Kali Dengkeng benar-benar banjir. Bukan banjir karena air namun motor trail yang memenuhi Kali Dengkeng sejak pukul 15.00 WIB.

Nge-trail di Kali Dengkeng semakin seru saat komunitas tersebut membuat lintasan menyerupai sirkuit yang sebenarnya. Mereka mengenakan peralatan  sesuai  standar.  Para pereli itu juga tampak berkendara di antara tumpukan sampah di sungai tersebut.

Koordinator Humas, C-Trax, Margono, mengatakan nge-trail di dasar Kali Dengkeng tersebut baru kali pertama. Pihaknya sengaja memanfaatkan lahan yang kosong yang ada di Kali Dengeng yang sudah mengering. Sebab, selama ini di Cawas memang belum ada sirkuis khusus bagi motor trail.

“Di Cawas belum punya sirkuit, makanya kami gunakan Kali Dengkeng yang mengering sebagai sirkuit. Biasanya, kami latihan di Jombor, Bayat dan Gunung Gajah,” kata Margono kepada wartawan di lokasi, Jumat.

Selain untuk menyalurkan hobi, sambungnya, olahraga ekstrem tersebut juga bisa menjadi hiburan gratis untuk masyarakat. Rencananya, latihan nge-trail rutin digelar setiap Jumat sore. Latihan digelar sepanjang Kali Dengkeng belum terisi air.  Sementara, salah satu warga Cawas, Qhoiruddin, 26, mengaku terkesan dengan aksi nekat para pencinta motor trail tersebut. “Nekat sekali mereka nge-trail di Kali Dengkeng, tapi idenya benar-benar kreatif dan sangat menghibur,” jelasnya kepada Solopos.com.

Dari Gunung, Turun Ngetrail ke Kali Dengkeng

Rori – Timlo.net
Dok.Timlo.net/ Rori

Dok.Timlo.net/ Rori
Komunitas C-Trax ngetrail di kali dengkeng.
 Klaten — Kekeringan ternyata tidak selalu identik dengan bencana, terbukti di wilayah Cawas, Klaten para pecinta motor trail justru memanfaatkan alur sungai yang mengering sebagai sirkuit latihan balapan. Hampir setiap sore alur Kali Dengkeng yang berada di bawah Dam Tukuman Plosowangi, Cawas selalu digunakan sebagai ajang latihan Komunitas C-Trax (Cawas Trail Adventure).

Dengan memanfaatkan alur sungai terbesar di Klaten yang sudah mengering akibat musim kemarau, puluhan pecinta motor trail C-Trax menggelar latihan. Lintasan sirkuit dibuat di dasar sungai dengan lebar sekitar 80 meter dengan kedalaman hingga 10 meter itu.

Kondisi dasar Kali Dengkeng yang tidak rata dan sebagian masih terdapat genangan airnya itu membuat latihan semakin seru. Para peserta latihan balapan terus menggeber motornya dengan menerjang semua medan yang ada.
Yang menarik, meski hanya latihan namun balapan yang digelar didasar Kali Dengkeng itu terbukti bisa menyedot ratusan warga untuk ikut berjubel menyaksikan aksi para crosser di sepanjang pinggir sungai.

Humas C-Trax, Margono mengungkapkan, Latihan di alur Kali Dengkeng sengaja dilakukan untuk memanfaatkan kondisi sungai yang kering saat kemarau.

“Biasanya kami latihan di daerah pegunungan maupun perbukitan namun karena kebetulan saat ini alur Kali Dengkeng kering maka kita manfaatkan sebagai ajang latihan, sekaligus untuk memberikan tontotan gratis kepada masyarakat di Cawas,” ujar Margono kepada Timlo.net, Minggu (22/9).

Latihan seperti ini hampir terus dilakukan setiap sore sejak aliran Kali Dengkeng mengering. Selain murah, karena tidak perlu membuat gundukan tanah, balapan di dasar sungai yang mengering dinilai lebih aman karena para penontonnya berada di atas sungai sehingga tidak khawatir bisa tertabrak peserta balapan.

22 September 2013 Posted by | Hiburan, Plosowangi | , , , | 3 Komentar