Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten

"Mari kita jalin rasa kekeluargaan diantara kita"

Longsor, Batu Sebesar Rumah Intai 15 Warga

warga memantau batu seukuran rumah yang longsor dari tebing kapur setinggi 100-an meter, Kamis (16/1). Kondisi itu mengancam keselamatan 15 warga Mundon, Burikan, Cawas yang tinggal di bawah bukit itu. (JIBI/Solopos/Ashoquib Angriawan)

warga memantau batu seukuran rumah yang longsor dari tebing kapur setinggi 100-an meter, Kamis (16/1). Kondisi itu mengancam keselamatan 15 warga Mundon, Burikan, Cawas yang tinggal di bawah bukit itu. (JIBI/Solopos/Ashoquib Angriawan)

Shoqib Angriawan/JIBI/Solopos |

Solopos.com, KLATEN — Batu sebesar rumah longsor dan menggelinding dari tebing kapur di perbatasan Gunung Kidul-Klaten. Akibatnya, batu yang sangat besar itu mengancam keselamatan 15 warga Mundon, Burikan, Cawas, yang tinggal di bawah bukit.

Pantauan Solopos.com di lokasi, batu yang longsor itu memiliki panjang sekitar 8 m dan tinggi lebih dari 3 m. Batu yang jatuh dari tebing kapur setinggi 100-an m itu berhenti di balik rimbunnya semak-semak. Jarak batu yang longsor dengan rumah warga sekitar 300 meter. Kondisi tersebut membuat warga was-was karena sewaktu-waktu batu kembali meluncur dan mengancam keselamatan warga.

Sementara itu, tampak retakan-retakan di atas bukit. Kondisi itu memunculkan kekhawatiran terjadinya longsor batu susulan. Salah satu warga setempat, Sugino, 40, mengatakan batu seukuran rumah itu longsor sejak pertengahan Desember lalu. Batu tersebut longsor saat hujan deras mengguyur kawasan Cawas dan sekitarnya selama tiga hari berturut-turut. “Rasanya was-was saat hujan karena batu bisa longsor kapan saja,” ungkapnya kepada wartawan di lokasi, Kamis.

Bersama puluhan warga lain, sambungnya, dia siap mengungsi jika kondisi benar-benar dalam bahaya. Pihaknya berharap agar pemerintah di dua kabupaten tersebut segera bertindak sebelum ada korban jiwa.

Sementara itu, Kepala Desa Burikan, Cawas, Maryadi, mengatakan ada delapan rumah warga yang terancam tertimpa batu yang longsor itu. “Delapan rumah itu dihuni sekitar 18 orang. Keselamatan belasan warga itu kini terancam,” paparnya kepada wartawan di lokasi, Kamis.

Dia mengaku khawatir saat terjadi hujan lebat. Pasalnya, batu biasanya bergerak karena tanah dibawahnya cukup labil. Pihaknya meminta agar pemerintah segera bertindak.

18 Januari 2014 - Posted by | Bencana, Burikan | ,

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: