Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten

"Mari kita jalin rasa kekeluargaan diantara kita"

Kawal Penanganan Kasus, Warga Gombang Grudug Polsek Trucuk

Rori – Timlo.net

Klaten — Puluhan warga Desa Gombang, Kecamatan Cawas, Klaten, Selasa (27/8) sore mendatangi Mapolsek Trucuk. Warga mendesak polisi segera menangkap pelaku pembacokan salah satu tetangganya, Febri (22) pekan lalu.

“Pelakunya sudah jelas identitasnya, kenapa polisi hingga kini belum menangkapnya,” ujar salah seorang warga yang enggan disebut namanya kepada Timlo.net.

Warga datang ke Mapolsek Trucuk dengan sepeda motor dan mobil. Kedatangan warga untuk mengawal kasus penganiayaan sampai selesai.
Kades Gombang, Kecamatan Cawas, Timbul Cahyono yang ikut mendampingi warga mengungkapkan pihaknya akan mengawal kasus itu sampai tuntas.

“Warga datang untuk memberikan dukungan moral kepada aparat keamanan agar proses hukum kasus itu dituntaskan. Warga datang tidak untuk demo tetapi sekadar menuntut hak atas keadilan,” tandas Timbul.

Timbul menambahkan Pemerintah desa tetap menghimbau kepada warga untuk tetap mempercayakan penanganan masalah itu pada proses hukum. Warga diminta tidak berbuat main hakim sendiri dan tetap menjunjung tinggi aturan hukum negara.

Menanggapi kedatangan warga, Brigadir Sugino mewakili Kapolsek Trucuk AKP Teguh Yuwono menyatakan, kasus penganiayaan yang dipersoalkan warga sudah ditangani serius.

“Kasus itu sudah menjadi prioritas penanganan polisi. Beberapa saksi sudah dimintai keterangan dan pelaku terus kami buru,” ungkap Sugino.

25 September 2013 Posted by | Gombang, Kriminalitas | Tinggalkan komentar

Pukul Siswa, Guru SMPN 2 Cawas Digeruduk Warga

Klaten – Puluhan warga asal Dukuh Gombang Alas, Desa Gombang, Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten, Kamis (11/10), menggeruduk SMPN 2 Cawas. Mereka memprotes kasus pemukulan yang dilakukan Sumhaji, guru setempat terhadap siswanya, Riyanto (14) warga Gombang.

“Kami sebagai pihak keluarga korban minta oknum guru itu (Sumhaji) untuk bertanggungjawab. Sebab, atas pemukulan itu kini Riyanto masih shock,” teriak Sri Mulyono, salah satu warga yang tidak terima.

Aksi ini mereda setelah keluarga korban melakukan dialog dan mediasi dengan pihak sekolah, Pemerintah Desa Gombang dan aparat Polsek Cawas. Dalam mediasi itu dipimpin langsung Kapolsek Cawas, AKP Frans Minarso.

Kepala SMPN 2 Cawas, C Anjar Nawangsih melalui Wakil Kepala, Sunarno, membenarkan atas prilaku kekerasan yang dilakukan oleh salah satu guru sekolahnya.

“Kami tadi sudah melakukan dialog dan mediasi dengan ibu kandung Riyanto, Ny Sumiyati. Dalam mediasi itu disepakati diselesaikan secara kekeluargaan dengan menandatangani surat perjanjian,” jelas Sunarno.

Sunarno mengatakan, dalam surat perjanjian itu berisi bahwa Sumhaji siap untuk tidak mengulangi perbuatannya. Termasuk siap membiayai kesembuhan Riyanto yang mengalami sakit dibagian telinga dan mata akibat dipukul.

“Surat pernyataan ini ditandatangani oleh Kepala SMPN 2 Cawas, C Anjar Nawangsih, Sumhaji, Riyanto dan Kepala Desa Gombang, Timbul Cahyono,” jelas Sunarno.

Sebelumnya, kasus pemukulan itu terjadi pada 26 September 2012. Saat itu Sumhaji yang sedang mengisi mata pelajaran IPA di kelas IX jengkel terhadap Riyanto yang ramai di dalam kelas.

Berulang kali Sumhaji menegurnya, namun tidak digubris oleh Riyanto. Hal itu membuat Sumhaji kesal yang langsung mendatangi Riyanto dan memukulnya. Akibat pemukulan itu Riyanto menderita sakit di bagian telinga dan mata.

13 Oktober 2012 Posted by | Gombang | | Tinggalkan komentar

Puluhan Hektar Sawah Terendam Banjir

TERENDAM, Puluhan hektar sawah di Desa Gombang, Kecamatan Cawas, Klaten terendam banjir setelah wilayah itu diguyur hujan deras, Sabtu sore (7/1).

Klaten – Hujan yang mengguyur Kabupaten Klaten, Sabtu sore (7/1), menyebabkan ratusan rumah dan puluhan hektar sawah di Kecamatan Cawas terendam banjir.

Hujan deras selama kurang lebih lima jam itu menyebabkan lima titik tanggul di sepanjang Sungai Mlese, Desa Gombang jebol. Akibatnya air meluap hingga ke pemukiman warga. Banjir setinggi lutut orang dewasa itu juga menggenangi komplek sekolahan.

Hujan deras sejak Sabtu sore itu mulai merendam rumah penduduk sekitar pukul 20.00 WIB. Belum ada laporan adanya korban jiwa dalam kejadian ini, namun hingga Minggu dinihari (8/1) air yang dibawa banjir masih meredam sebagian rumah penduduk dan jalanan.

Menurut Camat Cawas, Pri Harsanto, banjir seperti ini memang selalu terjadi apabila turun hujan lebat dan berlangsung lama, karena permukaan air Sungai Mlese hampir sejajar dengan daratan. “Setiap kali hujan mengguyur lama, beberapa titik di wilayah Cawas pasti terendam air banjir,” katanya.

Dari : http://sosial.timlo.net/baca/6213/puluhan-hektar-sawah-terendam-banjir

_

_

3 Januari 2012 Posted by | Gombang | , , | 4 Komentar

Kades Urunan Tambal Jalan

MASALAH kerusakan jalan sering muncul, di Klaten, terutama pada saat musim hujan. Di daerah ini terdapat 75 kilometer ruas jalan yang pemeliharaannya berada di kewenangan Pemprov . Satu ruas jalan berada di wilayah barat, menghubungkan Kabupaten Klaten dengan Kabupaten Boyolali. Ruas jalan sepanjang sekitar 40 kilometer itu melintasi Kecamatan Klaten Utara, Ngawen, Jatinom dan Kecamatan Tulung sebelum tersambung dengan Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali.

Di ruas timur, terdapat ruas sepanjang sekitar 35 kilometer di Jl Raya Cawas-Gunung Kidul. Ruas jalan tersebut mencakup Kecamatan Pedan dan Cawas, berakhir di persimpangan Jenthir menuju ke Kabupaten Sukoharjo dan Gunung Kidul, DI Yogyakarta.
Berbeda dari ruas jalan Yogyakarta – Solo, yang setiap ada satu lubang selalu cepat diperbaiki.  Dua ruas jalan itu rentan rusak setiap waktu.

Kerusakan jalan di dua ruas itu yang paling klasik terjadi di ruas jalan Klaten-Boyolali. Setiap usai direhab, kerusakan kembali terjadi. Bertahun-tahun, mulai Kecamatan Jatinom sampai Tulung, aspal di jalur tersebut rentan mengelupas dan berubah menjadi jebakan maut yang siap memangsa korban. Puluhan bahkan mungkin ratusan lubang terbentuk setahun terakhir. Apa sebab? Faktor musim sebenarnya tidak terlalu berpengaruh. ”Yang paling banyak karena dilalui kendaraan galian C. Sebab setiap hari ada ratusan truk,” ungkap Sriyono, warga Tulung.

Menurut dia, belasan bahkan mungkin puluhan korban sudah jatuh sebab mayoritas jalur itu minim penerangan.
Makin Parah Saat kerusakan di ruas barat belum terurai, kerusakan menjalar ke jalur perbatasan sisi timur. Ruas jalan sejak Desa Gombang sampai Jentir, Kecamatan Cawas semakin hari semakin parah. Air selalu menggenang saat hujan datang ditimpuki banyaknya truk pasir ke arah Kabupaten Sukoharjo dan Wonogiri yang melintas menyebabkan jalan amburadul. Lubang dengan kedalaman lima sentimeter sampai 15 sentimeter menjadi pemandangan biasa.

Warga yang jengkel pun nekat. Terakhir Rabu, (16/2) warga menanam pisang di depan rumah anggota DPRD Jateng di Desa Gombang, Kecamatan Cawas. Bukan tanpa alasan, sebab sudah menyebabkan korban tewas. Sehari setelah itu, delapan kepala desa yang dilintasi jalur itu ramai-ramai menambal lubang jalan sebagai bentuk keprihatinan. Kades Barepan, Kecamatan Cawas, Sunarto mengaku jengkel dengan kerusakan jalan itu.

Menurut Sunarto, sebagai bentuk kepedulian, karena Pemrpov tidak kunjung merehab, kades-kades di sepanjang jalur itu berswadaya membeli pasir dan tanah uruk untuk menambal lubang jalan. Kerusakan jalur itu, menurutnya, bukan tidak dilaporkan.

Kerusakan itu, menurut Sekretaris Komisi III DPRD  Klaten, Edi Sasongko sedikit banyak sudah mempengaruhi ekonomi warga.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Pemkab Klaten, Ir Tajudin Akbar, mengatakan Pemkab tidak memiliki kewenangan menangani dua ruas tersebut. Kewenangan Pemkab hanya sebatas melaporkan kerusakan.  (Achmad Hussain-24) Suara Merdeka

26 Februari 2011 Posted by | Barepan, Cawas, Gombang, Umum | , | Tinggalkan komentar

Banjir bandang, 19 desa di Klaten terendam

Klaten (Espos)--Banjir bandang kembali menerjang Kota Klaten tepatnya di Kecamatan Cawas, Selasa (9/11) malam. Sedikitnya 19 desa dari 20 desa terendam banjir berikut lahan pertanian warga.

Hingga berita ini diturunkan, Rabu (10)/11) pagi ini belum ada laporan korban jiwa, namun kerugian ditaksir mencapai Rp 1,4 miliar. Banjir juga membuat lumpuh sejumlah aktivitas warga dan pendidikan sekolah.

Berdasarkan pantauan Espos sejumlah ruas jalan hingga Rabu pagi masih tergenang lumpur. Begitu pun Kantor Puskesmas Kecamatan Cawas juga masih tergenang air setinggi lutut. Sedangkan, kantor Kecamatan Cawas juga bernasib sama. Meski hanya tergenang air setinggi mata kaki, namun membuat aktivitas pelayanan masyarakat menjadi kacau balau.

Camat Cawas, Ir Pri Harsanto menjelaskan, banjir terjadi sekitar pukul 20.00 WIB. Saat itu, hujan deras disertai angin kencang dan petir mengggelegar membuat warga ketakutan. Salah satu anak sungai Bengawan Solo, yakni Kali Dengkeng yang melintasi Kecamatan Cawas mendadak bergemuruh dan meluberkan air ke segala penjuru arah.

Belasan titik tanggul di sepanjang Kali Dengkeng jebol, dam-dam pengatur air juga tersumbat aneka bambu dan pohon yang tumbang. “Lahan pertanian warga kami ludes. Hanya satu desa yang aman, yakni di Desa Bogor karena lokasinya di atas. Namun, yang lainnya hancur,” katanya kepada Espos.

Pri mendesak kepada pemerintah pusat agar segera turun tangan dan membereskan Kali Dengkeng. Sebab, kondisinya selama ini sudah tak mampu lagi untuk menampung air dalam skala yang tak seberapa besar.

Berikut sejumlah dusun yang ludes diterjang banjir:
1.      Dukuh Mangkan
2.      Dukuh Gonalan
3.      Dukuh Krajekan
4.      Dukuh Toprayan
5.      Dukuh Kauman
6.      Desa Barepan
7.      Dukuh Baran
8.      Desa Bendungan
9.      Desa Gombang
10.     Desa Mlese
11.     Desa Kedungampel
12.     Desa Karangasem
13.     Dukuh Jonggo
14.     Desa Japanan
15.     Desa Balak
16.     Desa Tirtomnarto
17.     Desa Pakisan
18.     Desa Kedungampel ….(2x ditulis)
19.     Desa Nanggulan

asa

15 November 2010 Posted by | Balak, Baran, Barepan, Bawak, Bencana, Bendungan, Bogor, Burikan, Cawas, Gombang, Karangasem, Kedungampel, Mlese, Nanggulan, Pakisan, Tirtomarto | , , | Tinggalkan komentar