Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten

"Mari kita jalin rasa kekeluargaan diantara kita"

Kualitas Raskin Klaten Mirip Makanan Ternak

Indratno Eprilianto – Timlo.net

Klaten – Warga Desa Mlese, Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten mengeluhkan kualitas beras untuk masyarakat miskin (Raskin) yang mereka terima. Raskin itu hancur layaknya makanan ternak.

Hanya saja para penerima Raskin ini tidak mau dimintai keterangan lantaran takut namanya bakal dicoret dari daftar rumah tangga sasaran (RTS) penerima Raskin. Mereka hanya menyampaikan keluhannya kepada wakil rakyat sambil memberikan sedikit sampel Raskin yang mereka terima.

“Warga mengeluh jika beras Raskin yang diberikan kualitasnya sangat buruk. Bahkan hampir seluruh berasnya hancur tidak ada yang utuh. Selain itu, baunya juga kurang enak, mirip makanan ternak,” ujar Hartini, anggota DPRD Klaten, Senin (13/2), menirukan keluhan warga.

Sementara itu, menanggapi adanya kualitas Raskin yang buruk, pihak Badan Urusan Logistik (Bulog) Klaten menyatakan sudah menarik sekitar 6 ratusan kwintal Raskin yang belum disalurkan ke warga.

Hanya saja pihak Bulog kesulitan untuk melakukan penggantian Raskin yang sudah terlanjur dibagikan kepada warga miskin tersebut.

“Namun kami siap melakukan penggantian jika warga bersedia mengembalikan Raskin yang rusak ke Bulog,” ujar Kepala Bulog 301 Klaten Birowo.

Untuk mengantisipasi agar kejadian serupa tidak terulang, pihak Bulog menghimbau kepada setiap satuan tugas (Satgas) yang bertugas menyalurkan Raskin kepada warga agar selalu teliti memeriksa kualitasnya. “Jika ditemukan Raskin yang rusak diminta segera dikembalikan ke Bulog agar dilakukan penggantian,” imbuh Birowo.

13 Februari 2012 Posted by | Mlese | | Tinggalkan komentar

JATAH RASKIN: Kualitas Buruk, 235 Sak Raskin Dikembalikan

KLATEN-Kualitasnya buruk, sebanyak 235 sak atau 3,525 ton beras untuk warga miskin (Raskin) di Desa Tugu, Kecamatan Cawas, Klaten terpaksa dikembalikan ke Gudang Bulog 301 Klaten.

Koordinator Satgas Raskin Kecamatan Cawas, Yulianto kepada Espos, Senin (13/2/2012), mengatakan Raskin di Desa Tugu dibagikan kepada rumah tangga miskin (RTM) pada Kamis (9/2) lalu. Pmbagian Raskin itu diwarnai protes warga karena kualitasnya lebih buruk dari biasanya. Oleh sebab itu, 235 sak Raskin itu akhirnya dikembalikan ke Gudang Bulog 301 Klaten pada Jumat (10/2).

“Raskin itu kelas medium sehingga kualitasnya memang tidak terlalu baik. Memang ada campuran menir sekitar 20%. Sebenarnya masih layak konsumsi, tetapi warga tidak mau menerima Raskin itu dan meminta dikembalikan ke Gudang Bulog 301 Klaten,” ujar Yulianto.

Lebih lanjut, Yulianto menjelaskan, warga ingin mengonsumsi sendiri Raskin tersebut. Oleh sebab itu, mereka tidak mau menerima Raskin yang memiliki campuran menir cukup tinggi. Menurutnya, pihak Gudang Bulog 301 Klaten tidak keberatan untuk mengganti Raskin dengan kualitas yang lebih baik.
“Setelah dikembalikan, Raskin itu diganti dengan kualitas yang lebih baik pada hari itu juga,” terang Yulianto.

Yulianto menambahkan, pembagian Raskin di Desa Cawas juga diwarnai protes warga dengan keluhan yang sama. Akan tetapi, Raskin di Desa Cawas sudah terlanjur dibagikan kepada RTM sehingga pihaknya tidak bisa menukarkannya ke Gudang Bulog 301 Klaten.

Sebenarnya pihaknya sudah memberikan surat edaran kepada Satgas Raskin di tingkat desa agar melaporkan jika Raskin berkualitas buruk. Ditegaskan olehnya, selama belum dibagikan ke warga, Raskin tersebut masih bisa ditukar ke Gudang Bulog 301 Klaten.

Ditemui di kantornya, Kasubbag Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Perindagkop) Bagian Perekonomian, Sekretariat Daerah (Setda) Klaten, Sri Hadi mengaku sudah melakukan klarifikasi kepada pengelola Gudang Bulog 301 Klaten terkait buruknya kualitas Raskin yang dibagikan kepada RTM di Desa Tugu.

Menurutnya, rendahnya kualitas Raskin tersebut merupakan kesalahan dari rekanan pengadaan beras dari Gudang Bulog 301 Klaten. “Surat teguran sudah disampaikan kepada rekanan itu. Kami berharap, kejadian serupa tidak terulang,” kata Sri Hadi. JIBI/SOLOPOS/Moh Khodiq Duhri

13 Februari 2012 Posted by | Tugu | | Tinggalkan komentar

Tiga Kades di Klaten tilep dana Raskin

Klaten (Espos)–Tiga kepala desa (Kades) di Klaten kembali bikin geram warga miskin di wilayahnya. Persoalannya, dana Raskin yang telah dibayar warganya itu bukannya disetor ke Bulog, melainkan malah diselewengkan untuk kepentingan pribadi.

“Petugas kami  sudah ngecek ke lapangan. Ternyata, uang Raskin-nya malah dipakai Kades setempat untuk kepentingan pribadi,” kata Kasubagkop Perindakop Bagian Perekonomian Setda Klaten, Srihadi kepada wartawan di ruang kerjanya, Rabu (29/12).

Akibatnya, uang Raskin di tiga wilayah tersebut hingga akhir tahun 2010 ini tak kunjung masuk. Padahal, jika uang Raskin telat dibayar maka risikonya Raskin tak kan terkirim ke daerah sebagai sanksinya. “Semestinya sejak pertengahan November lalu dibayar. Tapi hingga akhir tahun ini, belum juga masuk. Nanti warga miskin juga yang kena imbasnya,” paparnya.

Uang Raskin yang belum disetor tersebut berada di Desa Bawak, Kecamatan Cawas senilai Rp 12,6 juta. Selanjutnya di Desa Jetis dan Desa Kanoman, Karangnongko masing-masing senilai Rp 2 juta dan Rp 2,2 juta. “Kami sudah minta masing-masing camatnya untuk menegur. Ada yang membayar, namun tiga desa tersebut masih belum setor,” katanya.

Camat Cawas, Ir Priharsanto kepada Srihadi melalui pesan pendeknya mengaku siap menindaklanjutinya. “Ok. Siap ditindaklanjuti,” kata Priharsanto setelah menerima laporan bahwa di desanya ada yang tak kunjung membayar Raskin.

Menurut Srihadi, sebenarnya pihaknya kerap memberikan penyuluhan tentang pentingnya kesadaran membayar Raskin sesuai waktu. Namun, setelah warganya disiplin membayar, justru Kades-nya yang menyelewengkan. “Kami sudah mengecek ke lapangan, dan tak ada warga miskin yang menunggak. Persoalannya, justru uang yang telah dibayarkan malah tak kunjung disetor,” paparnya.

Sesuai aturan, kata Srihadi, tenggat waktu pembayaran Raskin ialah tujuh hari setelah penyaluran Raskin. Dan setiap penyetoran Raskin, katanya, ialah di awal bulan. “Untuk Raskin yang nunggak itu ialah Raskin bulan November dan Desember,” paparnya.

asa

30 Desember 2010 Posted by | Bawak, Korupsi | , , | 2 Komentar