Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten

"Mari kita jalin rasa kekeluargaan diantara kita"

Pemcam Cawas gelar sosialisasi pendataan keluarga

(Solopos.com)–Pemerintah Kecamatan (Pemcam) Cawas, Klaten menggelar sosialisasi pendataan keluarga di aula kecamatan setempat, Selasa (19/7/2011).

Camat Cawas, Pri Harsanto kepada Espos mengatakan kegiatan itu dihadiri sekitar 25 warga. Sosialisasi pendataan keluarga itu dilakukan oleh petugas penyuluh keluarga berencana (PLKB) dan petugas pembantu keluarga berencana (PPKB).

“Melalui kegiatan ini, kami berharap bisa terwujud data keluarga dengan lebih akurat dan valid seperti jumlah anggota keluarga, jumlah peserta KB, jumlah peserta keluarga sejahtera (KS), demografi, dan lain-lain,” kata Pri Harsanto.

(mkd)

21 Juli 2011 Posted by | Umum | , , , | Tinggalkan komentar

Kemarau, lahan pertanian 8 kecamatan di Klaten alami kekeringan

Klaten (Solopos.com)–Memasuki musim kemarau, lahan pertanian pada delapan kecamatan di Klaten mengalami kekeringan.

Kepala Bidang (Kabid) Tanaman Pangan dan Holtikultura Dinas Pertanian Klaten, Wahyu Prasetyo menyatakan petani yang berada di delapan kecamatan itu diminta melakukan antisipasi dini mencegah ancaman kekeringan tersebut.  Delapan kecamatan terdapat di Kecamatan Manisrenggo, Prambanan, Gantiwarno, Wedi, Bayat, Karangdowo, Cawas, dan Pedan.

Wahyu menganjurkan kepada petani untuk mengalihkan dari pola tanam padi ke jenis tanaman palawija. Hal itu, menurutnya, juga sebagai langkah untuk mendukung Surat Edaran (SE) Bupati Klaten Sunarna tentang larangan tanam padi pada bulan Agustus-September. “Justru dengan musim kemarau ini, petani bisa memanfaatkan lahan pertanian untuk menamam palawija yang tidak membutuhkan banyak air,” terangnya saat dihubungi Espos, Minggu (10/7/2011).

Wahyu mengakui saat musim kemarau tiba, delapan kecamatan tersebut menjadi langganan kekeringan pada lahan pertanian. Oleh sebab itu, kata Wahyu, berbagai langkah preventif harus dilakukan oleh petani. “Saya mengimbau pada kelompok tani di delapan kecamatan itu memperbaiki saluran irigasi, terutama bagi yang sudah rusak dan tak berfungsi maksimal, agar pengairan lahan pertanian di wilayah setempat bisa merata,” paparnya.

Sumur pompa yang sudah diberikan pada kelompok tani, harap Wahyu, bisa difungsikan kembali untuk digunakan pada saat masa krisis air seperti musim kemarau ini.

(m98)

11 Juli 2011 Posted by | Pertanian | | Tinggalkan komentar

Kandungan E-Coli sumur Dukuh Brungkah masih tinggi

Klaten (Solopos.com)--Dinas Kesehatan (Dinkes) Klaten memastikan kandungan bakteri Coliform di sumur-sumur warga di Dukuh Brungkah, Desa Pakisan, Kecamatan Cawas masih tinggi.

Kepala Dinkes Klaten, Ronny Roekmito saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Selasa (5/7/2011), mengemukakan hasil uji petik yang dilakukan terhadap tiga sumur milik warga menunjukkan sebagian besar sumur-sumur warga masih memiliki kandungan bakteri Coliform cukup tinggi.

Lebih lanjut, Ronny menjelaskan, satu sumur memang sudah memenuhi standar kesehatan karena kandunganColiform kurang dari 50/100 ml air. Namun, dua sumur lain yang diteliti mengandung bakteri Coliform cukup tinggi yakni mencapai 150/100 ml air dan 2.400/100 ml air. “Jika warga ingin mengonsumsi air itu, warga harus merebus air hingga mendidih. Semua air dari sumur yang kandunganColiform-nya rendah dan tinggi tetap harus direbus sampai mendidih agar bakteri itu mati,” tegas Ronny.

Menurut Ronny, hasil uji petik itu selanjutkan akan disampaikan kepada warga dan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Klaten. Pihaknya berharap, PDAM bersedia mengakomodasi kebutuhan air bersih di Dukuh Brungkah, Desa Pakisan, Cawas.

(mkd)

7 Juli 2011 Posted by | Kesehatan, Pakisan | , | Tinggalkan komentar