Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten

"Mari kita jalin rasa kekeluargaan diantara kita"

Ditinggal Lamaran, Rumah PNS Ludes Terbakar

dok.merdeka.com

dok.merdeka.com

(Ilustrasi) Pemadaman kebakaran

Klaten – Nasib sial menimpa rumah seorang pegawai negeri sipil (PNS) di Bagian Pengairan Dinas Pekerjaan Umum Klaten. Pasalnya, rumah milik Agus Purwandi (53) warga Tegal Dalem, Mlese, Cawas itu habis dilalap si jago merah lantaran ditinggal mengantar lamaran nikah ke luar kota. Kendati tak ada korban jiwa, korban menanggung kerugian hingga Rp 200 juta.

Kebakaran sekira jam 08.00 WIB ini kali pertama diketahui tetangga korban, Suparno (64). Saat itu, saksi melintas di lokasi kejadian penasaran melihat kepulan asap tebal keluar dari atap rumah korban. Saksi kemudian melapor kepada warga dan melakukan pemeriksaan.

“Saat itu rumah dalam keadaan sepi. Saat kami datang, api sudah terlanjur membesar dan sulit dipadamkan. Padahal, kami telah melakukan pemadaman dengan alat seadanya,” ucap Suparno.

Tak lama kemudian, dua unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi kejadian. Petugas kepolisian dan warga, serta petugas pemadam kebakaran langsung menyemprotkan air ke titik api. Setelah berjuang selama beberapa saat, api akhirnya berhasil dipadamkan pukul 10.15 WIB.

Beberapa anggota pemadam kebakaran berhasil menyelamatkan sejumlah perhiasan milik korban. Dengan disaksikan perangkat desa dan anggota keluarga, perhiasan itu diserahkan kembali kepada korban.

“Dugaan sementara, kebakaran ini terjadi akibat korsleting listrik di ruang depan. Hampir semua bangunan ludes terbakar dan menyisakan bangunan yang ada di samping dan kandang. Untuk semua perabotan dan harta benda yang lain ikut hangus dilalap api,” urai anggota unit pemadam kebakaran, Irwan Santosa.

Iklan

29 Agustus 2014 Posted by | Bencana, Mlese | , | Tinggalkan komentar

Jadi Langganan Banjir, Pemdes Mlese Klaten Minta Embung

Ilustrasi (Dok/JIBI/Solopos)Ilustrasi (Dok/JIBI/Solopos)

Solopos.com, KLATEN — Untuk mengatasi terjadinya banjir, Pemerintah Desa (Pemdes) Mlese, Kecamatan Cawas, Klaten, mengusulkan pembangunan embung di kawasan setempat kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten. Pemdes Mlese pun telah menyiapkan lahan seluas 5.000 meter persegi untuk pembangunan embung tersebut.

Kepala Desa Mlese, Sanyoto, mengatakan usulan tersebut sudah disampaikan kepada Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Klaten belum lama ini. Menurutnya, banjir yang selalu menggenangi kawasan setempat setiap musim hujan tiba harus diberikan solusi.

“Banjir selalu menggenangi Desa Mlese sehingga harus ada solusi yang tepat. Oleh sebab itu, kami mendesak Pemkab untuk merealisasikan pembangunan embung di kawasan Mlese, Cawas supaya banjir tidak lagi datang,” paparnya kepada Solopos.com di lokasi, Jumat (16/5/2014).

Lebih lanjut, pihaknya mengaku sudah menyiapkan lahan seluas 5.000 meter persegi untuk dijadikan embung. Menurutnya, lahan tersebut merupakan tanah khas desa yang sebagian tidak produktif. Sedangkan, sebagian lainnya merupakan tanah bengkok dari perangkat desa.

“Dari seluas 5.000 meter persegi itu, 2.000 meter persegi di antaranya tidak produktif dan sisanya merupakan bengkok perangkat desa. Nantinya, bengkok perangkat akan dipindah ke tempat yang lain,” imbuhnya.

Dengan adanya embung itu, pihaknya berharap Desa Mlese tidak akan kebanjiran lagi. Pasalnya, desa sudah memiliki tampungan air dari embung tersebut. “Selain bermanfaat untuk mencegah terjadinya banjir, air tampungan dari embung juga bisa bermanfaat saat musim kemarau. Sebab, saat kemarau di kawasan Mlese juga menjadi langganan kekeringan,” tandasnya.

17 Mei 2014 Posted by | Bencana, Mlese | | Tinggalkan komentar

Ratusan Rumah di Mlese Tergenang Air Sungai

Solopos.com, KLATEN — Hujan lebat yang terjadi Selasa (13/5/2014) malam mengakibatkan Sungai Katul di Desa Mlese, Kecamatan Cawas, Klaten, Jawa Tengah meluap. Pintu air di sungai itu yang tidak berfungsi membuat aliran air sungai terhambat dan air pun meluber ke perkampungan setempat.

“Sungai Katul di Desa Mlese meluap karena pintu dam Widoro rusak dan tidak bisa dibuka. Akibatnya air meluap di jalan, pekarangan, dan permukiman di warga RW 002 Dusun Mlese, Desa Mlese. Tapi, tidak ada yang mengungsi karena tadi pagi [Rabu, 14/5] air mulai surut,” kata Camat Cawas M. Nasir saat dihubungi Solopos.com, Rabu.

Ia menambahkan meluapnya air tersebut juga menggenangi lima hektare lahan persawahan dengan usia tanaman sekitar satu bulan. Ketinggian genangan air di lokasi tersebut sempat mencapai 60-70 sentimeter.

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten telah mengecek kondisi permukiman warga Mlese yang tergenang air luapan Sungai Katul. Saat itu, air menggenangi ratusan rumah di tiga RT di Dusun Mlese, Desa Mlese.

“Banjir di Desa Mlese akibat meluapnya air di sungai yang ada di desa setempat. Selain itu, pintu air di sungai itu juga tidak berfungsi sehingga tidak bisa dibuka dan menghambat aliran air sungai. Saat kami menerima laporan tadi pagi [Rabu], ketinggian air yang menggenangi permukiman warga mencapai 60-70 sentimeter,” kata Kepala Pelaksana Harian BPBD Klaten, Sri Winoto, kepada wartawan, Rabu.

Ia menambahkan tingginya air  tersebut mengakibatkan aktivitas warga terhenti. Air juga mengenangi SD Negeri 2 Mlese sehingga siswa terpaksa diliburkan. Namun, sekitar pukul 10.00 WIB, air mulai surut sehingga ketinggiannya tinggal 10-30 sentimeter. Menurut Winoto, pada Mei sebenarnya sudah memasuki musim kemarau, tetapi ternyata curah hujannya masih tinggi. Ia pun mengimbau warga tetap waspada karena cuaca yang tidak menentu.

17 Mei 2014 Posted by | Bencana, Mlese | , , | Tinggalkan komentar

Mayat Perempuan Tak Dikenal Hanyut Di Kali Dengkeng Ditemukan di Dam Gunden Balak Cawas

Foto

Warga Dukuh Gunden Desa Balak Kecamatan Cawas digegerkan temuan sesosok mayat perempuan yang mengambang di aliran Kali Dengkeng, Senin (6/1) pagi. Mayat tak dikenal itu ditemukan warga tersangkut tumpukan sampah di DAM Gunden Ds. Balak, Kecamatan cawas. Informasi yang dihimpun Kabar Klaten menyebutkan, mayat korban pertama kali ditemukan oleh dua orang pencari burung yang kebetulan melintas di atas jembatan DAM Gunden. Sekitar pukul 08.00 WIB, dari atas jembatan keduanya melihat sesosok tubuh manusia yang mengambang di tengah tumpukan sampah. Kejadian tersebut kemudian disampaikan kepada Slamet Sri Waluyo (31) warga setempat. Setelah dilakukan pengecekan, penemuan mayat tersebut kemudian dilaporkan kepada perangkat desa setempat. Laporan tersebut kemudian diteruskan kepada Polsek Cawas. Beberapa saat kemudian, petugas Polsek Cawas dibantu relawan Tim SAR Klaten tiba di lokasi penemuan mayat. Lantaran kondisi Kali Dengkeng yang cukup dalam, Tim SAR menggunakan perahu karet untuk menepikan jasad korban. Jasad kemudian diidentifikasi, namun tidak ada warga yang mengenali korban. Petugas kemudian membawa korban ke RSUP Soeradji Tirtonegoro untuk diidentifikasi lebih lanjut. Kapolsek Cawas, AKP Totok Mugiyanto, mengatakan korban ditemukan dengan posisi tengkurap dan mengambang di aliran Kali Dengkeng. Saat ditemukan, korban mengenakan kerudung berwarna hijau muda, baju lengan panjang biru, dan celana panjang merah. “Saat ditemukan, tidak ada identitas apapun yang dibawa korban, warga sekitar juga tidak mengenali korban. Jasad korban kemudian dibawa ke RSUP untuk diidentifikasi lebih lanjut,” ungkapnya kepada wartawan. Totok menjelaskan, sebelum penemuan mayat tersebut, pihaknya sempat mendapatkan laporan dari warga terkait kehilangan anggota keluarganya. Namun saat diperiksa oleh warga bersangkutan, jasad korban tidak dapat dikenali. Selain itu, saat dikonfirmasi adanya unsur kekerasan pada tubuh korban, mantan Kapolsek Wonosari itu menyatakan belum dapat memastikan lantaran kondisi tubuh korban yang sudah rusak. “Tubuh korban sudah menggembung dan rusak karena terlalu lama terendam di air. Untuk itu, jika tidak ada warga yang mengenali, petugas akan melakukan autopsi untuk mengetahui sebab kematian korban,” kata dia.

Dari : FB  Kabar Klaten

Wanita Berjilbab Biru Ditemukan Tewas di Kali Dengkeng

– Timlo.net
Dok.Timlo.net/ Rori

Mayat terapung di Kali Dengkeng Klaten.

Klaten — Sesosok mayat wanita tanpa identitas, Senin (6/1) pagi ditemukan terapung di atas Dam Gunden di alur kali Dengkeng yang berada di Desa Balak, Kecamatan Cawas. Korban mengenakan jilbab biru, mengenakan celana pink dan baju hitam motif bunga. Korban diperkirakan berumur 58 tahun.

Mayat korban pertama kali ditemukan para penembak ikan Slamet (30) dan Gunawan (40), keduanya warga Mlese, Cawas. Sekitar pukul 08.00 WIB kedua saksi yang semula hendak menembak ikan dikagetkan adanya sosok tubuh tertelungkup di atas Dam.

“Semula dikira boneka tetapi setelah dicek ternyata manusia,” ungkap Gunawan kepada Timlo.net.

Jenazah korban kemudian dievakuasi Polisi dibantu tim SAR dengan perahu karet. Usai dievakuasi jenazah korban langsung dibawa ke RSUP Dr Soeradji Tirtonegoro untuk divisum. Kapolres Klaten AKBP Nazirwan Adji Wibowo melalui Kapolsek Cawas AKP Totok Mugiyanto mengungkapkan identitas korban belum bisa dipastikan.

6 Januari 2014 Posted by | Balak, Mlese, Umum | , | Tinggalkan komentar

Kualitas Raskin Klaten Mirip Makanan Ternak

Indratno Eprilianto – Timlo.net

Klaten – Warga Desa Mlese, Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten mengeluhkan kualitas beras untuk masyarakat miskin (Raskin) yang mereka terima. Raskin itu hancur layaknya makanan ternak.

Hanya saja para penerima Raskin ini tidak mau dimintai keterangan lantaran takut namanya bakal dicoret dari daftar rumah tangga sasaran (RTS) penerima Raskin. Mereka hanya menyampaikan keluhannya kepada wakil rakyat sambil memberikan sedikit sampel Raskin yang mereka terima.

“Warga mengeluh jika beras Raskin yang diberikan kualitasnya sangat buruk. Bahkan hampir seluruh berasnya hancur tidak ada yang utuh. Selain itu, baunya juga kurang enak, mirip makanan ternak,” ujar Hartini, anggota DPRD Klaten, Senin (13/2), menirukan keluhan warga.

Sementara itu, menanggapi adanya kualitas Raskin yang buruk, pihak Badan Urusan Logistik (Bulog) Klaten menyatakan sudah menarik sekitar 6 ratusan kwintal Raskin yang belum disalurkan ke warga.

Hanya saja pihak Bulog kesulitan untuk melakukan penggantian Raskin yang sudah terlanjur dibagikan kepada warga miskin tersebut.

“Namun kami siap melakukan penggantian jika warga bersedia mengembalikan Raskin yang rusak ke Bulog,” ujar Kepala Bulog 301 Klaten Birowo.

Untuk mengantisipasi agar kejadian serupa tidak terulang, pihak Bulog menghimbau kepada setiap satuan tugas (Satgas) yang bertugas menyalurkan Raskin kepada warga agar selalu teliti memeriksa kualitasnya. “Jika ditemukan Raskin yang rusak diminta segera dikembalikan ke Bulog agar dilakukan penggantian,” imbuh Birowo.

13 Februari 2012 Posted by | Mlese | | Tinggalkan komentar