Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten

"Mari kita jalin rasa kekeluargaan diantara kita"

Bantaran Kali Dengkeng Longsor, BPBD Bagikan 2.000 Karung Plastik

Solopos.com, KLATEN — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten membagikan 2.000 karung plastik kepada dua desa yang terkena longsoran tanah di bibir Kali Dengkeng, Kecamatan Cawas, Sabtu (21/12/2013). Karung plastik tersebut digunakan untuk membuat tanggul sementara supaya longsoran tidak meluas.

Kedua desa yang terkena dampak longsoran bibir Kali Dengkeng itu adalah Plosowangi dan Cawas. Bibir Kali Dengkeng yang terletak bersebelahan dengan Jembatan Cawas tersebut longsor karena pembuatan tiang penyangga pipa Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Klaten. Longsor terjadi saat diguyur hujan lebat seharian pada Jumat (20/12/2013), sekitar pukul 15.30 WIB.

Informasi yang dihimpun Solopos.com, Sabtu siang masyarakat setempat kembali menggelar kerja bakti membuat tanggul sementara. Tanggul sementara tersebut dibuat dari bis beton dan karung yang diisi dengan pasir dan kerikil. Pembuatan tanggul sementara itu harus dilakukan untuk mengantisipasi longsor susulan saat terjadi hujan deras. Apalagi, kondisi Kali Dengkeng saat ini sudah cukup tinggi dan menghawatirkan jika terjadi hujan lebat pada Sabtu.

Staf Seksi Kedaruratan Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Klaten, Eddy Santosa, mengatakan bantuan karung plastik tersebut diberikan kepada dua desa yang terkena imbas longsoran, Sabtu pagi. Nantinya, karung plastik tersebut bisa diisi dengan pasir atau material lain yang bisa mencegah longsor kembali terjadi.

“Bantuan darurat yang sudah kami berikan berupa 2.000 karung plastik. Nanti bisa digunakan untuk membuat tanggul sementara dari pasir atau material lain yang dibungkus karung tersebut,” ujarnya saat ditemui Solopos.com di ruang kerjanya, Sabtu.

Selain bantuan karung plastik, BPBD Klaten juga memberikan bantuan logistik kepada kedua desa tersebut pada Jumat sore. Bantuan logistik itu di antaranya empat kardus air mineral, mi instan 10 kardus, kecap 20 botol, saus 20 botol, teh empat kemasan, gula 10 kg dan minyak 10 kg.

Pada Sabtu kemarin, kedua desa yang menjadi korban longsornya bibir Kali Dengkeng sudah melakukan koordinasi dengan PDAM Klaten. Kendati demikian, hingga Sabtu petang pihak PDAM Klaten belum bisa dimintai konfirmasi terkait masalah tersebut.

Seperti diberitakan sebelumnya, akibat adanya penambahan jaringan pipa PDAM Klaten, dua rumah di bantaran Kali Dengkeng, Desa Cawas, Kecamatan Cawas, nyaris ambrol. Salah satu warga Kosakan, Cawas, Cawas, Suratman, 67, mengatakan pembuatan fondasi berada di pinggir Kali Dengkeng sebenarnya sudah lama dibangun.

“Saat musim kemarau, kami tidak khawatir ada pembangunan penyangga. Tapi kalau cuaca sepert ini [musim hujan] jadi rawan longsor. Apalagi, saat volume air sungai naik, kami jadi khawatir,” ujarnya saat dihubungi wartawan, Jumat.

22 Desember 2013 Posted by | Bencana, Cawas, Plosowangi | | Tinggalkan komentar

Akibat Pembangunan Pipa PDAM, Tanggul Kali Dengkeng Longsor

Rori – Timlo.net

Dok.Timlo.net/ RoriDengkeng2Dengkeng1

Dok.Timlo.net/ Rori
Gotong Royong buat talud di lokasi longsor.

Klaten — Akibat kecerobohan proyek Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Klaten yang ingin membuat jembatan pipa tanah di alur sungai Dengkeng Cawas mengakibatkan tanggul sungai longsor. Dikhawatirkan longsoran tanah terus bertambah besar dan mengancam keselamatan warga sekitar jika tidak segera diperbaiki.

Salah satu perangkat desa setempat, Suharjo mengungkapkan awalnya, tanah di alur sungai Dengkeng yang berada dekat jembatan Desa Plosowangi, Kecamatan Cawas digali sedalam 6 meter, baik di sisi kanan maupun kiri sungai. Rencananya penggalian akan dijadikan pondasi untuk membuat jembatan pipa PDAM sepanjang 16 meter, bersisian dengan pipa yang sudah ada.

“Namun, saat menggali belum selesai, ada banjir sehingga menyebabkan tanah longsor sepanjang kurang lebih 10 meter dengan kedalaman sekitar 6 meter lebih. Padahal jarak dengan pemukiman warga sangat dekat yaitu sekitar 6 sampai 8 meter saja, dikhawatirkan tanah longsor makin meluas,” ungkap Suharjo kepada Timlo.net, Sabtu (21/12).

Untuk mengantisipasi longsoran yang bertambah besar, Sabtu (21/12) siang wargapun bergotong royong membuat talud dengan karung yang diisi tanah. Tanah yang longsor berada di dua desa yaitu Desa Plosowangi dan Desa Cawas, Kecamatan Cawas. Warga berharap PDAM Klaten bertanggungjawab dengan bencana tanah longsor itu.

22 Desember 2013 Posted by | Bencana, Cawas, Plosowangi | | Tinggalkan komentar

Patroli Perbatasan Cawas Ditingkatkan

(KRjogja.com)- Untuk antisipasi tindak kriminalitas, Polsek Cawas meningkatkan patroli di wilayah perbatasan Klaten dengan Gunungkidul maupun perbatasan dengan Sukoharjo.

Kapolsek Cawas AKP Frans Minarso mengemukakan, di wilayah hukum Polsek Cawas terdapat 20 desa. Sedangkan desa yang rawan kriminalitas antara lain Desa Posis dan Desa Bogor. Kerawanan berupa tindak pencurian di kios-kios atau pertokoan.
“Hanya pencurian kecil-kecilan di ruko, jadi masih sebatas untuk kebutuhan makan saja. Petugas kami selalu melakukan patroli untuk mengantisipasi agar tidak ada tindak kriminalitas yang menonjol,” kata AKP Frans Minarso.

Dijelaskan, beberapa desa di wilayah Cawas merupakan lahan rawan banjir. Untuk musim kemara baisanya mereka kesulitan air untuk bercocok tanam, sedangkan pada musim penghujan, sering terjadi banjir. “Jika sudah hujan beberapa jam saja, sawah ini sudah menjadi lautan, petani kadang tidak panen. Ini juga bisa menjadi salah satu pemicu terjadinya kriminalitas, tetapi tidak ada yang menonjol,” jelas Frans Minarso pula.

Guna menjaga stabilitas kemanan di wilayah perbatasan, aparat kepolisian di perbatasan sering bertemu saat patroli terpadu untuk mengamanakan wilayah masing-masing. Polsek Cawas tidak hanya patroli terkait dengan keamanan dari segi kriminalitas saja, melainkan juga melakukan patroli sehubungan kerawanan bencana di beberapa tempat. Hal ini disebabkan selain rawan banjir, wilayah perbatasan Cawas dan Gunungkidul juga rawan bencana tanah longsor.

“Kami selalu patroli untuk cek kondisi terbaru daerah-daerah rawan. Misal kan dulu ada pintu air yang rusak, juga keretakan bukit putih kondisinya sekarang seperti apa, petugas kita patrol berkala, antisipasi kemungkinan yang tidak diinginkan,” tandas Kapolsek. (Sit)

14 Desember 2013 Posted by | Bogor, Kriminalitas | | Tinggalkan komentar

Kulakan Bensin, Mobil Ludes Terbakar, Sopir Luka

Kulakan Bensin, Mobil Ludes Terbakar, Sopir Luka

Rori – Timlo.net
Mobil kebakardok.timlo.net/rori

dok.timlo.net/rori
Mobil Espass yang ludes terbakar

Klaten –  Sebuah minibus Espass yang membawa bensin dalam derijen, Kamis (5/12) pagi terbakar di Jalan alternatif Pedan-Cawas, tepatnya di Desa Sajen, Kecamatan Trucuk, Klaten. Akibat inside itu, sopir mobil, Santoso (37) warga Dukuh Gandekan, Desa Tulas, Kecamatan Karangdowo mengalami luka bakar cukup serius dan langsung dilarikan ke RS PKU Muhammadiyah Cawas untuk mendapatkan perawatan.

Mobil bernopol AD 8623 VB itu ludes di pinggir jalan dan hanya menjadi tontonan warga. Saat kejadian api langsung membakar, dan tidak ada warga yang berani mendekat karena dikhawatirkan akan terjadi ledakan. Sedangkan pemadam kebakaran juga tidak merapat ke lokasi, sehingga dalam waktu sekitar 1 jam, api sudah melalap habis mobil espas itu.

Menurut saksi mata, Purwanto (47), kebakaran mobil terjadi sekitar jam 06.00 WIB. “Awalnya mobil yang disopiri pemilik bengkel Santosa itu melaju dari arah Cawas ke Pedan dengan membawa bensin dalam derijen. Sesampai di TKP, bensin yang dibawanya tumpah kemudian korban berhenti untuk membenarkan posisi derijen, namun naas bensin yang tumpah mengenai knalpot mobil dan langsung terbakar,” ungkap Purwanto kepada Timlo.net.

Beruntung korban langsung bisa keluar dari dalam mobil meski menderita luka bakar cukup serius. Korban kemudian dibawa warga ke RS PKU Muhammadiyah Cawas untuk mendapatkan perawatan. Korban mengalami luka bakar pada bagian kaki, tangan dan wajah. Akibat insiden tersebut kerugian ditaksir mencapai Rp 50 juta.

5 Desember 2013 Posted by | Umum | , | Tinggalkan komentar