Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten

"Mari kita jalin rasa kekeluargaan diantara kita"

Disapu Lesus, 15 Kanopi PD BPR Klaten di Barepan, Cawas dan 5 Los Tembakau Ambruk

Disapu Lesus, 15 Kanopi dan 5 Los Tembakau Ambruk

Indratno Eprilianto – Timlo.net
Dok.Timlo.net/Indratno Eprilianto

Dok.Timlo.net/Indratno Eprilianto
Los tembakau di Klaten ambruk disapu angin kencang

Klaten – Sebanyak 15 kanopi dan lima los tembakau di Klaten ambruk disapu angin ribut (lesus), Jumat (11/1). Meski tidak menimbulkan korban jiwa dari kejadian ini, namun kerugian ditaksir ratusan juta rupiah.

Informasi yang dihimpun Timlo.net, lesus menyapu sebagian wilayah Klaten dalam dua hari terakhir. Setelah menyapu Kecamatan Bayat pada Kamis (10/1), lesus juga menyapu lima kecamatan lainnya pada Jumat (11/1) dinihari.

Sebanyak lima unit bangunan yang dijadikan los tembakau milik PT Perkebunan Nusantara X ambruk akibat kejadian ini. Lima los ambruk itu di antaranya Los WT 8 di Srowot (Jogonalan), Los WT 14 di Ngering (Jogonalan), Los WT 60 di Pandes (Wedi), Los KM 25 di Kebonarum, dan Los GT 12 di Gayamprit (Klaten Selatan).

“Kerugian mencapai ratusan juta rupiah, karena setiap los lebih dari Rrp 70 juta,” ujar Karyawan PTPN X, Kontak Parwadi saat ditemui wartawan disela mengecek bangunan los tembakau yang ambruk, Jumat (11/1).

Sementara itu di wilayah Kecamatan Cawas, sebanyak 15 kanopi milik PD BPR Bank Klaten Kantor Kas Harian Cawas di Desa Barepan, Cawas juga ambruk lantaran tak kuat menahan tiupan angin kencang. Ambruknya kanopi itu juga menyebabkan aliran listrik terputus sementara.

“Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu. Namun untuk kerugian sekitar Rp50 juta,” ujar Kepala PD BPR Bank Klaten Kantor Kas Harian Cawas, Ikhsan Muhtadi.

12 Januari 2013 Posted by | Barepan, Bencana | | Tinggalkan komentar

Puting Beliung, 1 Orang Meninggal Dunia

Klaten – Angin puting beliung mengamuk di lima kecamatan di wilayah Kabupaten Klaten, Jumat (2/12) sore. Dalam kejadian ini satu orang meninggal dunia akibat tertimpa rumah roboh.

Informasi yang dihimpun Timlo.net, hujan deras terjadi Jumat sore sekitar pukul 15.00 WIB yang kemudian disusul angin puting beliung lima belas menit kemudian.

Data sementara puting beliung menyapu lima kecamatan diantaranya, Kecamatan Karangdowo, Pedan, Cawas, Trucuk dan Bayat. Peristiwa ini mengakibatkan ratusan pohon tumbang dan beberapa rumah warga rusak.

Dalam peristiwa ini, Ny Semi (70) warga Dukuh Jitengan, RT 08 / RW 03 Desa Pogung, Kecamatan Cawas meninggal dunia setelah tertimpa bangunan rumahnya yang roboh tersapu angin puting beliung.

“Ny Semi tinggal sendirian dirumah. Saat angin kencang, ia panik dan tak sempat menyelamatkan diri hingga rumahnya roboh setelah terhempas angin kencang,” ujar Kapolsek Cawas AKP Frans Minarso saat dihubungi Timlo.net, Jumat (2/12) sore.

Hingga Jumat petang, Pemerintah Kabupaten Klaten bersama pihak kecamatan, perangkat desa dibantu petugas kepolisian dan Tim SAR Klaten terus melakukan evakuasi dan identifikasi kerusakan.

http://sosial.timlo.net/baca/16256/puting-beliung-1-orang-meninggal-dunia

3 Desember 2011 Posted by | Bencana, Pogung | , | Tinggalkan komentar

Angin ribut terjang 5 desa di Klaten

Klaten (Espos)–Angin ribut menerjang lima desa di Kecamatan Cawas, Klaten, Jumat (26/11) sore. Tidak ada korban jiwa dalam musibah itu, namun puluhan rumah dikabarkan mengalami kerusakan.

Camat Cawas, Ir Pri Harsanto MSi saat dihubungi Espos melalui telepon, mengatakan lima desa tersebut adalah Kedungampel, Bawak, Karangasem, Nanggulan, dan Burikan.
Menurutnya, angin puting beliung itu terjadi selama setengah jam dari pukul 15.30 WIB hingga 16.00 WIB. Dia menjelaskan, Kedungampel menjadi desa yang paling parah terkena dampak amukan angin ribut itu. Hingga pukul 20.50 WIB, angin ribut itu menerjang sejumlah dukuh seperti Kedungampel Wetan, Kedungampel Kulon, Sewan, Banjarsari, Patoman, Kandri, dan lain-lain.

“Sebagian besar rumah-rumah mengalami kerusakan sedang hingga ringan akibat terjangan angin ribut atau tertimpa pepohonan yang tumbang,” terang Pri Harsanto.

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, aliran listrik di sembilan dukuh di Desa Kedungampel juga padam akibat tertimpa pepohonan. Hingga berita ini diturunkan, aliran listrik di sembilan dukuh itu belum menyala. Sementara itu di Desa Bawak, sebanyak delapan rumah dikabarkan mengalami rusak ringan.

Sedangkan di Desa Karangasem, Burikan, dan Nanggulan angin ribut mengakibatkan pepohonan tumbang. Kemungkinan, kerusakan fisik akibat terjangan angin ribut itu masih terus bertambah mengingat belum semua pemerintah desa (Pemdes) melaporkan kondisi terakhir setelah terjadi bencana itu.

mkd

27 November 2010 Posted by | Bawak, Bencana, Burikan, Karangasem, Kedungampel, Nanggulan | , , , | Tinggalkan komentar