Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten

"Mari kita jalin rasa kekeluargaan diantara kita"

Bus yang terlibat kecelakaan di Jalan Teuku Umar, Jumat (8/5) siang

EMARANG – Akibat rem blong, sebuah bus AD 1009 JC berisi rombongan takziah asal Klaten menabrak rumah di Jalan
Teuku Umar Semarang, Jumat (8/5) sekitar pukul 11.15.
Kecelakaan tersebut juga mengakibatkan beberapa kendaraan mengalami kerusakan.
Menurut salah seorang penumpang, Supatmi (42) warga Desa Pogung, Kecamatan Cawas, Klaten, ia dan keluarga besarnya yang berjumlah 32 orang berangkat dari Klaten sejak pukul 08.00 untuk takziah ke Batang. “Sudah
berangkat dari jam 08.00. Jalannya masih agak ramai waktu sampai sini,” kata Supatmi di lokasi kejadian.
Sebelum insiden itu terjadi, beberapa penumpang sempat mencium aroma kampas rem terbakar. Tidak lama kemudian
ternyata bus yang dikemudikan Slamet Widodo (42) menabrak mobil-mobil yang ada di depannya.
“Busnya jalan di tengah terus menabrak mobil merah. Habis itu dibelokkan kiri ditabrakkan rumah, kalau enggak nabrak
banyak,” kata Supatmi.
Sementara, sang Sopir Slamet mengaku sudah berusaha menginjak rem, namun karena pengereman yang terganggu,
bus tidak mau berhenti. “Waktu turun masuk gigi tiga. Sudah saya rem tapi tidak sampai,” kata Slamet.
Selain menghancurkan tembok rumah milik Shofianti (40) bus tersebut juga menghajar tiga mobil lain di depannya. Yakni
Toyota Rush H 9009 OW dan APV Suzuki Luxury H 8863 WR, dan satu buah mobil berwarna merah. Kijang Innova H 3082 QB milik Shofiati yang terparkir juga mengalami kerusakan karena tertimpa tembok. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.

Dari : metrosemarang.com

9 Agustus 2015 Posted by | Pogung | | Tinggalkan komentar

Koperasi Ahmad Dahlan Cawas gelar RAT

Klaten (Solopos.com)–Koperasi Serba Usaha (KSU) Baitul Mall wa Tamwil (BMT) Ahmad Dahlan Kecamatan Cawas, Klaten menggelar rapat anggota tahunan (RAT) di Sanggar Kegiatan Bersama (SKB) Cawas.

Dalam acara yang digelar, Sabtu (5/3/2011) tersebut terungkap bahwa aset KSU BMT Ahmad Dahlan hingga kini mencapai Rp 16,5 miliar dan memiliki sisa hasil usaha (SHU) mencapai Rp 323 juta. “Saat ini KSU BMT Ahmad Dahlan sudah bisa membangun gedung baru senilai Rp 649 juta lebih,” kata Camat Cawas Ir Pri Harsanto kepada Espos, Selasa (8/3/2011).

Selain mengemban profit oriented, kata dia, KSU Ahmad Dahlan juga membawa misi social oriented. Salah satunya dengan menggelar kegiatan sosial kemanusiaan seperti beasiswa, santunan kepada fakir miskin, peminjaman modal kerja bagi warga kurang mampu serta program peduli Merapi. “RAT ini digelar untuk mempertanggung jawabkan kinerja koperasi dalam rangka memenuhi akuntabilitas dan transparansi kepada 318 anggotanya,” lanjutnya.

(asa)

12 Maret 2011 Posted by | Ekonomi | , , , | Tinggalkan komentar

Kades Urunan Tambal Jalan

MASALAH kerusakan jalan sering muncul, di Klaten, terutama pada saat musim hujan. Di daerah ini terdapat 75 kilometer ruas jalan yang pemeliharaannya berada di kewenangan Pemprov . Satu ruas jalan berada di wilayah barat, menghubungkan Kabupaten Klaten dengan Kabupaten Boyolali. Ruas jalan sepanjang sekitar 40 kilometer itu melintasi Kecamatan Klaten Utara, Ngawen, Jatinom dan Kecamatan Tulung sebelum tersambung dengan Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali.

Di ruas timur, terdapat ruas sepanjang sekitar 35 kilometer di Jl Raya Cawas-Gunung Kidul. Ruas jalan tersebut mencakup Kecamatan Pedan dan Cawas, berakhir di persimpangan Jenthir menuju ke Kabupaten Sukoharjo dan Gunung Kidul, DI Yogyakarta.
Berbeda dari ruas jalan Yogyakarta – Solo, yang setiap ada satu lubang selalu cepat diperbaiki.  Dua ruas jalan itu rentan rusak setiap waktu.

Kerusakan jalan di dua ruas itu yang paling klasik terjadi di ruas jalan Klaten-Boyolali. Setiap usai direhab, kerusakan kembali terjadi. Bertahun-tahun, mulai Kecamatan Jatinom sampai Tulung, aspal di jalur tersebut rentan mengelupas dan berubah menjadi jebakan maut yang siap memangsa korban. Puluhan bahkan mungkin ratusan lubang terbentuk setahun terakhir. Apa sebab? Faktor musim sebenarnya tidak terlalu berpengaruh. ”Yang paling banyak karena dilalui kendaraan galian C. Sebab setiap hari ada ratusan truk,” ungkap Sriyono, warga Tulung.

Menurut dia, belasan bahkan mungkin puluhan korban sudah jatuh sebab mayoritas jalur itu minim penerangan.
Makin Parah Saat kerusakan di ruas barat belum terurai, kerusakan menjalar ke jalur perbatasan sisi timur. Ruas jalan sejak Desa Gombang sampai Jentir, Kecamatan Cawas semakin hari semakin parah. Air selalu menggenang saat hujan datang ditimpuki banyaknya truk pasir ke arah Kabupaten Sukoharjo dan Wonogiri yang melintas menyebabkan jalan amburadul. Lubang dengan kedalaman lima sentimeter sampai 15 sentimeter menjadi pemandangan biasa.

Warga yang jengkel pun nekat. Terakhir Rabu, (16/2) warga menanam pisang di depan rumah anggota DPRD Jateng di Desa Gombang, Kecamatan Cawas. Bukan tanpa alasan, sebab sudah menyebabkan korban tewas. Sehari setelah itu, delapan kepala desa yang dilintasi jalur itu ramai-ramai menambal lubang jalan sebagai bentuk keprihatinan. Kades Barepan, Kecamatan Cawas, Sunarto mengaku jengkel dengan kerusakan jalan itu.

Menurut Sunarto, sebagai bentuk kepedulian, karena Pemrpov tidak kunjung merehab, kades-kades di sepanjang jalur itu berswadaya membeli pasir dan tanah uruk untuk menambal lubang jalan. Kerusakan jalur itu, menurutnya, bukan tidak dilaporkan.

Kerusakan itu, menurut Sekretaris Komisi III DPRD  Klaten, Edi Sasongko sedikit banyak sudah mempengaruhi ekonomi warga.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Pemkab Klaten, Ir Tajudin Akbar, mengatakan Pemkab tidak memiliki kewenangan menangani dua ruas tersebut. Kewenangan Pemkab hanya sebatas melaporkan kerusakan.  (Achmad Hussain-24) Suara Merdeka

26 Februari 2011 Posted by | Barepan, Cawas, Gombang, Umum | , | Tinggalkan komentar

RSI Cawas resmikan gedung baru

Klaten (Espos)--Rumah Sakit Khusus Bedah Islam (RSKBI) Cawas meresmikan gedung rawat inap baru, Sabtu (19/2) di RS setempat.

Acara peresmian dipimpin langsung oleh Camat Cawas, Ir Pri Harsanto dan dihadiri segenap karyawan RSKBI Cawas. Selain meresmikan gedung baru, acara juga diisi dengan pengajian untuk memperingati Maulid Nabi dengan menghadirkan pembicara ustaz Muhajir dari Kota Susu, Boyolali.

Humas RSI Klaten, Agus Susanto menjelaskan, dengan diresmikan gedung baru RSKBI, diharapkan pelayanan RS tersebut kepada masyarakat menjadi lebih optimal.

asa

21 Februari 2011 Posted by | Kesehatan, Umum | , | 1 Komentar

Serangan wereng capai 299 Ha

Klaten (Espos)--Serangan hama wereng di lahan pertanian Kecamatan Cawas, Klaten hingga saat ini telah mencapai 299 Ha dari 2.318 Ha lahan pertanian se-Kecamatan Cawas. Jumlah tersebut tersebar di tujuh desa, yakni Tirtomarto, Balak, Japanan, Bogor, Tlingsing, Pogung, serta Pakisan.

Camat Cawas, Priharsanto menjelaskan, para petani di Kecamatan Cawas telah mencoba sejumlah langkah pengendalian hama wereng dengan baik. Namun, berbagai upaya yang dilakukan para petani tetap saja gagal. “Mulai semprotan pestisida bantuan pemerintah, hingga cara mandiri dengan solar. Namun, tetap saja tak mempan,” katanya kepada Espos, Rabu (9/2).

Menurutnya, para petani perlu menempuh upaya lain dalam mengendalikan hama wereng, yakni dengan pola tanam yang diberakan. Kedua ialah mengatur sistem drainase yang baik agar tanaman dapat tumbuh dengan baik. “Pola tanam yang diberakan sekali dalam dua kali panen, akan mampu memutus siklus hama. Pengaturan drainase pengairan juga akan membuat tanaman tumbuh dengan baik karena genagan air bisa membuat tanaman rusak,” paparnya.

asa

10 Februari 2011 Posted by | Balak, Bogor, Japanan, Pakisan, Pogung, Tirtomarto, Tlingsing | , | 2 Komentar