Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten

"Mari kita jalin rasa kekeluargaan diantara kita"

Puskesmas Cawas rawat 4 pasien kusta

Cawas (Espos) Puskesmas 1 Cawas, Klaten, sejak beberapa bulan terakhir merawat empat orang pasien kusta. Pengobatan penyakit yang pada waktu lalu sangat ditakuti masyarakat itu dilakukan dengan pendekatan multi drug therapy yang direncanakan berlangsung selama 12 bulan sejak dimulainya pengobatan.

Paramedis Puskesmas 1 Cawas, Endang DR saat ditemui wartawan di kantornya, akhir pekan lalu, merasa yakin, keempat penderita kusta tersebut bakal sembuh. ”Sebelumnya sudah ada empat penderita kusta yang menjalani terapi di Puskesmas kami dan saat ini sudah sembuh. Selanjutnya empat penderita kusta yang saat ini masih menjalani pengobatan kami perkirakan juga bakal sembuh,” ujarnya.
Endang menolak membeberkan identitas para pasiennya dengan pertimbangan menjaga psikis mereka. Diingatkannya, saat ini, sebagian masyarakat masih menganggap kusta sebagai penyakit kutukan yang tak tersembuhkan.
Kenyataan itu diakuinya sebagai kendala penanganan kusta di wilayah kerjanya. Masyarakat kerap kali memilih tak memeriksakan atau berobat ke Puskesmas atau rumah sakit apabila menderita gejala kusta. “Pandangan salah itu menjadi kendala bagi kami,” ujarnya.
Endang dalam penyuluhan penyakit kusta di aula Kantor Pemerintah Kecamatan Pedan, belum lama ini. menjelaskan, penyakit kusta dapat dipicu oleh budaya hidup tak sehat seperti tinggal di lingkungan yang kotor. Untuk itu dia mengajak seluruh masyarakat menerapkan pola hidup bersih seperti mengonsumsi air yang sehat, mandi teratur, serta makan makanan sehat.
Seperti diberitakan SOLOPOS (2/6), sembilan warga Kecamatan Pedan sebelumnya sempat dikabarkan terjangkit penyakit penyakit kusta sepanjang tahun 2009 ini. “Apabila tidak diobati, penyakit ini bisa menyebabkan bagian tubuh yang terjangkiti penyakit putus setelah sebelumnya mengalami mati rasa,” kata dokter Puskesmas Pedan, Teguh. – Oleh : kur

Iklan

10 Agustus 2009 Posted by | Cawas, Kesehatan | , | Tinggalkan komentar

Pasien ISPA di Cawas melonjak

Cawas (Espos) Angka atau jumlah kasus infeksi saluran pernapasan atas akut (ISPA) di wilayah kerja Puskesmas 1 Cawas, Klaten melonjak signifikan sepanjang bulan Juli 2009.

Demikian disampaikan Kepala Puskesmas 1 Cawas drg Sri Harjanti saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Kamis (6/8) siang. Peningkatan jumlah pasien pemderita ISPA yang memeriksakan diri ke Puskesmas 1 Cawas yang wilayah kerjanya melingkupi Desa Karangasem, Kedungampel, Burikan, Nanggulan, Tugu, Barepan, Cawas, Bawak, Plosowangi dan Bendungan itu diyakini lantaran kondisi perubahan musim.
”Apabila dibandingkan angka kasus ISPA bulan Juni sebanyak 694 penderita, pada bulan Juli mengalami lonjakan cukup berarti lantaran musim pancaroba. Namun demikian kami belum tahu pasti jumlah kasus ISPA bulan Juli lantaran masih dalam proses pencatatan petugas kami,” ujarnya. Dia menambahkan, pada perubahan musim banyak debu beterbangan dan suhu udara yang tinggi, dapat menguras stamina tubuh sehingga rentan terhadap serangan penyakit.

Tingkatkan PHBS
Sri menjelaskan, ISPA menduduki peringkat pertama jenis penyakit dengan penderita paling banyak di wilayah kerja Puskesmas 1 Cawas selama beberapa tahun terakhir. Penyakit yang mulanya menyerang tenggorokan lantas memicu suhu tubuh naik itu cukup berbahaya apabila menyerang anak di bawah usia lima tahun. ”Jika sudah pneumonia dengan tanda bernafasnya cepat dan tersengal, serta suhu tubuh naik, bisa membuat si penderita meninggal dunia,” imbuhnya.
Untuk itu, dia mengajak masyarakat meningkatkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) guna menghindari serangan aneka bakteri dan virus. Selain itu masyarakat diminta menjaga stamina dan kondisi tubuh sehingga tidak mudah terserang penyakit. Senada, paramedis Puskesmas 1 Cawas, Endang DR memperkirakan, jumlah penderita ISPA akan terus bertambah seiring berlangsungnya musim kemarau.
”Sebenarnya jumlah kasus ISPA Juni sudah turun dibandingkan Mei yang mencapai 899 kasus. Selama musim kemarau ini, sangat berisiko terhadap serangan ISPA. Untuk itu mesti hati-hati,” papar dia.
Endang memaparkan, pada musim pancaroba juga rawan terjadi gangguan kesehatan jaringan ikat sistemik lainnya atau yang dikenal dengan pegal linu. Guna menghindari gangguan fisik tersebut, masyarakat mesti tetap mengacu pada PHBS. ”Pola makan, bekerja, serta istirahat mesti diperhatikan benar-bear. Jangan memaksakan diri beraktivitas bila mengalami gangguan kesehatan,” ujarnya.

11 Penyakit menonjol di Cawas

No Jenis penyakit Mei Juni

1. ISPA 899 694
2. Gangguan jaringan ikat 690 566
sistemik lainnya
3. Dispepsia 616 547
4. Penyakit kulit dan jaringan 528 492
5. Penyakit gigi 366 330
6. Hipertensi 173 155
7. Asma 74 63
8. Mata 71 60
9. Diabetes melitus 68 60
10. Diare – 54
11. Migren & sindrom nyeri 66 –
kepala lainnya

Sumber: Puskesmas 1 Cawas

– Oleh : Kurniawan

7 Agustus 2009 Posted by | Cawas, Kesehatan | , , | Tinggalkan komentar