Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten

"Mari kita jalin rasa kekeluargaan diantara kita"

Kejari Selidiki Penyelewengan Dana PNPM Rp450 Juta di Cawas

Solopos.com, KLATEN – Kasus dugaan
penyimpangan dana Program Nasional
Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) mencuat
di Kecamatan Cawas, Klaten. Total dana
yang diselewengkan di UPK Cawas
diperkirakan mencapai Rp450 juta.
Saat ini, kasus tersebut sudah ditangani
Kejaksaan Negeri (Kejari) Klaten.
Berdasarkan informasi yang diperoleh
solopos.com dari Kejari Klaten, kasus yang
terjadi di Cawas masih dalam tahap
penyelidikan.
“Terungkapnya kasus ini [dugaan korupsi
pengelolaan dana UPK] bermula dari laporan
masyarakat. Kami menerima informasi bahwa
PNPM Cawas memiliki program pembelian
tanah untuk dibangun kantor UPK. Tapi,
setelah tahun anggaran selesai, program itu
tidak kunjung terlaksana,” kata Kasi Intel
Kejari Klaten, Surono, kepada wartawan
beberapa waktu lalu.
Pihak Kejari lalu menindaklanjuti laporan
tersebut dan memang ada alokasi dana
Rp450 juta yang merupakan dana bergulir
UPK. Di dalam rencana kegiatan, dijelaskan
dana bakal digunakan membeli tanah, tetapi
setelah dicari, tanah tersebut belum juga
dibeli sehingga kejaksaan menerjunkan tim
untuk menelusuri kasus tersebut.
“Informasi awal yang kami terima, ternyata
dana itu digunakan untuk kepentingan pribadi
salah satu pengurus nonaktif PNPM Cawas
berinisial AG. Kami juga sudah meminta
keterangan dari pengurus PNPM lain dan
Badan Koordinasi Antar Desa (BKAD) dan
Camat Cawas. Sudah ada tujuh orang yang
dimintai keterangan dalam kasus tersebut,”
tutur dia.

Iklan

11 Agustus 2014 Posted by | Ekonomi, Korupsi | , | Tinggalkan komentar

Warga Cawas Keluhkan Bantuan Rehab Rumah

Indratno Eprilianto – Timlo.net

Klaten – Para penerima bantuan rehab rumah tak layak huni di Dukuh Cawas RT 02 RW 01, Desa Cawas, Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten mengeluhkan bantuan rehabilitasi rumah mereka. Selain dianggap tak prosedural, bantuan itu juga membingungkan.

Rabiyem (65), salah satu penerima bantuan mengaku hingga saat ini masih bingung atas bantuan rehab rumah yang diberikan oleh petugas dari UPK PNPM Mandiri Kecamatan Cawas pada pertengahan Desember 2011 lalu.

Bantuan itu diterimanya dalam dua tahap. Tahap pertama Rabiyem menerima uang Rp Rp 2,5 juta. Kemudian tahap kedua menerima Rp 500 ribu. Namun setelah serah terima secara simbolis selesai, uang tersebut kembali diminta oleh petugas. Sebelumnya petugas melakukan survei dengan memotret kondisi rumah Rabiyem.

“Saat datang kerumah, petugas itu (pemberi bantuan) mengaku dari PNPM Mandiri. Kemudian memberi bantuan uang total Rp 3 juta dalam dua tahap. Katanya untuk merehab rumah saya. Namun uang itu kembali diminta setelah mereka memotret acara simbolis serah terima,” ujarnya saat ditemui di rumahnya, Minggu (15/1).

Sugeng (37) anak Rabiyem, mengaku sempat menanyakan kepada petugas kenapa bantuan uang itu diminta kembali. “Petugas itu bilang bantuan akan diberikan selang sehari setelah acara simbolis serah terima,” ujarnya menirukan petugas.

Benar, selang sehari bantuan tersebut diantar kembali oleh petugas. Namun Sugeng kaget bantuan yang datang ternyata berujud material bangunan yang jika ditotal hanya sekitar Rp 1 jutaan.

“Bantuan itu berupa pasir satu truk, batu bata 1.000 biji dan semen 15 sak. Jika ditotal hanya Rp 1 jutaan lebih sedikit. Saya juga disuruh mencari tukang untuk merehab rumah yang dibiayai oleh PNPM,” beber Sugeng.

Dari bantuan material itu, Sugeng mengaku hanya bisa untuk memperbaiki lantai hingga tembok bagian depan dan teras rumahnya. “Saya sempat minta kayu tapi hingga saat ini tidak diberikan. Saat merehab rumah saya juga disuruh agar cepat-cepat diselesaikan, dan akhir Desember harus sudah rampung,” ungkapnya.

Bantuan yang sama juga diberikan kepada keluarga Urip Sutrisno (31) tetangga Rabuyem. Urip menerima bantuan rehab rumah dari PNPM berupa semen 15 sak, batu bata 1.000 biji dan satu kusen pintu. Sedangkan untuk pasir, Urip disuruh minta kepada Rabiyem.

“Saya disuruh minta pasir kepada Rabiyem. Kata petugas itu pasir satu truk tersebut untuk dua rumah. Sebelumnya sudah disurvei mengenai kerusakan rumah saya. Dan selang beberapa hari tiba-tiba diberi material,” ujar Ny Maryani (30), istri Urip.

Maryani juga mengaku didesak petugas untuk segera menyelesaikan rehab rumahnya tersebut setelah material turun. “Saya disuruh mencari tukang yang dibiayai PNPM kemudian rehab harus cepat diselesaikan. Hingga kini saya juga tidak tahu kenapa tiba-tiba diberi bantuan,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua RT 02 Dukuh Cawas, Joko Purwanto mengaku tak tahu menahu pemberian bantuan yang diberikan kepada warga dilingkungannya. Menurutnya, bantuan tersebut tak prosedural.

“Saya sebagai ketua RT saja tidak diberi tahu terlebih dahulu jika ada bantuan untuk rumah tak layak huni dilingkungan ini. Selain itu kriteria penerima juga tidak jelas,” ujar Joko.

Terpisah, Ketua UPK PNPM Kecamatan Cawas, Agus Mulyono menjelaskan bantuan tersebut berasal dari dana stimulan dari Kementrian Perumahan Rakyat yang dianggarkan dari APBN Perubahan 2011.

“Bantuan tersebut memang harus cepat-cepat dilakukan karena dana dari pusat cair pada 19 Desember 2011 lalu. Total pengerjaan sendiri harus diselesaikan selama 10 hari,” jelas Agus.

Di Kecamatan Cawas, kata Agus, bantuan rehabilitasi rumah dilakukan pada 200 unit rumah tak layak huni. Bantuan tersebut diberikan dalam ujud material.

“Bantuan itu kami berikan tidak dalam bentuk uang karena biar tidak disalahgunakan. Sebab, seperti tahun-tahun sebelumnya dana bantuan rumah berujud uang malah digunakan untuk keperluan lain oleh si penerima,” jelasnya.

Dikirim melalui Timlo.Net – Portal Informasi Solo

16 Januari 2012 Posted by | Cawas, Korupsi | | Tinggalkan komentar

PNPM Cawas laba Rp 285,7 juta

Cawas (Espos)--Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Kecamatan Cawas berhasil menghimpun laba mencapai Rp 285,7 juta melalui usaha simpan pinjam yang dijalankannya.

Atas perolehannya itu, PNPM Mandiri Cawas masuk dalam lima nominasi PNPM unggulan se-Kabupaten Klaten. “Sejak berdiri tahun 2006 lalu, PNPM Mandiri di Cawas selalu berkembang pesat. Bahkan, selalu masuk lima besar PNPM Unggulan,” kata pembina PNPM Cawas, Ir Priharsanto kepada Espos, Kamis (3/2).

Priharsanto menjelaskan, saat ini aset yang dimiliki PNPM Mandiri Cawas telah mencapai Rp 3,1 miliar dengan jumlah anggota hampir 4.000 orang yang terbagi dalam 332 kelompok. Melalui usahanya itu pula, saat ini ada sekitar Rp 12 miliar uang yang diputar untuk usaha simpan pinjam. Yang menggembirakan lagi, usaha simpan pinjam tersebut memiliki tingkat pengembalian 96,6%.  “Usaha-usaha yang telah dijalankan antara lain ternak, dagang, pertanian, home industry lurik, serta makanan ringan,” paparnya.

asa

4 Februari 2011 Posted by | Ekonomi, Umum | , , , | Tinggalkan komentar

Cawas peroleh bantuan Rp 2,5 miliar dari PNPM MD

Klaten (Espos)–Kecamatan Cawas, Klaten memperoleh bantuan senilai Rp 2,5 miliar dari Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Pedesaan (PNPM MD).

Camat Cawas, Ir Pri Harsanto MSi saat ditemui wartawan seusai acara Musyawarah Antardesa (MAD) Penetapan Usulan PNPM MD di kantor kecamatan setempat, Kamis (17/6), mengatakan bantuan senilai Rp 2,5 miliar itu dialokasikan untuk program Simpan Pinjam Perempuan (SPP) sebanyak 25%, Peningkatan Kualitas Hidup sebanyak 15% dan peningkatan sarana dan prasarana (Sarpras) sebanyak 60%. “Alokasi untuk Peningkatan Kualitas Hidup nanti akan difokuskan pada palatihan menjahit, pengolahan limbah, pelatihan mekanik motor, teknisi komputer dan lain-lain,” ujar Pri.

Lebih lanjut, Pri menjelaskan, pembangunan Sarpras terbagi merata kepada 20 desa di Cawas. Masing-masing desa mendapatkan bantuan berbeda-beda tergantung dengan tingkat kebutuhan yang diajukan masing-masing desa. Beberapa pembangunan fisik yang diajukan masing-masing desa meliputi pembetonan jalan, pembangunan talut jalan, irigasi, talut tebing, dan lain-lain.

mkd

29 Juni 2010 Posted by | Cawas, Umum | | Tinggalkan komentar