Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten

"Mari kita jalin rasa kekeluargaan diantara kita"

Tiga tahun gempa bumi 2006, Pembangunan Rumdin Camat Cawas belum tuntas

Klaten (Espos) Proses pembangunan kembali rumah dinas (Rumdin) Camat Cawas pascamusibah gempa bumi tahun 2006 lalu, hingga kuartal I tahun 2009 ini, belum tuntas.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten diharapkan segera menyelesaikan pembangunan Rumdin terkait kesuksesan program mblabak atau tinggal di Rumdin bagi para camat.
Demikian disampaikan Camat Cawas, Sutrisno SIP, saat dihubungi Espos Selasa (26/5). ”Setelah sebelumnya roboh karena gempa bumi 2006 lalu, saat ini Rumdin sudah dibangun lagi, bahkan sudah saya tempati bersama keluarga. Namun demikian, belum seluruh bagian Rumdin dibangun kembali,” katanya.
Bagian Rumdin yang belum tuntas direhabilitasi antara lain lantai yang belum ditegel, masih dilabur semen saja. Dindingnya pun belum dicat, sedangkan dapur dan garasinya belum sempurna
Sutrisno mengaku telah mendapat informasi mengenai alokasi dana pembangunan Rumdin camat Cawas dalam APBD 2009, namun dia tidak mengetahui pasti besaran dana untuk finishing pembangunan Rumdin yang ditinggalinya tersebut. ”Untuk teknis pelaksanaan proyeknya diserahkan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) untuk dilelangkan. Jadi kita tunggu saja perkembangannya. Mudah-mudahan jadi direalisasi,” harapnya.
Sutrisno melanjutkan, kondisi Rumdin meliputi luas dan kelengkapan ruang berpengaruh pada kenyamanan penghuni sehingga dapat mendukung program mblabak. Kondisi berbeda terjadi pada Rundin Camat Bayat yang juga hancur akibat gempa bumi 2006 lalu.
Rumah yang ditinggali Camat Bayat, Agus Sukoco SH MM itu telah rampung direhabilitasi. Untuk lantai menurutnya sudah menggunakan keramik terbaru, selain itu tembok juga sudah dicat. ”Sudah selesai semua. Lantai sudah keramik, termasuk bagian-bagian lain rumah sudah beres. Kondisinya sangat layak atau representatif untuk ditinggali,” papar dia. – Oleh : kur

Iklan

27 Mei 2009 Posted by | Cawas | , | Tinggalkan komentar

Warga Cawas gantung diri di pemakaman

Klaten (Espos) Legimin Mujosemito, 48, warga Dukuh Brengkungan Desa Pogung Kecamatan Cawas, Klaten, ditemukan tewas gantung diri di cungkup sebuah tempat permakaman umum (TPU) di daerah tersebut, Rabu (6/5).

Diduga, korban nekat mengakhiri hidupnya karena masalah terbelit utang setelah menggelar hajatan pernikahan. Sebelum kasus ini, korban sudah beberapa kali melakukan percobaan bunuh diri.
Informasi yang dihimpun Espos, menyebutkan, korban kali pertama ditemukan oleh warga setempat, Cipto, sekitar pukul 07.00 WIB. Awalnya, Cipto melintas di sekitar TPU tersebut. Saat itu, dia melihat ada orang yang berdiri di cungkup yang ada di tempat tersebut.
Saksi semula tidak curiga karena menduga korban adalah peziarah yang datang ke TPU tersebut. Namun Cipto mulai curiga setelah korban tidak bergerak dan tetap berada di cungkup. Saksi akhirnya mendekati korban dan mengetahui jika korban telah tewas tergantung dengan menggunakan tali plastik.
Kapolres Klaten AKBP Tri Warno Atmojo melalui Kapolsek Cawas AKP Frans Minarso membenarkan adanya kasus bunuh diri tersebut. Dia mengatakan, ada dugaan korban bunuh diri karena faktor depresi dan masalah ekonomi.
“Kemungkinan depresi dan juga faktor ekonomi. Sebelumnya, korban ini juga telah melakukan percobaan bunuh diri, namun upaya tersebut selalu ketahuan oleh pihak keluarga,” papar Kapolsek ketika dihubungi. Percobaan bunuh diri yang sebelumnya dilakukan korban dengan cara gantung diri dan minum obat serangga. – Oleh : dni

8 Mei 2009 Posted by | Cawas | , | Tinggalkan komentar