Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten

"Mari kita jalin rasa kekeluargaan diantara kita"

Angin ribut terjang 5 desa di Klaten

Klaten (Espos)–Angin ribut menerjang lima desa di Kecamatan Cawas, Klaten, Jumat (26/11) sore. Tidak ada korban jiwa dalam musibah itu, namun puluhan rumah dikabarkan mengalami kerusakan.

Camat Cawas, Ir Pri Harsanto MSi saat dihubungi Espos melalui telepon, mengatakan lima desa tersebut adalah Kedungampel, Bawak, Karangasem, Nanggulan, dan Burikan.
Menurutnya, angin puting beliung itu terjadi selama setengah jam dari pukul 15.30 WIB hingga 16.00 WIB. Dia menjelaskan, Kedungampel menjadi desa yang paling parah terkena dampak amukan angin ribut itu. Hingga pukul 20.50 WIB, angin ribut itu menerjang sejumlah dukuh seperti Kedungampel Wetan, Kedungampel Kulon, Sewan, Banjarsari, Patoman, Kandri, dan lain-lain.

“Sebagian besar rumah-rumah mengalami kerusakan sedang hingga ringan akibat terjangan angin ribut atau tertimpa pepohonan yang tumbang,” terang Pri Harsanto.

Selain mengakibatkan puluhan rumah rusak, aliran listrik di sembilan dukuh di Desa Kedungampel juga padam akibat tertimpa pepohonan. Hingga berita ini diturunkan, aliran listrik di sembilan dukuh itu belum menyala. Sementara itu di Desa Bawak, sebanyak delapan rumah dikabarkan mengalami rusak ringan.

Sedangkan di Desa Karangasem, Burikan, dan Nanggulan angin ribut mengakibatkan pepohonan tumbang. Kemungkinan, kerusakan fisik akibat terjangan angin ribut itu masih terus bertambah mengingat belum semua pemerintah desa (Pemdes) melaporkan kondisi terakhir setelah terjadi bencana itu.

mkd

27 November 2010 Posted by | Bawak, Bencana, Burikan, Karangasem, Kedungampel, Nanggulan | , , , | Tinggalkan komentar

Banjir bandang, 19 desa di Klaten terendam

Klaten (Espos)--Banjir bandang kembali menerjang Kota Klaten tepatnya di Kecamatan Cawas, Selasa (9/11) malam. Sedikitnya 19 desa dari 20 desa terendam banjir berikut lahan pertanian warga.

Hingga berita ini diturunkan, Rabu (10)/11) pagi ini belum ada laporan korban jiwa, namun kerugian ditaksir mencapai Rp 1,4 miliar. Banjir juga membuat lumpuh sejumlah aktivitas warga dan pendidikan sekolah.

Berdasarkan pantauan Espos sejumlah ruas jalan hingga Rabu pagi masih tergenang lumpur. Begitu pun Kantor Puskesmas Kecamatan Cawas juga masih tergenang air setinggi lutut. Sedangkan, kantor Kecamatan Cawas juga bernasib sama. Meski hanya tergenang air setinggi mata kaki, namun membuat aktivitas pelayanan masyarakat menjadi kacau balau.

Camat Cawas, Ir Pri Harsanto menjelaskan, banjir terjadi sekitar pukul 20.00 WIB. Saat itu, hujan deras disertai angin kencang dan petir mengggelegar membuat warga ketakutan. Salah satu anak sungai Bengawan Solo, yakni Kali Dengkeng yang melintasi Kecamatan Cawas mendadak bergemuruh dan meluberkan air ke segala penjuru arah.

Belasan titik tanggul di sepanjang Kali Dengkeng jebol, dam-dam pengatur air juga tersumbat aneka bambu dan pohon yang tumbang. “Lahan pertanian warga kami ludes. Hanya satu desa yang aman, yakni di Desa Bogor karena lokasinya di atas. Namun, yang lainnya hancur,” katanya kepada Espos.

Pri mendesak kepada pemerintah pusat agar segera turun tangan dan membereskan Kali Dengkeng. Sebab, kondisinya selama ini sudah tak mampu lagi untuk menampung air dalam skala yang tak seberapa besar.

Berikut sejumlah dusun yang ludes diterjang banjir:
1.      Dukuh Mangkan
2.      Dukuh Gonalan
3.      Dukuh Krajekan
4.      Dukuh Toprayan
5.      Dukuh Kauman
6.      Desa Barepan
7.      Dukuh Baran
8.      Desa Bendungan
9.      Desa Gombang
10.     Desa Mlese
11.     Desa Kedungampel
12.     Desa Karangasem
13.     Dukuh Jonggo
14.     Desa Japanan
15.     Desa Balak
16.     Desa Tirtomnarto
17.     Desa Pakisan
18.     Desa Kedungampel ….(2x ditulis)
19.     Desa Nanggulan

asa

15 November 2010 Posted by | Balak, Baran, Barepan, Bawak, Bencana, Bendungan, Bogor, Burikan, Cawas, Gombang, Karangasem, Kedungampel, Mlese, Nanggulan, Pakisan, Tirtomarto | , , | Tinggalkan komentar

Hujan lebat, Sungai Ujung dan Dengkeng meluap

Klaten (Espos)–Hujan lebat yang mengguyur kawasan Klaten seharian, Selasa (9/10), mengakibatkan Sungai Dengkeng dan Sungai Ujung meluap hingga merendam ratusan rumah, ratusan hektare sawah di Kecamatan Wedi dan Cawas.

Pantauan Espos di sejumlah kawasan di Klaten, Rabu (10/11) hujan lebat itu juga mengakibatkan tebing di jalan Wedi-Bayat tepatnya di Desa Melikan longsor pada Selasa petang. Longsornya tebing itu sempat mengakibatkan jalannya lalu lintas terganggu. Selain menggenangi rumah dan area sawah, luapan Sungai Ujung juga menggenangi jalan Wedi-Bayat tepatnya di Desa Brangkal. Akibatnya, jalannya lalu lintas dialihkan ke jalan perkampungan setempat.

Sementara hujan lebat juga mengakibatkan debit air di Sungai Mlese meninggi hingga mengakibatkan tanggul jebol. Hingga Rabu pagi, sejumlah warga masih memperbaiki tanggul tersebut dengan timbunan pasir dan batu. “Agar longsor tanggul ini tidak semakin parah, kami menimbunnya dengan pasir dan bebatuan secara swadaya,” papar Sukarno, warga Desa Gombang, Cawas, Klaten.

mkd

15 November 2010 Posted by | Bencana, Cawas, Gombang | , , | Tinggalkan komentar

Sebagian Wilayah Klaten Dilanda Banjir

KLATEN–MICOM:Sebagian wilayah Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, dilanda banjir akibat luapan sejumlah sungai setelah wilayah itu diguyur hujan deras, Kamis (3/11) sore. Ratusan hektare sawah dan permukiman warga tergenang.

Wilayah yang diterjang banjir antara Kecamatan Cawas, Bayat, Gantiwarno, Trucuk, dan Karangdowo. Beberapa sungai yang meluap di antaranya Dengkeng, Mlese, Kebo, Jaran, dan Sungai Gamping.

Dari pantauan mediaindonesia.com, Jumat (5/11), banjir di Kecamatan Cawas merendam permukiman penduduk Desa Bawak, Cawas, Karangasem, Barepan, dan Kedungampel. Ketinggian air mencapai 50 sentimeter (cm).

Sejumlah warga di Desa Bawak bahkan sempat dievakuasi dengan menggunakan perahu karet oleh tim Search and Rescue/SAR Klaten. “Warga di daerah aliran Sungai Dengkeng itu dievakuasi karena air semakin tinggi,” ujar Camat Cawas Pri Harsanto.

Selain merendam permukiman penduduk, banjir juga menenggelamkan ratusan hektare tanaman padi dan palawija. Seperti di Desa Karangasem, lahan padi terancam gagal tanam jika banjir tidak segera surut.

“Bisa jadi tanaman itu mati karena baru berumur 15 hari. Kalau itu terjadi, petani menderita kerugian sekitar Rp800 ribu per petak,” kata Kepala Desa Karangasem Sugiyanto saat meninjau tanggul Sungai Gamping yang jebol, Jumat.

Banjir juga merendam Kantor Kecamatan Cawas, Puskesmas, Pegadaian, Sekolah Menengah Petama Negeri (SMPN) 1 Cawas, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Muhammadiyah Cawas, Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Bawak, dan Pasar Cawas. “Akibat banjir, siswa diliburkan,” kata Pri. (OL-01)

http://www.mediaindonesia.com/read/2010/11/05/179946/124/101/Sebagian-Wilayah-Klaten-Dilanda-Banjir

6 November 2010 Posted by | Barepan, Bawak, Bencana, Cawas, Karangasem, Kedungampel | , , | Tinggalkan komentar

Tak Cuma Terkena Dampak Merapi, Klaten Dilanda Banjir 1 Meter

Jakarta – Tidak hanya terkena dampak letusan Gunung Merapi, sebagian wilayah di Klaten, Jawa Tengah (Jateng), juga dilanda banjir. Banjir tersebut disebabkan oleh jebolnya tanggul Kali Dengkeng yang tidak mampu menampung air hujan.

Banjir setinggi 1 meter persisnya menggenangi Kecamatan Cawas, Klaten bagian selatan, Jumat (5/11/2010), yang dilintasi Kali Dengkeng. Kali itu merupakan anak Bengawan Solo yang cukup besar di Klaten.

Menurut salah seorang warga, Ardi, banjir merendam sejumlah daerah di Cawas yang berada di radius 2 Km dari kali. Sejumlah perkantoran, SPBU, kantor polisi, dan sekolah ditutup akibat terkena air bah.

“Satu pasar juga lumpuh karena banjir,” kata Ardi, kepada detikcom.

Ardi mengatakan, hujan deras mengguyur lokasi sejak Kamis (4/11), kemarin, hingga malam. Hujan disertai dengan guyuran abu gunung merapi, namun sangat tipis.

Dikatakan dia, sementara ini belum ada laporan korban jiwa akibat banjir tersebut. Masyarakat juga masih bertahan di rumah masing-masing dan belum ada yang mengungsi.

“Saat ini, genangan air sudah sedikit menyusut,” katanya saat dihubungi pukul 09.30 WIB.
(irw/asy)

Irwan Nugroho – detikNews

5 November 2010 Posted by | Bawak, Bencana, Cawas | , , | 3 Komentar