Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten

"Mari kita jalin rasa kekeluargaan diantara kita"

Ratusan Hektare Sawah Klaten Jadi Danau Dadakan

Salah satu petani memantau kondisi sawah di Desa Karangasem, Kecamatan Cawas, Senin (7/4/2014) pagi. Ratusan hektare sawah di desa setempat terendam karena tanggul Kali Gamping jebol karena tidak kuat menahan derasnya aliran air.  (Shoqib Angriawan/JIBI/Solopos)Salah satu petani memantau kondisi sawah di Desa Karangasem, Kecamatan Cawas, Senin (7/4/2014) pagi. Ratusan hektare sawah di desa setempat terendam karena tanggul Kali Gamping jebol karena tidak kuat menahan derasnya aliran air. (Shoqib Angriawan/JIBI/Solopos)

Solopos.com, KLATEN — Ratusan hektare (ha) lahan pertanian di tiga kecamatan di Klaten mendadak berubah menjadi danau, Senin (7/4/2014). Pasalnya, sejumlah anak Kali Dengkeng di wilayah tersebut meluap hingga membanjiri sawah milik warga pada Minggu (6/4/2014) petang.

Ketiga kecamatan yang lahan pertaniannya terendam air tersebut adalah Cawas, Bayat dan Wedi. Sedikitnya, ada delapan desa di tiga kecamatan yang lahan pertaniannya terendam air. Informasi yang dihimpun Solopos.com, musibah tersebut berawal saat kawasan Klaten dan sekitarnya diguyur hujan lebat sekitar pukul 15.00 WIB. Tingginya intensitas hujan di berbagai wilayah praktis membuat sejumlah anak Kali Dengkeng meluap.

Di Desa Karangasem, Kecamatan Cawas, luapan Kali Gamping bahkan sampai menyebabkan tanggul yang masih terbuat dari tanah jebol. Pantauan Solopos.com di lokasi, Senin, tanggul yang jebol tersebut panjangnya sekitar 30 meter. Akibatnya, lahan pertanian yang ada di sebelah selatan kali berubah menjadi danau karena terendam air. Meski sawah masih terendam, namun puluhan petani tetap bergotong royong membersihkan sampah yang terbawa aliran air.

Salah satu petani dari Dusun Namengan, Desa Karangasem, Harno Suwiryo, 85, mengaku baru selesai menanam padi pada Minggu siang. Namun, sekitar pukul 18.00 WIB, tanggul sudah jebol dan menggenangi sawah seluas 5.400 meter persegi miliknya. “Padahal saya baru selesai menanam padi sekitar pukul 13.00 WIB, namun saat magrib itu tanggulnya jebol dan sawahnya terendam air,” jelasnya kepada wartawan di lokasi, Senin.

Dia pun memastikan ribuan meter persegi tanaman padi miliknya akan mati. “Tanaman padi jelas akan mati kalau terendam air. Apalagi baru beberapa jam selesai ditanam dan sampai Senin belum surut,” katanya. Akibat musibah tersebut, dia memastikan kerugian mencapai sekitar Rp2,2 juta.

Sementara itu, Kepala Desa Karangasem, Surono, mengatakan pada awal tahun ini tanggul di kawasan tersebut telah jebol dua kali. “Pertama, tanggul Kali Gamping tersebut jebol pada akhir Februari. Kemudian, kemarin [Minggu] petang kembali jebol di sebelah timurnya,” katanya kepada wartawan di ruang kerjanya, Senin.

Akibat musibah tersebut, sambung Surono, seluas 100-an Ha lahan pertanian terendam air. “Sekitar 100 Ha lahan pertanian terkena dampak banjir dan kerugian mencapai sekitar Rp300 juta,” imbuhnya.

Sementara, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten, jajaran Kodim, Koramil, Muspika Cawas dan Polsek sudah meninjau lokasi tanggul yang jebol pada Minggu malam. Kepala BPBD klaten, Sri Winoto, mengatakan akan membuat membuat tanggul darurat dari karung sak. “Kami juga berencana mengirimkan logistik untuk kerja bakti pembuatan tanggul darurat,” jelas Sri Winoto.

Tanggul jebol juga terjadi di Desa Jambakan, Kecamatan Bayat. Akibatnya, ratusan hektar sawah juga terendam air. Di Kecamatan Wedi, banjir juga menggenangi ruas jalan alternatif Jogja-Pacitan-Wonogiri yang melintasi Bayat. Bahkan, tidak sedikit pengendara bermotor yang menuntut karena kendaraannya mogok. Pasalnya, ketiggian air mencapai lebih dari 50 cm.

8 April 2014 Posted by | Bencana, Karangasem | , , | Tinggalkan komentar

Ini Jumlah Korban Banjir di 5 Kecamatan

Seorang pengendara motor melalui jalan penghubung antardesa di Jiwowetan, Wedi, Klaten, Minggu (23/2). Banjir yang terjadi pada Sabtu (22/2/2014) malam tidak hanya menggenangi rumah warga, tetapi juga menggenangi ratusan hektare lahan pertanian di Kabupaten Klaten. (Ayu A/JIBI/Solopos)
Seorang pengendara motor melalui jalan penghubung antardesa di Jiwowetan, Wedi, Klaten, Minggu (23/2). Banjir yang terjadi pada Sabtu (22/2/2014) malam tidak hanya menggenangi rumah warga, tetapi juga menggenangi ratusan hektare lahan pertanian di Kabupaten Klaten. (Ayu A/JIBI/Solopos)

Solopos.com, KLATEN—Banjir Klaten yang terjadi Sabtu (22/2/2014) malam menyebabkan 5 kecamatan tergenang. Hingga Minggu (23/2/2014) warga masih mengungsi.

Kepala Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten, Sri Winoto, mengatakan BPBD sudah mengirim logistik ke lokasi pengungsian yakni di Gantiwarno dan Wedi. Selain itu, pihaknya juga menurunkan tim untuk mendata jumlah kerugian akibat banjir tersebut.

“Bantuan logistik kami utamakan di lokasi pengungsian di Kecamatan Gantiwarno dan Wedi. Untuk total kerugian akibat bencana banjir di lima kecamatan, saat ini masih kami data,” katanya, Minggu.

Jumlah Wilayah yang Terendam Banjir:

Kecamatan         Jumlah Desa       Jumlah KK yang Terdampak

Gantiwarno        7                              91 KK

Wedi              2                              25 KK

Bayat             5                              420 KK

Trucuk            2                              1.000 KK

Cawas             5                              200 KK

Sumber: BPBD Klaten

24 Februari 2014 Posted by | Bencana | , | Tinggalkan komentar

3 Jam Diguyur Hujan, Klaten Kebanjiran

– Timlo.net
Dok.Timlo.net/ RoriDok.Timlo.net/ Rori

Banjir di Klaten.

Klaten — Sejumlah daerah di Klaten, Sabtu (22/2) sore terjadi banjir. Banjir salah satunya melanda wilayah Karanganom Mudal, Klaten Utara.
Ketinggian air di jalan mencapai 20 cm, dan sebagian rumah sempat kemasukan air. Bahkan jalan ke arah BAT sempat ditutup untuk kendaraan akibat derasnya aliran air.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten, Sri Winoto mengungkapkan dari pantauan ketinggian air dari cctv, terlihat diatas 110 sehingga sungai dengkeng dinyatakan awas.

Banjir juga terjadi di wilayah Bayat, bahkan akibat tingginya air, Jalan Bayat – Cawas sempat macet karena kendaraan roda 2 tidak bisa lewat. Sejumlah kendaraan yang nekat menerjang banjir banyak yang macet.

Selain itu, banjir juga melanda Dukuh Balong, Desa Kragilan, Gantiwarno. Hingga malam ini sejumlah warga masih waspada karena ketinggian air belum juga surut, dan air juga masuk ke rumah warga.
Editor : Abednego Afriadi

23 Februari 2014 Posted by | Bencana | , | Tinggalkan komentar

Dikepung Air Bah, Klaten Darurat Banjir

KLATEN (KRjogja.com) – Wilayah Kabupaten Klaten dikepung banjir, menyusul hujan deras yang mengguyur sejak siang hingga malam, Sabtu (22/2/2014). Banjir antara lain terjadi di wilayah Trucuk, Bayat, Cawas, Gantiwarno dan di perkotaan.

Kapolsek Trucuk, AKP Teguh Yuwono mengemukakan, banjir wilayah Trucuk antara lain terjadi di Dukuh Brijokidul, Desa Kalikebo. Air sempat memasuki pemukiman, namun hingga berita ini ditulis belum bisa terdata jumlah rumah yang tergenang. “Banjir di Brijokidul akibat meluapnya Sungai Jowa,” katanya.

Sedangkan di Desa Planggu, Kecamatan Trucuk juga terjadi banjir. Air bah di jalan sudah mencapai ketinggian dada orang dewasa, hal ini diakibatkan oleh luapan Sungai Dengkeng. Akibatnya jalur selatan antara Cawas – Trucuk putus total tak bisa dilewati kendaraan. Mapolsek Bayat juga tergenang air hingga sekitar 20 cm, banjir juga terjadi di Desa Ngerangan, Jambakan dan Karangasem Kecamatan Cawas.

Kapolsek Cawas, AKP Totok Mugiyanto mengemukakan, banjir semula terjadi di Desa Karangasem. Saat itu tanggul sungai masih utuh, namun setelah tanggul yang mengarah ke Jambakan jebol, maka banjir justru beralih ke Desa Jambakan dan di Karangasem mulai surut.

Di sisi lain wilayah perkotaan juga terjadi banjir di beberapa ruas jalan. Air mencapai ketinggian hampir 30 cm. Antara lain di ruas depan Pemkab Klaten dan juga jalan raya arah Bendogantungan – Wedi. (Sit)

23 Februari 2014 Posted by | Bencana, Karangasem | , | Tinggalkan komentar

Tanggul Kali Dengkeng Jebol, Puluhan Rumah di 5 Kecamatan di Klaten Terendam Air

Ilustrasi banjir akibat tingginya curah hujan. (Article.wn.com)
Ilustrasi banjir akibat tingginya curah hujan. (Article.wn.com)
Solopos.com, KLATEN — Hujan deras yang mengguyur Klaten selama lebih dari enam jam membuat tanggul Kali Dengkeng yang ada di Kecamatan Gantiwarno jebol, Sabtu (22/2/2014) petang. Akibatnya, puluhan rumah yang ada di lima kecamatan di Klaten terendam air dan ratusan warga mengungsi.

Informasi yang dihimpun Solopos.com, lima kecamatan yang terkena dampak luapan Kali Dengkeng tersebut adalah Gantiwarno, Wedi, Bayat, Cawas, dan Trucuk. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten, Sri Winoto, memaparkan banjir yang menerpa lima kawasan tersebut terjadi sekitar pukul 17.30 WIB.

Menurutnya, hujan deras yang mengguyur kawasan Klaten dan sekitarnya pada Sabtu menyebabkan debit air yang ada di Kali Dengkeng meningkat secara tajam. Bahkan, derasnya aliran air Kali Dengkeng juga menyebabkan tanggul yang ada di Desa Kragilan, Kecamatan Gantiwarno jebol.

Kondisi tersebut menyebabkan Dusun Balong yang ada di Desa Kragilan mengungsi ke tempat yang aman. Pasalnya, air sudah menggenangi sebagian rumah penduduk.
“Hingga Sabtu malam ini, sudah ada sekitar 91 kepala keluarga (KK) yang mengungsi. Mereka semua berasal dari Dusun Balong yang rumah mereka terendam air,” kata Sri Winoto saat dihubungi Solopos.com, Sabtu.

Sampai berita ini ditulis, petugas dari BPBD, relawan dan warga masih melakukan evakuasi warga yang terkena banjir. BPBD juga telah menyiapkan logistik kepada korban. Sementara itu, Kepala Desa Kragilan, Bambang Samiyo, memaparkan ketinggian air yang merendam desanya mencapai ketinggian hingga 3 m. “Saat ini ada puluhan rumah dan ratusan warga yang mengungsi ke tempat yang lebih aman. Sebab, ketinggian air mencapai lebih dari tiga meter,” paparnya via telepon, Sabtu.

Saat ditanya berapa tanggul di Gantiwarno yang jebol, pihaknya belum bisa memastikannya. Pasalnya, cuaca dan kondisi belum mendukung untuk melakukan pengamatan. Untuk sementara ini, pihaknya fokus pada penanganan musibah banjir.

23 Februari 2014 Posted by | Bencana | , | Tinggalkan komentar