Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten

"Mari kita jalin rasa kekeluargaan diantara kita"

Longsor di Cawas, 250 KK Terancam Terisolir

Tanggul Sungai Luwur di Dusun Jowo, Desa Balak, Kecamatan Cawas, Klaten dalam kondisi longsor. (Foto: Indratno)

KLATEN (KRjogja.com) – Tanggul sepanjang 2 kilometer di alur Sungai Luwur, Dusun Jowo, Desa Balak, Kecamatan Cawas, Klaten longsor akibat diterjang banjir dalam beberapa pekan terakhir. Sedikitnya 250 kepala keluarga (KK) dan 15 hektare lahan persawahan terancam dampak longsoran tersebut.

Kepala Desa Balak, Wijiono Margono, Kamis (13/06/2013), mengungkapkan sungai Luwur merupakan anakan dari Sungai Dengkeng yang melewati beberapa desa di Kecamatan Cawas. Dimana beberapa tangul di sepanjang bantaran sungai tersebut dalam kondisi kritis. Kerusakan tanggul terparah masuk di wilayah Dusun Jowo, Desa Balak.

“Ada tiga titik tanggul yang longsorannya parah, yakni di bawah jembatan sekitar 10 meter, 15 meter dan 25 meter di bantaran kanan kiri Sungai Luwur. Namun kalau ditotal kerusakan akibat longsoran ada di sepanjang 2 kilometer,” ungkap Margono.

Margono mengatakan, longsornya tanggul-tanggul di sepanjang bantaran Sungai Luwur sebenarnya sudah terjadi sejak musim hujan akhir 2012 silam. Hanya saja longsoran terus bertambah dalam beberapa pekan terakhir selama musim penghujan.

“Intensitas hujan masih tinggi hingga saat ini. Sedangkan Sungai Luwur selalu menjadi langganan banjir saat hujan. Hantaman arus banjir itu menyebabkan tanggul yang masih tanah ini tidak kuat menahannya,” ujar Margono.

Dampak dari longsoran itu, kata dia, menyebabkan lebar sungai terus bertambah akibat terkikis, dimana yang dulu hanya 10 meteran kini sudah mencapai 20 meteran dengan kedalaman lima meter.

“Saat ini ada sekitar 250 KK warga Dusun Jowo, Desa Balak terancam terisolir jika longsoran terus bertambah, selain itu longsoran juga mengancam merusak 15 hektare sawah milik warga,” ujar Margono.

Camat Cawas, M Nasir, mengatakan longsoran tanggul Sungai Luwur sebenarnya sudah diantisipasi oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten dengan memasang tanggul buatan menggunakan karung plastik yang diisi pasir. Namun derasnya arus banjir akhir-akhir ini membuat tanggul buatan itu tak mampu menahannya.

“Kemarin Pak Bupati sudah meninjau ke lokasi longsoran. Kami juga langsung berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) untuk selanjutnya akan disurvei ulang. Harapan warga memang harus dibuat tanggul permanen,” ujarnya.

Sementara itu, kondisi yang sama juga terjadi pada tanggul Dam Blabur, Desa Bendungan yang mengalami longsoran sekitar 5 meter. Sedangkan tanggul Sungai Desa Tugu juga ambrol sekitar 10 meter.

Longsoran di kedua desa wilayah Kecamatan Cawas ini telah menyebabkan terjadinya genangan di persawahan yang luasnya mencapai 50 hektare. (*-7)

30 Juni 2013 - Posted by | Balak, Bencana, Bendungan, Tugu | , , ,

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: