Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten

"Mari kita jalin rasa kekeluargaan diantara kita"

Tanggul Kali Dengkeng Hampir Jebol, BBWS Belum Beraksi

| Ivan Andimuhtarom/JIBI/SOLOPOS |


Kades Plosowangi, Suhono, 54, mengamati tanggul Kali Dengkeng di wilayahnya yang rawan jebol, awal pekan kemarin. (Ivan Andimuhtarom/JIBI/SOLOPOS)

KLATEN--Tanggul Kali Dengkeng sepanjang 30 meter yang berada di sebelah selatan areal persawahan Desa Plosowangi, Kecamatan Cawas, Klaten terancam jebol akibat derasnya air sungai.

Selama tiga tahun terakhir pemerintah dan warga desa telah menguruk tanggul tersebut, tetapi mereka tetap khawatir tanggul tak mampu bertahan terkena erosi air.

Kades Plosowangi, Suhono, 54, ketika ditemui Solopos.com di lokasi, awal pekan kemarin, mengatakan tanggul mulai terkikis air Sungai Dengkeng sejak 2010 lalu. Saat itu, kata dia, lebar tanggul hanya tinggal satu meter dari posisi semula yang memiliki lebar enam meter. Ia kemudian bersama warga menguruk tanggul tersebut.

“Kalau sampai jebol, enam desa di sebelah utara tanggul bisa terendam air. Desa itu, Plosowangi, Baran, Mlese, Tirtomarto, Japanan dan Bogor. Ratusan hektare sawah bisa jadi korban. Bahkan, pemukiman yang terletak di wilayah yang rendah juga bisa kena dampaknya. Sekarang lebar tanggul tinggal dua meter,” terangnya.

Ia menambahkan, warga juga memasang patok dari bambu untuk menguatkan tanggul. Namun setiap musim hujan, sedikit demi sedikit tanggul terkikis.

Suhono telah melaporkan kondisi tersebut kepada pihak terkait, Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) sejak 2010. Namun, sampai saat ini belum ada tindak lanjut dari pemilik otoritas pengelolaan kali-kali di Jawa Tengah tersebut.

“Tanggul ini baru ditambah tanah September 2012 lalu. Tingginya saat itu lebih tinggi dari sisi bagian utaranya. Tetapi sekarang sudah melorot ke bawah. Pohon bambu itu juga awalnya ada di tepi. Sekarang sudah agak ke tengah. Tiap hujan deras, saya selalu mengecek kemari. Khawatir tanggul jebol,” papar dia.

Camat Cawas, Muchamad Nasir, ketika dihubungi Solopos.com,  mengatakan pihaknya hanya bisa melaporkan hal tersebut kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten. Namun, semua upaya tersebut belum membuahkan hasil positif.

“Saya berharap 2013 ini tanggul tersebut dapat diperbaiki sehingga tidak merisaukan warga sekitar,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten, Sri Winoto, ketika dihubungi Solopos.com mengatakan pihaknya  hanya bisa mendata laporan-laporan kemudian melaporkannya kepada BBWSBS.

“Yang bertanggungjawab atas pengelolaan sungai-sungai adalah BBWSBS. Kami sudah buat laporan,” kata dia.

15 Januari 2013 - Posted by | Bencana, Plosowangi |

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: