Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten

"Mari kita jalin rasa kekeluargaan diantara kita"

KIOS DIROBOHKAN: Pedagang Pasar Cawas Ngotot Minta Ganti Rugi

SOLOPOS/Moh Khodiq Duhri

KLATEN-Paguyuban Pedagang Pasar Cawas (P3C) ngotot meminta ganti rugi kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten jika 12 kios yang dibangun secara swadaya dirobohkan.

Sekretaris P3C, Joko Winarno, kepada solopos.com, Sabtu (9/6/2012), mengatakan pedagang menolak renovasi Pasar Cawas jika belum ada kepastian tentang ganti rugi tersebut. Menurutnya, 12 kios itu dibangun secara swadaya oleh pedagang tepat empat bulan setelah terjadi gempa bumi 2006 silam yang memporak-porandakan Pasar Cawas.

Pedagang membangun 12 kios secara swadaya karena setelah terjadi gempa bumi Pemkab Klaten tak kunjung memperbaikinya. “Dua belas kios itu dibangun menggunakan dana sekitar Rp250 juta hingga Rp300 juta. Dana itu berasal dari utang ke sana ke mari. Bahkan hingga kini, utang itu belum lunas,” ujar Joko.

Sebelum memugar Pasar Cawas, kata Joko, Pemkab Klaten mestinya memperhatikan persoalan sosiologis dan historis dari pasar tradisional ini. Pada prinsipnya, pihaknya merasa senang jika pasar itu direnovasi sebelum Lebaran. Namun dia meminta Pemkab Klaten lebih bijak dalam menyikapi persoalan yang dihadapi pedagang.

“Pascagempa, bangunan pasar itu dibangun dengan megah oleh pedagang secara swadaya. Pemkab Klaten sedikitpun tidak membantu, bahkan mengucapkan terima kasih saja tidak. Sekarang tiba-tiba Pemkab Klaten mau merobohkan bangunan itu. Wajar jika kami meminta ganti rugi,” terang Joko.

Terkait permintaan ganti rugi pedagang, Ketua Komisi II DPRD Klaten, Andi Purnomo, mengaku tidak bisa menjanjikan. Akan tetapi, pihaknya akan mengusulkan dana ganti rugi itu dalam pembahasan APBD 2013 mendatang. “Proses pengajuan usulan di tahun 2012. Tetapi realisasinya di tahun 2013,” ujar politisi dari PDI Perjuangan ini.

Menanggapi pernyataan Andi, Joko meminta permohonan ganti rugi kepada pedagang bisa diusulkan dalam pembahasan APBD Perubahan 2012. “Kalau bisa diusulkan di pembahasan APBD Perubahan, mengapa harus menunggung pembahasan APBD 2013? Makin cepat diusulkan, semakin cepat diketahui adanya kepastian ganti rugi itu,” pungkas Joko.

11 Juni 2012 - Posted by | Cawas, Ekonomi | , ,

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: