Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten

"Mari kita jalin rasa kekeluargaan diantara kita"

Warga Cawas Keluhkan Bantuan Rehab Rumah

Indratno Eprilianto – Timlo.net

Klaten – Para penerima bantuan rehab rumah tak layak huni di Dukuh Cawas RT 02 RW 01, Desa Cawas, Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten mengeluhkan bantuan rehabilitasi rumah mereka. Selain dianggap tak prosedural, bantuan itu juga membingungkan.

Rabiyem (65), salah satu penerima bantuan mengaku hingga saat ini masih bingung atas bantuan rehab rumah yang diberikan oleh petugas dari UPK PNPM Mandiri Kecamatan Cawas pada pertengahan Desember 2011 lalu.

Bantuan itu diterimanya dalam dua tahap. Tahap pertama Rabiyem menerima uang Rp Rp 2,5 juta. Kemudian tahap kedua menerima Rp 500 ribu. Namun setelah serah terima secara simbolis selesai, uang tersebut kembali diminta oleh petugas. Sebelumnya petugas melakukan survei dengan memotret kondisi rumah Rabiyem.

“Saat datang kerumah, petugas itu (pemberi bantuan) mengaku dari PNPM Mandiri. Kemudian memberi bantuan uang total Rp 3 juta dalam dua tahap. Katanya untuk merehab rumah saya. Namun uang itu kembali diminta setelah mereka memotret acara simbolis serah terima,” ujarnya saat ditemui di rumahnya, Minggu (15/1).

Sugeng (37) anak Rabiyem, mengaku sempat menanyakan kepada petugas kenapa bantuan uang itu diminta kembali. “Petugas itu bilang bantuan akan diberikan selang sehari setelah acara simbolis serah terima,” ujarnya menirukan petugas.

Benar, selang sehari bantuan tersebut diantar kembali oleh petugas. Namun Sugeng kaget bantuan yang datang ternyata berujud material bangunan yang jika ditotal hanya sekitar Rp 1 jutaan.

“Bantuan itu berupa pasir satu truk, batu bata 1.000 biji dan semen 15 sak. Jika ditotal hanya Rp 1 jutaan lebih sedikit. Saya juga disuruh mencari tukang untuk merehab rumah yang dibiayai oleh PNPM,” beber Sugeng.

Dari bantuan material itu, Sugeng mengaku hanya bisa untuk memperbaiki lantai hingga tembok bagian depan dan teras rumahnya. “Saya sempat minta kayu tapi hingga saat ini tidak diberikan. Saat merehab rumah saya juga disuruh agar cepat-cepat diselesaikan, dan akhir Desember harus sudah rampung,” ungkapnya.

Bantuan yang sama juga diberikan kepada keluarga Urip Sutrisno (31) tetangga Rabuyem. Urip menerima bantuan rehab rumah dari PNPM berupa semen 15 sak, batu bata 1.000 biji dan satu kusen pintu. Sedangkan untuk pasir, Urip disuruh minta kepada Rabiyem.

“Saya disuruh minta pasir kepada Rabiyem. Kata petugas itu pasir satu truk tersebut untuk dua rumah. Sebelumnya sudah disurvei mengenai kerusakan rumah saya. Dan selang beberapa hari tiba-tiba diberi material,” ujar Ny Maryani (30), istri Urip.

Maryani juga mengaku didesak petugas untuk segera menyelesaikan rehab rumahnya tersebut setelah material turun. “Saya disuruh mencari tukang yang dibiayai PNPM kemudian rehab harus cepat diselesaikan. Hingga kini saya juga tidak tahu kenapa tiba-tiba diberi bantuan,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua RT 02 Dukuh Cawas, Joko Purwanto mengaku tak tahu menahu pemberian bantuan yang diberikan kepada warga dilingkungannya. Menurutnya, bantuan tersebut tak prosedural.

“Saya sebagai ketua RT saja tidak diberi tahu terlebih dahulu jika ada bantuan untuk rumah tak layak huni dilingkungan ini. Selain itu kriteria penerima juga tidak jelas,” ujar Joko.

Terpisah, Ketua UPK PNPM Kecamatan Cawas, Agus Mulyono menjelaskan bantuan tersebut berasal dari dana stimulan dari Kementrian Perumahan Rakyat yang dianggarkan dari APBN Perubahan 2011.

“Bantuan tersebut memang harus cepat-cepat dilakukan karena dana dari pusat cair pada 19 Desember 2011 lalu. Total pengerjaan sendiri harus diselesaikan selama 10 hari,” jelas Agus.

Di Kecamatan Cawas, kata Agus, bantuan rehabilitasi rumah dilakukan pada 200 unit rumah tak layak huni. Bantuan tersebut diberikan dalam ujud material.

“Bantuan itu kami berikan tidak dalam bentuk uang karena biar tidak disalahgunakan. Sebab, seperti tahun-tahun sebelumnya dana bantuan rumah berujud uang malah digunakan untuk keperluan lain oleh si penerima,” jelasnya.

Dikirim melalui Timlo.Net – Portal Informasi Solo

16 Januari 2012 - Posted by | Cawas, Korupsi |

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: