Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten

"Mari kita jalin rasa kekeluargaan diantara kita"

Ana, siswi SMPN 3 Cawas itu sempat menyendiri sebelum hilang…

Sukoharjo– Pasangan Legio dan Lestari, warga Kaliwider RT 1/RW III, Tegalsari, Weru, Sukoharjo, kini hanya bisa bersedih menanti kedatangan putri semata wayangnya, Ana Setyaningrum, 14, siswi kelas II SMPN 3 Cawas, Klaten.

Pasangan itu terpaksa meninggalkan kesibukannya berdagang di Semarang setelah mendengar kabar putrinya hilang, Sabtu (22/1). “Ana pergi ke sekolah Sabtu pagi dan sampai pukul 17.00 WIB tak juga pulang, padahal biasanya dia langsung pulang rumah jika sekolah usai,” kata paman Ana, yakni Wahono yang masih berusaha mencari keberadaan keponakannya itu sampai Senin (7/2) siang.

Di mata keluarga dan kerabat, Ana dikenal sebagai anak pendiam. Namun sebelum dia pergi menghilang, Ana lebih sering menyendiri. Wahono menjelaskan Ana sering sibuk bermain facebook lewat handphone (HP)sepupu yang tinggal serumah dengannya, Siwi.

“HP Ana tak bisa dipakai facebook-an. Dia sering meminjam HP Siwi, mereka tinggal serumah bersama kakeknya, Widodo, 55,” jelas Wahono.

Ana pergi dari rumah dengan sepeda ontelnya. Tak tahu kemana tujuan kepergiaannya saat itu. Pasalnya, Wahono telah mengecek ke pihak sekolah dan diterangakan Ana tak mengikuti kegiatan belajar hari itu.

Dia mengaku telah menelusuri informasi ke sejumlah rekan Ana. Namun, upaya itu belum juga menunjukan hasil.

Kapolsek Weru, AKP Joko Wasono mewakili Kapolres Sukoharjo, AKBP Pri Hartono EL, menyatakan pihaknya terus melacak keberadaan Ana. Sampai Senin siang, pihaknya telah menemukan sepeda ontel yang dibawa Ana terakhir pergi dari rumah.

“Sepeda ontel telah kami temukan di salah satu rumah di Tengklik, Weru, kami masih mendalami dan terus mencari keterangan,” katanya.

Joko menjelaskan keterangan terakhir yang dihimpun pihaknya menunjukan langkah Ana menuju ke Kota Solo dengan bus, sesaat setelah menitipkan sepedanya itu. Dari keterangannya yang dihimpun dari teman sebangku Ana, Joko menjelaskan sebelum pergi Ana terlihat menyendiri. Dia lebih memanfaatkan waktu dengan SMS-an melalui HP-nya.

Selain dari kegiatan menggunakan situs jejaring sosial, lanjut Joko, Ana diduga pergi dengan teman yang ditemui di dunia maya, entah facebook atau HP. Joko belum menerangkan siapa saja pihak yang dikatakan orang yang menemani Ana dalam kepergiannya itu.

Selain pencarian oleh jajaran kepolisian, upaya publikasi melalui dunia maya pun ditempuh oleh kerabat keluarga Ana. Sebut saja Danang teman Wahono yang mengunggah berita kehilangan orang di http://www.kaskus.us/showthread.php?t=6889420. Oriza Vilosa

8 Februari 2011 - Posted by | Japanan, Umum | ,

1 Komentar »

  1. semoga keluarga diberi kesabaran. saya rasa ini bukan kali pertama hal seperti ini terjadi. pelajaran berharga untuk para orang tua

    Komentar oleh renungan | 8 Februari 2011 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: