Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten

"Mari kita jalin rasa kekeluargaan diantara kita"

Dari Lomba Saji Makanan Minim Glutein, Klaten tak tergantung bahan pangan impor

Aneka makanan dengan bahan lokal tersaji apik di beberapa meja yang disediakan pada Lomba Saji Makanan Minim Glutein di area Outlet Temon, Dukuh Girimarto Desa Tlingsing, Kecamatan Cawas, Sabtu (24/10) lalu.

Sebanyak 53 tim dari berbagai wilayah di Kecamatan Cawas yang mengikuti lomba tersebut mengadu kemampuan mereka menyajikan masakan yang rendah glutein berbasis bahan lokal. Glutein adalah kandungan yang terdapat dalam tepung terigu atau tepung gandum. Meski sejumlah institusi penelitian telah mengembangkan pertanian gandum di Indonesia, pada kenyataannya gandum lebih banyak diimpor dari luar negeri.
Dalam kegiatan itu, peserta tidak hanya mencoba menyuguhkan makanan minim glutein, mereka pun berusaha menyajikan masakan karya mereka dengan penampilan paling menarik. Beberapa jenis hasil olahan peserta antara lain kue telapis, kue klepon ketan, tiwul ayu, lapis singkong dan brownies waluh. Ada pula makanan khas dari wilayah tertentu seperti geti mirasa dari Desa Bogor dengan bahan dasar wijen dan gula jawa.
Pada setiap masakan hasil kreasi mereka, peserta mencantumkan nama resep makanan dan rincian harga bahan-bahan yang dipakai. Beberapa peserta mengaku senang mengikuti lomba tersebut. Seperti yang dikemukakan Ny Hali, 42, dan Ny Eko Pakarti, 53. Hali menilai melalui kegiatan itu dirinya bisa berbagi informasi dengan teman-temannya yang lain. ”Lomba saji makanan minim glutein bisa menambah pengetahuan dan pengalaman kami,” ucap Pakarti.
Penanggung jawab Lomba Saji Makanan Minim Glutein, Anies Zulaikha menyampaikan, pada kegiatan itu, peserta lomba diminta membuat masakan dengan harga Rp 25.000 dengan ukuran satu porsi untuk 10-15 orang. ”Kami ingin mengangkat potensi makanan lokal yang sehat. Lomba itu dilaksanakan dalam rangka Hari Pangan untuk meningkatkan potensi lokal yang murah, sederhana dan digemari masyarakat,” ucap Anies dari LSM Gita Pertiwi Solo.
Direktur Eksekutif LSM Gita Pertiwi, Rossana Dewi R mengemukakan pihaknya berusaha ikut mendorong agar kaum ibu kreatif membuat masakan minim glutein. Terbukti melalui lomba itu, masakan rendah glutein bukan hanya menarik dilihat namun juga sedap, bahkan sehat disantap. Kenyataan itu membuktikan bahwa warga Klaten sejatinya tak tergantung produk impor seperti gandum.

Juara Lomba Saji Makanan Minim Glutein

Juara Nama Makanan Peserta Desa

I Nasi Tiwul Suminah Bogor
II Kroket Pisang Kepok Lastri Tlingsing
III Brownies Waluh Retno Bendungan
Harapan I Nasi Jagung – Baran
Harapan II Nasi Goreng Singkong – Kedungampel
Harapan III Bika Ambon – Baran

Sumber: Dokumentasi LSM Gita Pertiwi

– Oleh : Nadhiroh

3 November 2009 - Posted by | Baran, Bendungan, Bogor, Kedungampel, Tlingsing | , , , , , ,

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: