Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten

"Mari kita jalin rasa kekeluargaan diantara kita"

Pasien ISPA di Cawas melonjak

Cawas (Espos) Angka atau jumlah kasus infeksi saluran pernapasan atas akut (ISPA) di wilayah kerja Puskesmas 1 Cawas, Klaten melonjak signifikan sepanjang bulan Juli 2009.

Demikian disampaikan Kepala Puskesmas 1 Cawas drg Sri Harjanti saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Kamis (6/8) siang. Peningkatan jumlah pasien pemderita ISPA yang memeriksakan diri ke Puskesmas 1 Cawas yang wilayah kerjanya melingkupi Desa Karangasem, Kedungampel, Burikan, Nanggulan, Tugu, Barepan, Cawas, Bawak, Plosowangi dan Bendungan itu diyakini lantaran kondisi perubahan musim.
”Apabila dibandingkan angka kasus ISPA bulan Juni sebanyak 694 penderita, pada bulan Juli mengalami lonjakan cukup berarti lantaran musim pancaroba. Namun demikian kami belum tahu pasti jumlah kasus ISPA bulan Juli lantaran masih dalam proses pencatatan petugas kami,” ujarnya. Dia menambahkan, pada perubahan musim banyak debu beterbangan dan suhu udara yang tinggi, dapat menguras stamina tubuh sehingga rentan terhadap serangan penyakit.

Tingkatkan PHBS
Sri menjelaskan, ISPA menduduki peringkat pertama jenis penyakit dengan penderita paling banyak di wilayah kerja Puskesmas 1 Cawas selama beberapa tahun terakhir. Penyakit yang mulanya menyerang tenggorokan lantas memicu suhu tubuh naik itu cukup berbahaya apabila menyerang anak di bawah usia lima tahun. ”Jika sudah pneumonia dengan tanda bernafasnya cepat dan tersengal, serta suhu tubuh naik, bisa membuat si penderita meninggal dunia,” imbuhnya.
Untuk itu, dia mengajak masyarakat meningkatkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) guna menghindari serangan aneka bakteri dan virus. Selain itu masyarakat diminta menjaga stamina dan kondisi tubuh sehingga tidak mudah terserang penyakit. Senada, paramedis Puskesmas 1 Cawas, Endang DR memperkirakan, jumlah penderita ISPA akan terus bertambah seiring berlangsungnya musim kemarau.
”Sebenarnya jumlah kasus ISPA Juni sudah turun dibandingkan Mei yang mencapai 899 kasus. Selama musim kemarau ini, sangat berisiko terhadap serangan ISPA. Untuk itu mesti hati-hati,” papar dia.
Endang memaparkan, pada musim pancaroba juga rawan terjadi gangguan kesehatan jaringan ikat sistemik lainnya atau yang dikenal dengan pegal linu. Guna menghindari gangguan fisik tersebut, masyarakat mesti tetap mengacu pada PHBS. ”Pola makan, bekerja, serta istirahat mesti diperhatikan benar-bear. Jangan memaksakan diri beraktivitas bila mengalami gangguan kesehatan,” ujarnya.

11 Penyakit menonjol di Cawas

No Jenis penyakit Mei Juni

1. ISPA 899 694
2. Gangguan jaringan ikat 690 566
sistemik lainnya
3. Dispepsia 616 547
4. Penyakit kulit dan jaringan 528 492
5. Penyakit gigi 366 330
6. Hipertensi 173 155
7. Asma 74 63
8. Mata 71 60
9. Diabetes melitus 68 60
10. Diare – 54
11. Migren & sindrom nyeri 66 –
kepala lainnya

Sumber: Puskesmas 1 Cawas

– Oleh : Kurniawan

7 Agustus 2009 - Posted by | Cawas, Kesehatan | , ,

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: