Koperasi Ahmad Dahlan Cawas gelar RAT
Klaten (Solopos.com)–Koperasi Serba Usaha (KSU) Baitul Mall wa Tamwil (BMT) Ahmad Dahlan Kecamatan Cawas, Klaten menggelar rapat anggota tahunan (RAT) di Sanggar Kegiatan Bersama (SKB) Cawas.
Dalam acara yang digelar, Sabtu (5/3/2011) tersebut terungkap bahwa aset KSU BMT Ahmad Dahlan hingga kini mencapai Rp 16,5 miliar dan memiliki sisa hasil usaha (SHU) mencapai Rp 323 juta. “Saat ini KSU BMT Ahmad Dahlan sudah bisa membangun gedung baru senilai Rp 649 juta lebih,” kata Camat Cawas Ir Pri Harsanto kepada Espos, Selasa (8/3/2011).
Selain mengemban profit oriented, kata dia, KSU Ahmad Dahlan juga membawa misi social oriented. Salah satunya dengan menggelar kegiatan sosial kemanusiaan seperti beasiswa, santunan kepada fakir miskin, peminjaman modal kerja bagi warga kurang mampu serta program peduli Merapi. “RAT ini digelar untuk mempertanggung jawabkan kinerja koperasi dalam rangka memenuhi akuntabilitas dan transparansi kepada 318 anggotanya,” lanjutnya.
(asa)
RSI Cawas resmikan gedung baru
Klaten (Espos)--Rumah Sakit Khusus Bedah Islam (RSKBI) Cawas meresmikan gedung rawat inap baru, Sabtu (19/2) di RS setempat.
Acara peresmian dipimpin langsung oleh Camat Cawas, Ir Pri Harsanto dan dihadiri segenap karyawan RSKBI Cawas. Selain meresmikan gedung baru, acara juga diisi dengan pengajian untuk memperingati Maulid Nabi dengan menghadirkan pembicara ustaz Muhajir dari Kota Susu, Boyolali.
Humas RSI Klaten, Agus Susanto menjelaskan, dengan diresmikan gedung baru RSKBI, diharapkan pelayanan RS tersebut kepada masyarakat menjadi lebih optimal.
asa
Serangan wereng capai 299 Ha
Klaten (Espos)--Serangan hama wereng di lahan pertanian Kecamatan Cawas, Klaten hingga saat ini telah mencapai 299 Ha dari 2.318 Ha lahan pertanian se-Kecamatan Cawas. Jumlah tersebut tersebar di tujuh desa, yakni Tirtomarto, Balak, Japanan, Bogor, Tlingsing, Pogung, serta Pakisan.
Camat Cawas, Priharsanto menjelaskan, para petani di Kecamatan Cawas telah mencoba sejumlah langkah pengendalian hama wereng dengan baik. Namun, berbagai upaya yang dilakukan para petani tetap saja gagal. “Mulai semprotan pestisida bantuan pemerintah, hingga cara mandiri dengan solar. Namun, tetap saja tak mempan,” katanya kepada Espos, Rabu (9/2).
Menurutnya, para petani perlu menempuh upaya lain dalam mengendalikan hama wereng, yakni dengan pola tanam yang diberakan. Kedua ialah mengatur sistem drainase yang baik agar tanaman dapat tumbuh dengan baik. “Pola tanam yang diberakan sekali dalam dua kali panen, akan mampu memutus siklus hama. Pengaturan drainase pengairan juga akan membuat tanaman tumbuh dengan baik karena genagan air bisa membuat tanaman rusak,” paparnya.
asa
Gagal panen meluas, perangkat desa di Klaten gigit jari
Klaten (Espos) — Gagal panen yang menyerang Kecamatan Gantiwarno, Klaten akibat hama wereng dan banjir meluas di Kecamatan Cawas. Kali ini bukan saja menimpa pertanian milik warga, namun para perangkat desa setempat juga ketiban sial.
“Perangkat desa pusing semua. Termasuk saya. Pertanian dua kali gagal panen,” tegas Kepala Desa Balak, Cawas, Klaten, Sutarjo kepada Espos, Selasa (7/2).
Lebih lanjut dia menjelaskan, jumlah pertanian warga yang mengalami gagal panen mencapai 80 hektare. Angka tersebut paling banyak terjadi di Desa Balak, Cawas, Klaten dengan jumlah petani sekitar 240 orang. Selain itu, Desa Japanan serta Desa Tirtomarto juga mengalami hal serupa. “Namun, jumlahnya kami tak tahu persis. Kami hanya dengar keluhan dari warga di sana,” terangnya.
Yang jelas, lanjutnya, gagal panen tersebut terlihat dari hasil panen yang mampu dibawa pulang petani tak lebih dari 20% per lahan. Penyebab utama gagalnya panen di wilayahnya, kata Sutarjo, selain serangan hama wereng juga karena rendaman banjir yang berulangkali menyerang wilayah mereka. “Banjir dan hujan ekstrem akhir-akhir ini membuat pertanian rusak,” terangnya.
Atas peristiwa tersebut, pihaknya telah melaporkan kepada Dinas Pertanian Klaten. “Kami sudah laporkan secara tertulis,” tambahnya.
Gagal panen di daerah tersebut, katanya, berdampak hebat pada kesejahteraan petani dan juga perangkat desa. Perangkat yang hanya mengandalkan sawah bengkok, katanya, saat ini sangat terpuruk. Sebab, kerapnya acara-acara hajatan serta pertemuan warga sangat menguras kantong mereka. “Padahal, sawah bengkok kami gagal panen terus,” paparnya.
Selain 80 hektare sawah yang gagal panen, lanjut Sutarjo, saat ini juga masih ada 40 hektare tanaman padi di Desa Balak yang terancam gagal panen. Hal itu terlihat dari kondisi tanaman yang kini mulai menguning kering.
Camat Cawas, Priharsanto ketika dikonfirmasi hal itu mengaku akan meninjau lokasi pertanian warga yang gagal panen tersebut.
Sebelumnya, gagal panen menyerang pertanian di Kecamatan Gantiwarno. Bahkan, empat Desa diantaranya dinyatakan puso total karena kerusakan akibat wereng mencapai di atas 90%. Sedangkan gagal panen yang kurang dari 90% mencapai 226 hektare. Empat desa yang puso total itu ialah Desa Jabung, Mutihan, Towangsan, serta Ceporan yang jumlahnya mencapai 26 hektare. asa

