Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten

"Mari kita jalin rasa kekeluargaan diantara kita"

Pemcam Cawas gelar sosialisasi pendataan keluarga

(Solopos.com)–Pemerintah Kecamatan (Pemcam) Cawas, Klaten menggelar sosialisasi pendataan keluarga di aula kecamatan setempat, Selasa (19/7/2011).

Camat Cawas, Pri Harsanto kepada Espos mengatakan kegiatan itu dihadiri sekitar 25 warga. Sosialisasi pendataan keluarga itu dilakukan oleh petugas penyuluh keluarga berencana (PLKB) dan petugas pembantu keluarga berencana (PPKB).

“Melalui kegiatan ini, kami berharap bisa terwujud data keluarga dengan lebih akurat dan valid seperti jumlah anggota keluarga, jumlah peserta KB, jumlah peserta keluarga sejahtera (KS), demografi, dan lain-lain,” kata Pri Harsanto.

(mkd)

21 Juli 2011 Posted by | Umum | , , , | Tinggalkan sebuah Komentar

Medio 2011, Dispertan larang petani tanam padi

Klaten (Solopos.com)–Dinas Pertanian (Dispertan) Klaten medio 2011 melarang petani untuk menanam padi. Hal itu dilakukan untuk memutus siklus hama wereng yang merebak di beberapa kecamatan di Klaten.

Luas lahan pertanian akibat serangan hama wereng di Klaten sesuai data Dispertan pada medio April 2011 sebanyak 680 ha. Dari data tersebut, urutan serangan hama wereng terbanyak di Kecamatan Delanggu mencapai 184 ha, disusul Kecamatan Karanganom dengan jumlah serangan 86 ha, sedangkan urutan ketiga sebanyak 73 ha di Kecamatan Cawas.

Kepala Bidang (Kabid) Tanaman Pangan dan Holtikultura Dispertan Klaten, Wahyu Prasetyo, mengatakan jumlah serangan hama wereng di Klaten fluktuatif dalam tiap bulannya. Selama ini, imbuhnya, Dispertan sudah memberikan bantuan obat hama wereng kepada kelompok tani.

Wahyu bahkan mengakui obat hama wereng tidak bertahan lama. Salah satu upaya memutus siklus hama wereng dengan pola tanam secara serentak. “Agar pola tanam bisa serentak, maka petani diharuskan untuk menghentikan menanam padi,” paparnya saat ditemui Espos, di kantornya, Jumat (29/4/2011).

(m98)

30 April 2011 Posted by | Umum | , | Tinggalkan sebuah Komentar

Kades Urunan Tambal Jalan

MASALAH kerusakan jalan sering muncul, di Klaten, terutama pada saat musim hujan. Di daerah ini terdapat 75 kilometer ruas jalan yang pemeliharaannya berada di kewenangan Pemprov . Satu ruas jalan berada di wilayah barat, menghubungkan Kabupaten Klaten dengan Kabupaten Boyolali. Ruas jalan sepanjang sekitar 40 kilometer itu melintasi Kecamatan Klaten Utara, Ngawen, Jatinom dan Kecamatan Tulung sebelum tersambung dengan Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali.

Di ruas timur, terdapat ruas sepanjang sekitar 35 kilometer di Jl Raya Cawas-Gunung Kidul. Ruas jalan tersebut mencakup Kecamatan Pedan dan Cawas, berakhir di persimpangan Jenthir menuju ke Kabupaten Sukoharjo dan Gunung Kidul, DI Yogyakarta.
Berbeda dari ruas jalan Yogyakarta – Solo, yang setiap ada satu lubang selalu cepat diperbaiki.  Dua ruas jalan itu rentan rusak setiap waktu.

Kerusakan jalan di dua ruas itu yang paling klasik terjadi di ruas jalan Klaten-Boyolali. Setiap usai direhab, kerusakan kembali terjadi. Bertahun-tahun, mulai Kecamatan Jatinom sampai Tulung, aspal di jalur tersebut rentan mengelupas dan berubah menjadi jebakan maut yang siap memangsa korban. Puluhan bahkan mungkin ratusan lubang terbentuk setahun terakhir. Apa sebab? Faktor musim sebenarnya tidak terlalu berpengaruh. ”Yang paling banyak karena dilalui kendaraan galian C. Sebab setiap hari ada ratusan truk,” ungkap Sriyono, warga Tulung.

Menurut dia, belasan bahkan mungkin puluhan korban sudah jatuh sebab mayoritas jalur itu minim penerangan.
Makin Parah Saat kerusakan di ruas barat belum terurai, kerusakan menjalar ke jalur perbatasan sisi timur. Ruas jalan sejak Desa Gombang sampai Jentir, Kecamatan Cawas semakin hari semakin parah. Air selalu menggenang saat hujan datang ditimpuki banyaknya truk pasir ke arah Kabupaten Sukoharjo dan Wonogiri yang melintas menyebabkan jalan amburadul. Lubang dengan kedalaman lima sentimeter sampai 15 sentimeter menjadi pemandangan biasa.

Warga yang jengkel pun nekat. Terakhir Rabu, (16/2) warga menanam pisang di depan rumah anggota DPRD Jateng di Desa Gombang, Kecamatan Cawas. Bukan tanpa alasan, sebab sudah menyebabkan korban tewas. Sehari setelah itu, delapan kepala desa yang dilintasi jalur itu ramai-ramai menambal lubang jalan sebagai bentuk keprihatinan. Kades Barepan, Kecamatan Cawas, Sunarto mengaku jengkel dengan kerusakan jalan itu.

Menurut Sunarto, sebagai bentuk kepedulian, karena Pemrpov tidak kunjung merehab, kades-kades di sepanjang jalur itu berswadaya membeli pasir dan tanah uruk untuk menambal lubang jalan. Kerusakan jalur itu, menurutnya, bukan tidak dilaporkan.

Kerusakan itu, menurut Sekretaris Komisi III DPRD  Klaten, Edi Sasongko sedikit banyak sudah mempengaruhi ekonomi warga.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Pemkab Klaten, Ir Tajudin Akbar, mengatakan Pemkab tidak memiliki kewenangan menangani dua ruas tersebut. Kewenangan Pemkab hanya sebatas melaporkan kerusakan.  (Achmad Hussain-24) Suara Merdeka

26 Februari 2011 Posted by | Barepan, Cawas, Gombang, Umum | , | Tinggalkan sebuah Komentar

RSI Cawas resmikan gedung baru

Klaten (Espos)--Rumah Sakit Khusus Bedah Islam (RSKBI) Cawas meresmikan gedung rawat inap baru, Sabtu (19/2) di RS setempat.

Acara peresmian dipimpin langsung oleh Camat Cawas, Ir Pri Harsanto dan dihadiri segenap karyawan RSKBI Cawas. Selain meresmikan gedung baru, acara juga diisi dengan pengajian untuk memperingati Maulid Nabi dengan menghadirkan pembicara ustaz Muhajir dari Kota Susu, Boyolali.

Humas RSI Klaten, Agus Susanto menjelaskan, dengan diresmikan gedung baru RSKBI, diharapkan pelayanan RS tersebut kepada masyarakat menjadi lebih optimal.

asa

21 Februari 2011 Posted by | Kesehatan, Umum | , | 1 Komentar

Ana, siswi SMPN 3 Cawas itu sempat menyendiri sebelum hilang…

Sukoharjo– Pasangan Legio dan Lestari, warga Kaliwider RT 1/RW III, Tegalsari, Weru, Sukoharjo, kini hanya bisa bersedih menanti kedatangan putri semata wayangnya, Ana Setyaningrum, 14, siswi kelas II SMPN 3 Cawas, Klaten.

Pasangan itu terpaksa meninggalkan kesibukannya berdagang di Semarang setelah mendengar kabar putrinya hilang, Sabtu (22/1). “Ana pergi ke sekolah Sabtu pagi dan sampai pukul 17.00 WIB tak juga pulang, padahal biasanya dia langsung pulang rumah jika sekolah usai,” kata paman Ana, yakni Wahono yang masih berusaha mencari keberadaan keponakannya itu sampai Senin (7/2) siang.

Di mata keluarga dan kerabat, Ana dikenal sebagai anak pendiam. Namun sebelum dia pergi menghilang, Ana lebih sering menyendiri. Wahono menjelaskan Ana sering sibuk bermain facebook lewat handphone (HP)sepupu yang tinggal serumah dengannya, Siwi.

“HP Ana tak bisa dipakai facebook-an. Dia sering meminjam HP Siwi, mereka tinggal serumah bersama kakeknya, Widodo, 55,” jelas Wahono.

Ana pergi dari rumah dengan sepeda ontelnya. Tak tahu kemana tujuan kepergiaannya saat itu. Pasalnya, Wahono telah mengecek ke pihak sekolah dan diterangakan Ana tak mengikuti kegiatan belajar hari itu.

Dia mengaku telah menelusuri informasi ke sejumlah rekan Ana. Namun, upaya itu belum juga menunjukan hasil.

Kapolsek Weru, AKP Joko Wasono mewakili Kapolres Sukoharjo, AKBP Pri Hartono EL, menyatakan pihaknya terus melacak keberadaan Ana. Sampai Senin siang, pihaknya telah menemukan sepeda ontel yang dibawa Ana terakhir pergi dari rumah.

“Sepeda ontel telah kami temukan di salah satu rumah di Tengklik, Weru, kami masih mendalami dan terus mencari keterangan,” katanya.

Joko menjelaskan keterangan terakhir yang dihimpun pihaknya menunjukan langkah Ana menuju ke Kota Solo dengan bus, sesaat setelah menitipkan sepedanya itu. Dari keterangannya yang dihimpun dari teman sebangku Ana, Joko menjelaskan sebelum pergi Ana terlihat menyendiri. Dia lebih memanfaatkan waktu dengan SMS-an melalui HP-nya.

Selain dari kegiatan menggunakan situs jejaring sosial, lanjut Joko, Ana diduga pergi dengan teman yang ditemui di dunia maya, entah facebook atau HP. Joko belum menerangkan siapa saja pihak yang dikatakan orang yang menemani Ana dalam kepergiannya itu.

Selain pencarian oleh jajaran kepolisian, upaya publikasi melalui dunia maya pun ditempuh oleh kerabat keluarga Ana. Sebut saja Danang teman Wahono yang mengunggah berita kehilangan orang di http://www.kaskus.us/showthread.php?t=6889420. Oriza Vilosa

8 Februari 2011 Posted by | Japanan, Umum | , | 1 Komentar

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.