Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten

"Mari kita jalin rasa kekeluargaan diantara kita"

Cawas Ajukan Bantuan Benih Inpari 30 Ton

Indratno Eprilianto – Timlo.net

Klaten – Pemerintah Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten mengajukan bantuan benih padi varietas Inpari 13 sebanyak 30 ton kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Bantuan itu sebagai persiapan saat memasuki musim tanam (MT) kedua tahun 2012.

Camat Cawas Pri Harsanto, Selasa (21/2), mengatakan, pihaknya telah mengajukan bantuan tersebut melalui Dinas Pertanian (Dispertan) Klaten pada awal Pebruari lalu. Bantuan itu diperkirakan akan turun pada Maret mendatang.

“Bantuan benih Inpari 13 sebanyak 30 ton itu nantinya akan dibagi kepada 48 kelompok tani atau 2400 petani dengan luas tanam 1200 hektare di Kecamatan Cawas,” ujarnya.

Pri mengatakan, pada MT pertama saat ini Inpari 13 sangat produktif dan mampu menghasilkan sebanyak 10,16 ton per hektare gabah kering panen (GKP).

“Inpari 13 itu memiliki beberapa kelebihan. Selain ampuh terhadap hama wereng batang cokelat (WBC), hasilnya juga jauh lebih banyak ketimbang varietas lainnya,” imbuhnya.

http://www.timlo.net/baca/20860/cawas-ajukan-bantuan-benih-inpari-30-ton/

22 Februari 2012 Posted by | Pertanian | | Tinggalkan sebuah Komentar

Kemarau, lahan pertanian 8 kecamatan di Klaten alami kekeringan

Klaten (Solopos.com)–Memasuki musim kemarau, lahan pertanian pada delapan kecamatan di Klaten mengalami kekeringan.

Kepala Bidang (Kabid) Tanaman Pangan dan Holtikultura Dinas Pertanian Klaten, Wahyu Prasetyo menyatakan petani yang berada di delapan kecamatan itu diminta melakukan antisipasi dini mencegah ancaman kekeringan tersebut.  Delapan kecamatan terdapat di Kecamatan Manisrenggo, Prambanan, Gantiwarno, Wedi, Bayat, Karangdowo, Cawas, dan Pedan.

Wahyu menganjurkan kepada petani untuk mengalihkan dari pola tanam padi ke jenis tanaman palawija. Hal itu, menurutnya, juga sebagai langkah untuk mendukung Surat Edaran (SE) Bupati Klaten Sunarna tentang larangan tanam padi pada bulan Agustus-September. “Justru dengan musim kemarau ini, petani bisa memanfaatkan lahan pertanian untuk menamam palawija yang tidak membutuhkan banyak air,” terangnya saat dihubungi Espos, Minggu (10/7/2011).

Wahyu mengakui saat musim kemarau tiba, delapan kecamatan tersebut menjadi langganan kekeringan pada lahan pertanian. Oleh sebab itu, kata Wahyu, berbagai langkah preventif harus dilakukan oleh petani. “Saya mengimbau pada kelompok tani di delapan kecamatan itu memperbaiki saluran irigasi, terutama bagi yang sudah rusak dan tak berfungsi maksimal, agar pengairan lahan pertanian di wilayah setempat bisa merata,” paparnya.

Sumur pompa yang sudah diberikan pada kelompok tani, harap Wahyu, bisa difungsikan kembali untuk digunakan pada saat masa krisis air seperti musim kemarau ini.

(m98)

11 Juli 2011 Posted by | Pertanian | | Tinggalkan sebuah Komentar

   

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.