Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten

"Mari kita jalin rasa kekeluargaan diantara kita"

Atasi Longsor Kali Dengkeng, BPBD Kirim 3000 Zak Plastik

Rori – Timlo.net
Dok.Timlo.net/ Rori

Klaten — Bencana longsor di bantaran kali dengkeng yang mengancam 16 rumah di Desa Tlingsing, Cawas, Klaten Rabu (24/4) lalu langsung mendapat reaksi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Klaten.

BPBD Klaten Kamis (25/4) mengirimkan zak plastik sebanyak 3000 untuk membuat tanggul penahan sementara bibir Kali Dengkeng di Desa Tlingsing, Cawas yang longsor.

“Bantuan yang kami kirim ke Desa Tlingsing diantaranya 3000 zak plastik, 30 lembar bronjong kawat, 14 dos mie instans serta sejumlah keperluan logistik lainnya,” ungkap Kepala BPBD Kabupaten Klaten, Sri Winoto, kepada Timlo.net.

Menurut Sri Winoto sejumlah bantuan tersebut sudah dikirim ke lokasi longsor di bantaran Kali Dengkeng di Desa Tlingsing, Cawas. Sementara itu, Camat Cawas, M Nasir, mengungkapkan Kamis (25/4) masyarakat di Desa Tlingsing sudah mulai bergotong-royong membuat tanggul sementara dengan menggunakan bahan bantuan dari BPBD.

“Tanggul penahan sementara dibangun dengan bronjong dan zak plastik yang diisi pasir agar tidak terjadi longsor susulan. Sedangkan rencana pembangunan tanggul permanen masih menunggu bantuan dari Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS),” ungkap Masir.

Sebelumnya, tanggul bantaran Kali Dengkeng di wilayah Desa Tlingsing, Cawas mengalami longsor pada Rabu (24/4) dinihari. Akibat bencana itu, sebuah kandang sapi milik Driyo Sumarto (70) rusak terbawa arus sungai, sementara 16 rumah lainnya terancam longsor.

27 April 2013 Posted by | Bencana, Tlingsing | | Tinggalkan komentar

Daftar Pemenang Pilkades Kecamatan Cawas

Cakades Cawas

Dari informasi yang kami dapatkan, yang menang Pilkades sebagai berikut:

Barepan : Sunarto (Padi: 1.118) incumbent;  kotak kosong: 394; tidak sah: 58

Karangasem : Surono (Padi: 1.206); Sumardi (Ketela: 852); tidak sah: 42

Burikan : Maryadi, A.Md (Padi: 1.409); Partimin (Ketela: 94; tidak sah: 20

Bendungan : Drs. Agus Priyono (Padi: 1.003);  kotak kosong: 5; tidak sah: 8

Tugu : H. Suhartono (Ketela: 1.210);  Margana (Jagung: 224); Subandi (Padi: 143); tidak sah: 25

Kedungampel : Tumirin (Ketela: 1.016); Sugiyanto (Padi: 729) incumbent; tidak sah: 41

Bawak : Ponidi (Ketela: 1.444); Sri Muryatiningsih (Padi: 1.155); tidak sah: 61

Pakisan : F. Dedi Sukardi (Kelapa: 1.070); Santosa (Ketela: 978); Walidi (jagung : 199); Eka Budi Santosa (Padi: 79); tidak sah: 29

Balak : H. Wijiono Margono (Ketela: 1.032); Suparwi, S.Pd (Padi: 955); tidak sah: 39

Cawas : Mujiyono (Ketela: 1.605) incumbent; Jaka Santosa (Padi: 1.376); tidak sah: 89

Tlingsing : Supardi (Padi: 900); Nurhadi, A.Ma.Pd (Ketela: 807); tidak sah: 49

Pogung : Djoko Widoyo (Padi: 1.122); Kartika Artati Rahayu (Jagung: 866); Kukuh Dirjo Karyono (Ketela: 71); Tetuko (Kelapa: 14); tidak sah: 71

Bogor : Joko Riyanto, S.Hut (Ketela: 1.153) incumbent; Wibowo (Padi: 831); tidak sah: 42

Plosowangi : Suhana (Padi: 1.130) incumbent; Suyanto, A.Md (Ketela: 108); tidak sah: 38

 

Jumlah pemilih yang hadir dari 14 Desa = 26.910 / 74% dari jumlah DPT 36.211

Jumlah suara yang sah = 26.298 / 98% dari yang hadir atau 73% dari jumlah DPT

Jumlah suara yang tidak sah = 612 / 2% dari yang hadir maupun jumlah DPT.

 

Klasemen berdarkan tanda gambar:

No. 1 = Padi: 7; Ketela: 6; Kelapa: 1; Jagung: 0; Kotak kosong: 0

No. 2 = Padi: 5; Ketela: 5; Kelapa: 0; Jagung: 1; Kotak kosong: 2

No. 3 = Padi: 1; Ketela: 1; Kelapa: 0; Jagung: 1; Kotak kosong: 0

No. 4 = Padi: 1; Ketela: 0; Kelapa: 1; Jagung: 0; Kotak kosong: 0

Sumber: FB grup Cawas, Twitter @kabarcawas & http://ppidklaten.com/wp-content/uploads/2013/04/rekapitulasi-pilkades-tahap-1-2013.pdf

12 April 2013 Posted by | Balak, Barepan, Bawak, Bendungan, Bogor, Burikan, Cawas, Karangasem, Kedungampel, Pakisan, Plosowangi, Pogung, Tlingsing, Tugu | | Tinggalkan komentar

Hari ini Pilkades Serentak

KLATEN, suaramerdeka.com – Sebanyak 36.211 warga Kecamatan Cawas di Kabupaten Klaten telah masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) pemilihan kepala desa (pilkades) yang akan berlangsung serentak pada 11 April 2013 mendatang. Ada 14 desa di Cawas yang akan menyelenggarakan pilkades tahun ini.

Menurut Camat Cawas Drs Muh Nasir MM, sampai dengan penutupan pendaftaran bakal calon kades, ada 32 orang yang akan maju dalam pesta demokrasi di tingkat desa itu. Semuanya, telah melakukan sosialisasi pencalonan diri kepada masyarakat, sejak pendaftaran belum dibuka.

”Dari 32 bakal calon yang mendaftar, jumlah calon perempuan sangat minim. Hanya ada dua, yakni yang mendaftar di panitia Desa Pogung dan Bawak saja. Sisanya adalah calon laki-laki. Mungkin karena perempuan kurang tertarik untuk menjadi kades,” kata Muh Nasir, Kamis (28/3).

Di Desa Karangasem ada 2.462 pemilihan, serta dua calon kades yakni Sumardi dan Surono. Di Desa Burikan ada 2.151 pemilih dengan dua calon kades yakni Maryadi dan Pretimin. Sedangkan Desa Kedungampel mempunyai 2.478 pemilih dengan calon Tumirin dan Sugiyanto. Desa Tugu dengan 2.058 pemilih punya calon H Suhartono, Margana dan Subandi.

Desa Bawak dengan 3588 akan memilih Sri Muryatiningsih dan Ponidi. Desa Pakisan dengan 2.925 pemilih dan calon F Dedi Sukardi, Walidi, Santoso dan Eko Budi Santoso. Desa Balak ada 2.476 pemilih, sedang calonnya Suparwi SPd, H Wijiono Margono. Desa Cawas punya 4.275 pemilih dan calon Jaka Santosa dan Mujiyono.

”Dari 14 desa yang akan menyelenggarakan pilkades, ada dua desa yang mempunyai calon tunggal yakni di Desa Bendungan yang memiliki 1.328 pemilih dengan calon Drs Agus Priyono dan Desa Barepan dengan 2268 pemilih dengan calon Sunarto,” kata Muh Nasir.

11 April 2013 Posted by | Balak, Barepan, Bawak, Bendungan, Bogor, Burikan, Cawas, Karangasem, Kedungampel, Pakisan, Plosowangi, Pogung, Tlingsing, Tugu | | Tinggalkan komentar

Antisipasi Banjir, Cawas Bentuk Tim Tanggap Bencana

| Ivan Andimuhtarom/JIBI/SOLOPOS |

Ilustrasi (Indah Septiyaning W/JIBI/SOLOPOS)

KLATEN--Pemerintah Kecamatan Cawas berkoordinasi dengan berbagai elemen masyarakat membentuk tim tanggap bencana untuk mengantisipasi banjir tahunan yang melanda Cawas selama beberapa tahun terakhir.

Persiapan sumber daya manusia (SDM) dan peralatan telah disiapkan di masing-masing desa.

Camat Cawas, Muchamad Nasir, 45, ketika ditemui Solopos.com di ruang kerjanya, Selasa (18/12/2012), mengatakan peralatan seperti karung goni, bronjong kawat, cangkul, sekop dan lain sebagainya telah diajukan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten. Semua alat itu sebagai antisipasi, khususnya untuk menahan laju air yang mungkin meluap dari tanggul sungai yang jebol.

“Kami juga menghubungi komunitas tanggap bencana (KTB) Cawas. Kami juga berkoordinasi dengan para kepala desa khususnya yang wilayahnya jadi langganan banjir,” ujarnya.

Ia menjelaskan, hampir semua wilayah di Kecamatan Cawas berpotensi terserang banjir saat hujan mulai deras. Di wilayah selatan, papar dia, Desa Kedungampel, Nanggulan dan Bendungan rawan terkena luapan Kali Jaran. Sedangkan di bagian timur, Desa Bogor, Tlingsing dan Japanan puluhan hentare padi berpotensi gagal panen karena terendam air.

“Di dekat Pasar Cawas itu, kalau hujan deras, juga bisa banjir. Kalau di daerah utara, Desa Gombang dan Bogor berpotensi dulu sering terkena banjir. Namun, beberapa waktu ini, tanggul-tanggul telah diperbaiki. Semoga tidak ada banjir lagi,” terang dia.

Kades Japanan, Sugino, 46, dijumpai Solopos.com di Kantor Kecamatan Cawas mengatakan banjir yang melanda areal persawahan di desanya menjadi menu tahunan bagi para petani. Sekitar 15-20 hektare sawah terpaksa gagal panen saat banjir menerpa.

“Tanggul sudah ditinggikan. Saat ini masih aman. Semoga besok tidak banjir lagi. Kasihan para petani kalau harus gagal panen,” kata dia.

22 Desember 2012 Posted by | Bencana, Bendungan, Bogor, Cawas, Kedungampel, Nanggulan, Tlingsing | , | Tinggalkan komentar

Rusak Parah, Jembatan Antar Desa Terancam Runtuh

Solopos, KLATEN – Jembatan antar desa yang berada di perbatasan, Desa Baran dan Desa Cawas, Kecamatan Cawas terancam hanyut. Pasalnya salah satu tiang jembatan yang berada di alur Sungai Dengkeng tersebut saat ini putus.

Pantauan yang dilakukan Solopos.com, tiang jembatan bagian selatan terputus di bagian atasnya. Tidak hanya itu kondisi jembatan juga terlihat amblas beberapa sentimeter. Selain itu jembatan tersebut juga dipasangi patok bambu, agar kendaraan roda empat tidak bisa melintas.

Salah seorang warga Dukuh Tegalrejo, Desa Baran, Suratmi, mengatakan putusnya tiang jembatan tersebut sudah berlangsung lama. Menurutnya jembatan tersebut putus ketika hujan deras mengguyur dearah tersebut ketika musim hujan tahun lalu. Akan tetapi sampai saat ini belum diperbaiki oleh pemeritah, padahal jembatan tersebut merupakan jembatan yang sangat vital untuk warga sekitar.

“Harusnya segera diperbaiki, kalau tidak diperbaiki, jembatan itu akan hanyut. Padahal jika jembatan itu terputus, masyarakat harus memutar lewat jembatan lain, jika akan pergi ke Cawas, ataupun ke wilayah Gantiwarno dan Gunung Kidul,” ujar Suratmi.

Warga lain Suroto, mengatakan jembatan tersebut merupakan jembatan yang menjadi andalan masyarakat dari beberapa desa, diantaranya Tirtomarto, Tlingsing dan Baran untuk menuju Cawas. Menurutnya kerugian sangat besar akan dialami oleh warga, jika jembatan itu hanyut tersapu banjir. “Kasihan anak sekolah, jika harus memutar beberapa kilometer gara-gara jembatan yang akan dilalui hanyut,” katanya.

Suroto menambahakan jembatan itu memang mendesak unuk diperbaiki, selain kondisinya sudah tidak memungkinkan, tiang jembatan tersebut terlalu banyak. Sehingga saat musim hujan, tiang-tiang tersebut justru menahan sampah-sampah yang tersapu oleh banjir. Pdahal sampah-sampah yang tertahan biasanya volumenya sangat besar, dan bisa membuat jembatan semakin rusak. “Sampah bamboo dan kayu yang tersapu banyak terhalang oleh jembatan itu,” sambung Suroto.

Sementara itu, Camat Cawas, Much Nasir, mengatakan pihak Pemerintah Kecamatan Cawas, sebenarnya sudah meminta bantuan kepada Pemerintah Kabupaten Klaten untuk perbaikan jembatan itu. Akan tetapi sampai saat ini belum ada tanggapan mengenai usulan tersebut. “Sudah kami laporkan tentang keadaan jembatan itu, tetapi kok belum ada tanggapan sampai sekarang,” kata Much Nasir.

29 November 2012 Posted by | Baran, Cawas, Tirtomarto, Tlingsing | Tinggalkan komentar

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.